5 Pihak yang Dianggap Ikut Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan
loading...
A
A
A
MALANG - Tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan ratusan orang ini terus jadi perhatian. Tentunya harus ada pihak yang bertanggung jawab atas insiden selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu, Sabtu (1/10/2022).
Salah satu petaka dalam sepak bola dengan jumlah kematian terbanyak ini dipastikan akan menjadi sejarah kelam Indonesia untuk selamanya. Sebab, dunia internasional ikut mengetahui dan memberi tanggapan.
Kompetisi ikut terkena dampaknya. Pemberhentian Liga 1 2022/2023 telah dilakukan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo hingga evaluasi dan penyelidikan tragedi Kanjuruhan selesai.
Seluruh pihak yang terlibat tentu perlu bertanggung jawab. Ada 5 pihak yang dipercaya publik ikut bersalah atas tragedi Kanjuruhan :
1. Oknum Suporter
Kekalahan Arema atas Persebaya Surabaya diduga menjadi pemicu kuat kekecewaan suporter. Sayangnya mereka tak dapat membendung rasa kecewa itu dan langsung melampiaskannya.
Aksi kekecewaan suporter inilah yang menjadi pemicu utama tragedi itu. Setelah mendapat peringatan berupa tembakan gas air mata dari pihak keamanan mereka justru semakin menggila.
Beberapa oknum suporter bahkan hingga bertindak anarkis baik di dalam maupun di luar stadion. Ada beberapa mobil polisi dan tim keamanan yang dibakar dan dirusak.
Baca Juga
Salah satu petaka dalam sepak bola dengan jumlah kematian terbanyak ini dipastikan akan menjadi sejarah kelam Indonesia untuk selamanya. Sebab, dunia internasional ikut mengetahui dan memberi tanggapan.
Kompetisi ikut terkena dampaknya. Pemberhentian Liga 1 2022/2023 telah dilakukan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo hingga evaluasi dan penyelidikan tragedi Kanjuruhan selesai.
Seluruh pihak yang terlibat tentu perlu bertanggung jawab. Ada 5 pihak yang dipercaya publik ikut bersalah atas tragedi Kanjuruhan :
1. Oknum Suporter
Kekalahan Arema atas Persebaya Surabaya diduga menjadi pemicu kuat kekecewaan suporter. Sayangnya mereka tak dapat membendung rasa kecewa itu dan langsung melampiaskannya.
Aksi kekecewaan suporter inilah yang menjadi pemicu utama tragedi itu. Setelah mendapat peringatan berupa tembakan gas air mata dari pihak keamanan mereka justru semakin menggila.
Beberapa oknum suporter bahkan hingga bertindak anarkis baik di dalam maupun di luar stadion. Ada beberapa mobil polisi dan tim keamanan yang dibakar dan dirusak.