Telepon Presiden FIFA, Jokowi Pasrah Nasib Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Rabu, 05 Oktober 2022 - 11:31 WIB
loading...
Telepon Presiden FIFA, Jokowi Pasrah Nasib Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino terkait Tragedi Kanjuruhan Kabupaten Malang/Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino terkait Tragedi Kanjuruhan Kabupaten Malang. Dalam pembicaraan dengan Presiden FIFA , Jokowi juga menyinggung soal tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia, 20 Mei-11 Juni 2023.

"Senin (3/10/2022) malam saya telah bergabung langsung berbicara langsung dengan presiden FIFA, Presiden Gianni Infantino , berbicara banyak mengenai tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang," ujar Jokowi kepada wartawan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Ini 5 Poin Krusial Hasil Rapat Perdana TGIPF Tragedi Kanjuruhan

Selain membicarakan mengenai Tragedi Kanjuruhan, Jokowi juga berbicara mengenai Piala Dunia U-20 yang akan dilaksanakan di Indonesia. "Juga berbicara mengenai FIFA U-20 berbicara banyak," kata Jokowi.

Jokowi pun pasrah dan menyerahkan segala keputusannya kepada Presiden FIFA terkait Tragedi Kanjuruhan. "Tetapi keputusan apa pun adalah kewenangan di FIFA," jelasnya.

Baca juga: Pesan Menyentuh Pele Respons Tragedi Kanjuruhan: Kekerasan Tak Pernah Sejalan dengan Olahraga

Tragedi Kanjuruhan memang membuat publik bertanya-tanya soal sikap FIFA. Sejumlah pengamat mengungkap kemungkinan Badan Sepak Bola Dunia akan menjatuhkan sanksi kepada PSSI karena kelalaiannya yang menyebabkan 125 orang meninggal dunia.

Peristiwa kelam di sepak bola itu terjadi setelah Arema FC menelan kekalahan dari Persebaya Surabaya 2-3 di Liga 1 2022/2023, Sabtu (1/10/2022) di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Selepas pertandingan, sejumlah Aremania yang masuk ke dalam lapangan melakukan bentrokan dengan aparat keamanan. Polisi yang berjaga pun menembakan gas air mata kepada para suporter yang berada di lapangan maupun di atas tribun.

Akibatnya, setidaknya 125 orang meninggal dunia banyak di antaranya terkena gas air mata dan terinjak-injak. Selain itu, ratusan Aremania lainnya mengalami luka-luka karena berdesak-desakan untuk berusaha keluar dari stadion.

(sha)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1387 seconds (10.55#12.26)