3 Ketua Umum PSSI Paling Kontroversial
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah juga membekukan pendanaan dan bantuan semua kegiatan keolahragaan untuk PSSI sampai terbentuk pengurus baru. Beberapa kasus kontroversi yang pernah jadi perbincangan masyarakat, yakni Masalah Mengantre di PSSI, Masa Pembentukan Komite Normalisasi, Konflik Alfred Riedl dan Indonesia Premier League
dan Konflik PSSI terhadap Kemenpora
3. Joko Driyono
Joko Driyono yang sempat menjadi Ketua Umum PSSI pada priode 2019 yang menggantikan Edy Rahmayadi karena mengundurkan diri sempat menjadi kontroversional karena kedudukannya sebagai Ketua Umum PSSI 2019.
Ini dia sederet kontroversi yang pernah dilakukan olehnya. Joko Driyanto menjadi tersangka karena memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di Rasuna Office Park. Satgas kemudian menyita 75 barang bukti dari penggeledahan tersebut, diantaranya sembilan buah handphone, uang tunai, buku tabungan, dan kartu kredit. Usai penggeledahan di apartemen Joko Driyanto.
Joko Driyanto tidak melolosakan Pro Duta dan Kalteng Putra. Kontroversi ini awalnya terjadi ketika juara dan runner-up playoff LPI, Pro Duta dan Persepar Palangkaraya (Kalteng Putra). Hal ini dikarenakan mereka tidak memenuhi salah satu dari lima aspek verifikasi, yakni infrastruktur, keuangan, sporting (pembinaan usia dini), legal (hukum), dan administrasi. Kontroversi Semen Padang sampai Persebaya vs Persik Kediri.
(MG/ Nabillah Amanda Rahmawaty)
dan Konflik PSSI terhadap Kemenpora
3. Joko Driyono
Joko Driyono yang sempat menjadi Ketua Umum PSSI pada priode 2019 yang menggantikan Edy Rahmayadi karena mengundurkan diri sempat menjadi kontroversional karena kedudukannya sebagai Ketua Umum PSSI 2019.
Ini dia sederet kontroversi yang pernah dilakukan olehnya. Joko Driyanto menjadi tersangka karena memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di Rasuna Office Park. Satgas kemudian menyita 75 barang bukti dari penggeledahan tersebut, diantaranya sembilan buah handphone, uang tunai, buku tabungan, dan kartu kredit. Usai penggeledahan di apartemen Joko Driyanto.
Joko Driyanto tidak melolosakan Pro Duta dan Kalteng Putra. Kontroversi ini awalnya terjadi ketika juara dan runner-up playoff LPI, Pro Duta dan Persepar Palangkaraya (Kalteng Putra). Hal ini dikarenakan mereka tidak memenuhi salah satu dari lima aspek verifikasi, yakni infrastruktur, keuangan, sporting (pembinaan usia dini), legal (hukum), dan administrasi. Kontroversi Semen Padang sampai Persebaya vs Persik Kediri.
(MG/ Nabillah Amanda Rahmawaty)
(yov)
Lihat Juga :