Trauma Kalah dari Usyk, Anthony Joshua: Kidal Adalah Mimpi Buruk!

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 15:02 WIB
loading...
Trauma Kalah dari Usyk, Anthony Joshua: Kidal Adalah Mimpi Buruk!
Trauma Kalah dari Usyk, Anthony Joshua: Kidal Adalah Mimpi Buruk!/The Sun
A A A
Trauma kalah dari Oleksandr Usyk diakui Anthony Joshua petinju kidal adalah mimpi buruk dalam karier tinju profesionalnya. Anthony Joshua menyebut petinju kidal adalah mimpi buruk. ''Saya akan membakar Usyk jika dia tidak kidal,''ujar Anthony Joshua .

Anthony Joshua hanya dua kali bertarung melawan petinju kidal sejak menjadi profesional pada 2013 setelah memenangkan medali emas di Olimpiade London 2012. Pada tahun 2016, Joshua memenangkan gelar dunia pertamanya ketika ia mengalahkan petinju kidal, Charles Martin di ronde kedua.

Baca Juga: Bobot Lebih Berat 1,8 Kg, Anthon y Joshua Ancam Oleksandr Usyk

September lalu, Joshua melawan satu-satunya pemain kidal lainnya di resume 26 pertarungannya ketika ia menderita kekalahan angka mutlak dari Oleksandr Usyk. Joshua yang memiliki rekor 24-2 (22 KO) mengakui bahwa petarung ortodoks seperti Usyk (19-0, 13 KO) membuatnya cocok.

''Saya perlu penyesuaian untuk menghadapi kidal karena bagi saya orang-orang kidal ini adalah mimpi buruk. Saya bersumpah bahwa jika Oleksandr tidak kidal, saya akan membakar dia. Seratus persen," kata Joshua kepada Daily Mail.

Untuk lebih mempersiapkan melawan gaya Usyk menjelang pertandingan ulang hari ini di Jeddah Superdome di Arab Saudi, Joshua berpisah dari pelatih lama Robert McCracken dan malah memberikan tugas pelatihan kepada Robert Garcia.

"Robert memecah banyak hal," kata Joshua. ''Dalam satu ronde sparring saya disuruh menyempurnakan jab sialan itu. Di ronde lain, untuk lebih miring saat melontarkan tangan kanan yang keras. Ini lebih taktis [untuk menghadapi kidal]. Penalaran ke metode. Banyak yang harus diingat,''paparnya.

Baca Juga: Petinju Eropa Terkaya yang Menggemparkan, Nomor 5 Kekayaannya Tembus Rp2 Triliun

Selain membangun kembali keterampilan tinjunya, petinju Inggris ini juga perlu memperbaiki jiwanya jika ia berencana untuk mendapatkan kembali gelar WBA, WBO, IBF, dan IBO-nya untuk kedua kalinya. ''Kamp pelatihan sangat menantang. Jadi menguras. Jadi melelahkan otak. Saya perlu dikondisikan lebih baik,''ujarnya.

''Begitulah biasanya dengan saya. Tenang. Banyak orang memahami sisi fisik tinju. Tapi bagaimana dengan unsur psikologisnya? Seorang petarung harus dilatih untuk menjaga kepalanya tetap kacau saat dia masuk ke ring. Tidak hanyut secara mental karena seseorang berteriak melecehkan, atau bahkan bersikap positif, atau melihat ibumu di atas ring.''
(aww)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1539 seconds (11.97#12.26)