Trauma Kalah dari Usyk, Anthony Joshua: Kidal Adalah Mimpi Buruk!
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Untuk lebih mempersiapkan melawan gaya Usyk menjelang pertandingan ulang hari ini di Jeddah Superdome di Arab Saudi, Joshua berpisah dari pelatih lama Robert McCracken dan malah memberikan tugas pelatihan kepada Robert Garcia.
"Robert memecah banyak hal," kata Joshua. ''Dalam satu ronde sparring saya disuruh menyempurnakan jab sialan itu. Di ronde lain, untuk lebih miring saat melontarkan tangan kanan yang keras. Ini lebih taktis [untuk menghadapi kidal]. Penalaran ke metode. Banyak yang harus diingat,''paparnya.
Baca Juga: Petinju Eropa Terkaya yang Menggemparkan, Nomor 5 Kekayaannya Tembus Rp2 Triliun
Selain membangun kembali keterampilan tinjunya, petinju Inggris ini juga perlu memperbaiki jiwanya jika ia berencana untuk mendapatkan kembali gelar WBA, WBO, IBF, dan IBO-nya untuk kedua kalinya. ''Kamp pelatihan sangat menantang. Jadi menguras. Jadi melelahkan otak. Saya perlu dikondisikan lebih baik,''ujarnya.
''Begitulah biasanya dengan saya. Tenang. Banyak orang memahami sisi fisik tinju. Tapi bagaimana dengan unsur psikologisnya? Seorang petarung harus dilatih untuk menjaga kepalanya tetap kacau saat dia masuk ke ring. Tidak hanyut secara mental karena seseorang berteriak melecehkan, atau bahkan bersikap positif, atau melihat ibumu di atas ring.''
"Robert memecah banyak hal," kata Joshua. ''Dalam satu ronde sparring saya disuruh menyempurnakan jab sialan itu. Di ronde lain, untuk lebih miring saat melontarkan tangan kanan yang keras. Ini lebih taktis [untuk menghadapi kidal]. Penalaran ke metode. Banyak yang harus diingat,''paparnya.
Baca Juga: Petinju Eropa Terkaya yang Menggemparkan, Nomor 5 Kekayaannya Tembus Rp2 Triliun
Selain membangun kembali keterampilan tinjunya, petinju Inggris ini juga perlu memperbaiki jiwanya jika ia berencana untuk mendapatkan kembali gelar WBA, WBO, IBF, dan IBO-nya untuk kedua kalinya. ''Kamp pelatihan sangat menantang. Jadi menguras. Jadi melelahkan otak. Saya perlu dikondisikan lebih baik,''ujarnya.
''Begitulah biasanya dengan saya. Tenang. Banyak orang memahami sisi fisik tinju. Tapi bagaimana dengan unsur psikologisnya? Seorang petarung harus dilatih untuk menjaga kepalanya tetap kacau saat dia masuk ke ring. Tidak hanyut secara mental karena seseorang berteriak melecehkan, atau bahkan bersikap positif, atau melihat ibumu di atas ring.''
(aww)
Lihat Juga :