Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, FIFA Bisa Tinjau Ulang Status Tuan Rumah Indonesia di Piala Dunia U-20 2023
Minggu, 02 Oktober 2022 - 03:04 WIB
loading...
A
A
A
Namun dalam beberapa laporan yang tersebar di media sosial, sedikitnya 40 orang meninggal dan jumlah tersebut masih bisa bertambah lagi. Angka tersebut sudah melebihi jumlah korban dari Tragedi Heysel yang terjadi pada 29 Mei 1985 dalam laga Liga Champions antara Liverpool dan Juventus.
Kala itu, tembok stadion Heysel runtuh dan menyebabkan 39 orang meninggal dunia. Dua hari berselang, FIFA pun langsung menjatuhkan hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa kepada klub Inggris.
BACA JUGA: Persebaya Surabaya Sampaikan Duka Cita untuk Korban Meninggal di Stadion Kanjuruhan
Melihat tragedi berdarah ini, pengamat sepak bola Tanah Air, Akmal Marhali, menilai bisa jadi FIFA bakal meninjau ulang kembali kelayakan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, yang dijadwalkan bergulir pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023.
"Ingat tragedi Heysel, 29 mei 1985. Pada 31 Mei 1985 UEFA langsung menghukum klub Inggris tidak boleh terlubat dalam kompetisi Eropa selama Lima Tahun," kata Akmal saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (2/10/2022).
Kala itu, tembok stadion Heysel runtuh dan menyebabkan 39 orang meninggal dunia. Dua hari berselang, FIFA pun langsung menjatuhkan hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa kepada klub Inggris.
BACA JUGA: Persebaya Surabaya Sampaikan Duka Cita untuk Korban Meninggal di Stadion Kanjuruhan
Melihat tragedi berdarah ini, pengamat sepak bola Tanah Air, Akmal Marhali, menilai bisa jadi FIFA bakal meninjau ulang kembali kelayakan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, yang dijadwalkan bergulir pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023.
"Ingat tragedi Heysel, 29 mei 1985. Pada 31 Mei 1985 UEFA langsung menghukum klub Inggris tidak boleh terlubat dalam kompetisi Eropa selama Lima Tahun," kata Akmal saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (2/10/2022).
Lihat Juga :