Lantik Pengurus IPSI Jateng dan DIY, Prabowo: Jaga dan Lestarikan Pencak Silat

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 07:08 WIB
loading...
Lantik Pengurus IPSI Jateng dan DIY, Prabowo: Jaga dan Lestarikan Pencak Silat
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Prabowo Subianto menyerahkan bendera kepemimpinan IPSI Jawa Tengah dan IPSI Yogyakarta secara bersamaan, Jumat (7/10/2022) / Foto: Dok Tim Media Prabowo Subianto
A A A
YOGYAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Prabowo Subianto menyerahkan bendera kepemimpinan IPSI Jawa Tengah dan IPSI Yogyakarta secara bersamaan pada Jumat (7/10/2022) di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, KPH. Purbodiningrat dilantik menjadi Ketua IPSI Yogyakarta dan Harry Nuryanto Soediro sebagai Ketua Umum IPSI Jawa Tengah.

"Walaupun kita laksanakan secara sederhana dalam seuasana negara masih prihatin, dalam kondisi masih adanya ancaman Covid-19, dunia juga menghadapi krisis pangan, energi, akibat situasi geopolitik," ujar Prabowo dalam sambutannya.

"Juga musibah yang baru-baru ini terjadi di Kota Malang, Stadion Kanjuruhan, sehingga saya hargai kesediaan pengurus Provinsi Jawa Tengah mau berkorban datang dari berbagai tempat untuk melaksanakan pelantikan bersama pengurus Yogyakarta," lanjutnya.

BACA JUGA: Perang Saudara, Feri Satriyadi Juara POBSI Pool Circuit Seri IV!

Ia melanjutkan bahwa mengurus Pencak Silat adalah kebanggaan baginya. 37 tahun mengabdi untuk Pencak Silat, Prabowo menegaskan bahwa merawat dan melestarikan budaya asli bangsa Indonesia ini memang penuh tantangan, namun selalu ada jalan untuk mengatasi tantangan tersebut.

"Kita bangga kita masih dipilih untuk mengurus, membina, menjaga, melestarikan budaya nenek moyang kita. Pencak Silat lebih dari olah raga, tetapi seni bela diri. Ribuan tahun peradaban manusia, manusia harus bisa membela dirinya sendiri," jelasnya.

BACA JUGA: Bung Towel Ngotot Desak Pejabat PSSI Mundur

Membela diri menurut Prabowo penting untuk dipelajari sebab dalam ribuan tahun peradaban manusia terdapat satu hukum yang utama, bahwa yang kuat akan selalu berkuasa dan yang lemah akan terinjak-injak.

"Bangsa manapun di dunia kalau mau sejahtera, makmur, punya kehormatan, harus bisa membela dirinya sendiri. Tidak akan ada bangsa lain yang kasihan sama kita," ucapnya.

(yov)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2906 seconds (11.97#12.26)