Faktor Ini Membuat Bayern Muenchen Dominasi Jerman
Senin, 06 Juli 2020 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Pendapatan konstan dari penjualan tiket, merchandise, hadiah uang, dan lain-lain, telah membantu menopang klub sehingga memungkinkan Bayern menggelontorkan dana segar untuk mendatangkan beberapa pemain terbaik dunia. Namun, jika klub-klub besar lainnya secara teratur menghabiskan uang untuk bintang-bintang mapan, Bayern justru membeli pemain muda. Sepuluh transfer termahal top Bayern sepanjang masa memiliki rata-rata berusia 23 tahun dan termasuk di antaranya Manuel Neuer, Mario Gomez, dan Javi Martinez yang telah membuat dampak besar terhadap klub.
Faktor ketiga adalah kepiawaaan Bayern melakukan bisnis dalam transfer pemain. Manajemen klub telah melakukan bisnis yang cerdas berulang kali. Tentu beberapa pemain yang datang memerlukan waktu beradaptasi, tetapi hingga saat ini belum ada transfer senilai USD100 juta yang didatangkan Bayern.
Alih-alih menghabiskan lebih dari USD100 juta masing-masing untuk James Rodriguez (Real Madrid) dan Philippe Coutinho (Barcelona), mereka mengambil keduanya dengan status pinjaman tanpa kewajiban membeli. Dengan begitu, jika tidak berhasil, seperti yang terjadi, pemain bisa kembali ke klub induknya dan Bayern dapat memutuskan kontrak. (Baca juga: Bayern Muenchen Juara DFB Pokal 2020)
Lalu ada transfer gratis, menandatangani pemain yang kontraknya akan berakhir, dan tidak harus membayar biaya transfer. Bayern sudah sering melakukannya, memburu pemain terbaik dari saingan Dortmund. Striker legendaris klub, Robert Lewandowski, tidak mengeluarkan biaya sepeser pun, dan dia mencetak 230 gol dalam 275 pertandingan. Bayen juga merampas Leon Goretzka secara gratis dari Schalke 04 pada tahun lalu.
Bisa dikatakan operasi Bayern di dalam dan luar lapangan sangat pintar, berisiko rendah, dan efektif untuk membangun sejarah yang kaya dan dominasi sepak bola modern. Di sisi lain, dominasi Bayern di pentas domestik menimbulkan pro dan kontra.
Direktur olahraga Stuttgart, Jochen Schneider menjelaskan, Bundesliga selalu memiliki siklus di masing-masing era. Saat ini Bayern memang berada di atas, tetapi sepanjang sejarah dominasi Bayern selalu terpecah oleh Borussia Monchengladbach pada 1970-an, Hamburg pada 1980-an, ataupun Dortmund pada 1990-an dan 2000-an.
Faktor ketiga adalah kepiawaaan Bayern melakukan bisnis dalam transfer pemain. Manajemen klub telah melakukan bisnis yang cerdas berulang kali. Tentu beberapa pemain yang datang memerlukan waktu beradaptasi, tetapi hingga saat ini belum ada transfer senilai USD100 juta yang didatangkan Bayern.
Alih-alih menghabiskan lebih dari USD100 juta masing-masing untuk James Rodriguez (Real Madrid) dan Philippe Coutinho (Barcelona), mereka mengambil keduanya dengan status pinjaman tanpa kewajiban membeli. Dengan begitu, jika tidak berhasil, seperti yang terjadi, pemain bisa kembali ke klub induknya dan Bayern dapat memutuskan kontrak. (Baca juga: Bayern Muenchen Juara DFB Pokal 2020)
Lalu ada transfer gratis, menandatangani pemain yang kontraknya akan berakhir, dan tidak harus membayar biaya transfer. Bayern sudah sering melakukannya, memburu pemain terbaik dari saingan Dortmund. Striker legendaris klub, Robert Lewandowski, tidak mengeluarkan biaya sepeser pun, dan dia mencetak 230 gol dalam 275 pertandingan. Bayen juga merampas Leon Goretzka secara gratis dari Schalke 04 pada tahun lalu.
Bisa dikatakan operasi Bayern di dalam dan luar lapangan sangat pintar, berisiko rendah, dan efektif untuk membangun sejarah yang kaya dan dominasi sepak bola modern. Di sisi lain, dominasi Bayern di pentas domestik menimbulkan pro dan kontra.
Direktur olahraga Stuttgart, Jochen Schneider menjelaskan, Bundesliga selalu memiliki siklus di masing-masing era. Saat ini Bayern memang berada di atas, tetapi sepanjang sejarah dominasi Bayern selalu terpecah oleh Borussia Monchengladbach pada 1970-an, Hamburg pada 1980-an, ataupun Dortmund pada 1990-an dan 2000-an.
Lihat Juga :