alexametrics

Sempurnakan Taktik Baru, Lini Depan Barcelona Makin Mematikan

loading...
Sempurnakan Taktik Baru, Lini Depan Barcelona Makin Mematikan
Barcelona sempat terseok-seok ketika La Liga musim 2019/2020 dilanjutkan.Tapi, itu diyakini sudah berakhir setelah Quique Setien menyempurnakan taktik baru. Foto: reuters
A+ A-
BARCELONA - Barcelona sempat terseok-seok ketika La Liga musim 2019/2020 dilanjutkan lagi. Dari enam pertandingan pertama, El Azulgrana hanya mencatat tiga menang dan tiga imbang. Tapi, periode negatif itu diyakini sudah berakhir setelah Quique Setien menyempurnakan taktik baru.

Barcelona mendapat kritikan setelah terjegal dua kali secara beruntun, yakni ditahan Celta Vigo (2-2) dan Atletico Madrid (2-2). Pasalnya, hasil minim itu menyebabkan Ivan Rakitic dkk kini tertinggal empat poin dari Real Madrid.

(Baca Juga: Di Atas Kertas, Real Madrid Sudah Kunci Gelar Primera Liga 2019-2020)

Tapi, situasinya dipercaya telah berubah. Sekarang, klub Katalan itu kecil kemungkinannya akan terpeleset lagi. Pasalnya, Setien telah menyempurnakan strategi baru yang membuat daya serang Barcelona kembali menggila.



Itu tersaji saat melibas Villarreal 4-1 di Estadio de la Ceramica, Senin (6/7). Pada laga tandang itu, Barcelona memakai skema 4-3-1-2 untuk ketiga kalinya pada musim ini. Taktik itu membuat trio Lionel Messi, Luis Suarez dan Antoine Griezmann jadi makin bebahaya.

Taktik tersebut pernah diuji Setien saat Barcelona menyambangi Real Betis yang berujung kemenangan 3-2 pada 10 Februari lalu. Kala itu, Messi sebagai penyerang kanan berduet dengan Griezmann dengan disokong Arturo Vidal.



Juga ketika bermain 2-2 kontra Atletico Madrid di Camp Nou. Saat itu Messi tetap sebagai penyerang kanan menemani Suarez yang ada di kiri. Keduanya mendapt bantuan dari Riqui Puig yang berada di depan Rakitic, Sergio Busquets dan Vidal.

Kali ini berbeda. Messi tidak lagi bertugas sebagai penyerang. Tapi, berganti peran menjadi playmaker di belakang Griezmann yang bertugas di kanan dan Suarez di kiri. La Pulga juga ikut ditopang trio di lini tengah, yakni Sergi Roberto, Busquets dan Vidal.

Perubahan itu terbukti meningkatkan agresivitas Barcelona. Klub Katalan bisa langsung menyerang sejak awal laga yang memaksa Pau Torres melakukan gol bunuh diri. Setelah itu, Messi sukses merancang gol Suarez dan Griezmann, yang ditutup gol Ansu Fati.

Disebutkan skema 4-3-1-2 tidak hanya membuat trio lini depan Barcelona kian mematikan, juga memungkinkan dua full-back ikut membantu serangan dan menawarkan permainan lebih melebar. Taktik ini lebih efisien ketimbang 4-3-3 yang hanya menampilkan gaya serangan statis.

(Baca Juga: Bikin Gerah Zidane, Allegri Kedipkan Mata kepada Real Madrid)

Sepanjang musim ini, baik ketika diasuh Ernesto Valverde, dan kini era Setien, Barcelona sudah memakai enam pola permainan, yakni 4-3-3, 4-2-3-1, 3-5-2, 3-4-3, 4-4-2 dan 4-3-1-2. Taktik 4-3-3 paling banyak digunakan dengan catatan 22 menang, tujuh imbang dan lima kalah.

Pola 4-2-3-1 menghasilkan satu menang dan satu imbang. Lalu, 3-5-2 dengan dua menang dan sekali kalah. Sementara 3-4-3 hanya dipakai satu kali yang berujung kemenangan 2-1 atas Ibiza di Copa del Rey.

Sedangkan 4-4-2 mencatat satu imbang dan satu kalah. Lalu, 4-3-1-2 membukukan dua menang dan satu imbang. Penyempurnaan taktik 4-3-1-2 diyakini menjadi jawaban atas menurunnya daya ledak Barcelona. Sayangnya, cukup banyak yang menilai ini sudah terlambat.
(mirz)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak