4 Petinju Indonesia yang Meninggal usai Duel: Mayoritas Pendarahan Otak
Sabtu, 17 September 2022 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
2. Tubagus Setia Sakti
Sebelum dinyatakan meninggal pada tanggal 27 Januari 2013, Tubagus mengalami pendarahan otak karena kalah bertanding dengan Ical Tobida. Pria yang berasal dari Bandar Lampung itu meninggal saat berusia 17 tahun di RS UKI, Cawang, Jakarta.
Saat duel di ronde kedelapan, wasit yang memimpin jalannya pertandingan terpaksa harus menghentikannya karena Tubagus beberapa kali mengangkat tangannya untuk memberi tahu bahwa Ia sudah tidak dapat melanjutkan pertandingannya.
3. Muhammad Afrizal
Muhammad Afrizal dilarikan ke rumah sakit, satu jam setelah kalah dalam pertandingan 12 ronde melawan rekannya, Irvan Marbun. Setelah mengalami cedera, mantan juara kelas bulu itu dilarikan ke RS Universitas Kristen di Jakarta Timur.
Baca Juga: 3 Petinju Indonesia dengan Gelar Terbanyak
Afrizal meninggal pada 4 April 2012 pukul 05.00 WIB setelah mengalami pendarahan otak subdural Hematoma. Dokter Tommy Halauwet selaku dokter di RS UKI membenarkan kabar tentang kematian Afrizal karena pendarahan otak. Dia mengatakan bahwa pihak rumah sakit sudah mencoba untuk menyelamatkannya. Namun yang sangat disayangkan, karena cedera yang dialami oleh Afrizal cukup parah, hal itu menyebabkan mereka tidak bisa menyelamatkan nyawanya.
4. Muhammad Alfaridzi
Petinju yang lahir pada tanggal 8 Februari 1976 ini adalah anak dari pelatih tinju H. Josis Siswoyo yang tinggal di daerah Bandung. Alfaridzi yang pernah menyandang status juara nasional kelas bulu tersebut meninggal pada tanggal 2 April 2001. Ia mengalami pendarahan otak setelah dipukul KO pada ronde ke-8 oleh Khongtawat Sorkiti dari Thailand. Alfaridzi meninggal saat berusia 25 tahun. (MG/Khansa Novriandra)
Sebelum dinyatakan meninggal pada tanggal 27 Januari 2013, Tubagus mengalami pendarahan otak karena kalah bertanding dengan Ical Tobida. Pria yang berasal dari Bandar Lampung itu meninggal saat berusia 17 tahun di RS UKI, Cawang, Jakarta.
Saat duel di ronde kedelapan, wasit yang memimpin jalannya pertandingan terpaksa harus menghentikannya karena Tubagus beberapa kali mengangkat tangannya untuk memberi tahu bahwa Ia sudah tidak dapat melanjutkan pertandingannya.
3. Muhammad Afrizal
Muhammad Afrizal dilarikan ke rumah sakit, satu jam setelah kalah dalam pertandingan 12 ronde melawan rekannya, Irvan Marbun. Setelah mengalami cedera, mantan juara kelas bulu itu dilarikan ke RS Universitas Kristen di Jakarta Timur.
Baca Juga: 3 Petinju Indonesia dengan Gelar Terbanyak
Afrizal meninggal pada 4 April 2012 pukul 05.00 WIB setelah mengalami pendarahan otak subdural Hematoma. Dokter Tommy Halauwet selaku dokter di RS UKI membenarkan kabar tentang kematian Afrizal karena pendarahan otak. Dia mengatakan bahwa pihak rumah sakit sudah mencoba untuk menyelamatkannya. Namun yang sangat disayangkan, karena cedera yang dialami oleh Afrizal cukup parah, hal itu menyebabkan mereka tidak bisa menyelamatkan nyawanya.
4. Muhammad Alfaridzi
Petinju yang lahir pada tanggal 8 Februari 1976 ini adalah anak dari pelatih tinju H. Josis Siswoyo yang tinggal di daerah Bandung. Alfaridzi yang pernah menyandang status juara nasional kelas bulu tersebut meninggal pada tanggal 2 April 2001. Ia mengalami pendarahan otak setelah dipukul KO pada ronde ke-8 oleh Khongtawat Sorkiti dari Thailand. Alfaridzi meninggal saat berusia 25 tahun. (MG/Khansa Novriandra)
(aww)
Lihat Juga :