Profil Francesco Bagnaia, Pembalap Pertama Jebolan Akademi VR46 Juara Dunia MotoGP 2022
Minggu, 06 November 2022 - 21:11 WIB
loading...
A
A
A
BACA JUGA: Francesco Bagnaia Pembalap Kedua dalam Sejarah Tim Ducati Juara Dunia MotoGP
Pecco sapaan akrabnya lantas direkrut VR46 Riders (tim besutan Valentino Rossi). Setelah finis kedua di akhir Kejuaraan PreGP 125, Bagnaia berpartisipasi dalam Kejuaraan Spanyol 2011 dan 2012 di kategori 125cc dan Moto3. Dia menyelesaikan kedua musim dengan kemenangan dan tempat ketiga di klasemen akhir masing-masing.
Selang satu tahun kemudian, Pecco melakukan debut Kejuaraan Dunia Moto3 pada tahun 2013 bersama Tim Italia sebelum bergabung dengan SKY Racing Team VR46 yang baru dibentuk pada tahun berikutnya. Pada 2015, dengan Tim Aspar, pembalap yang menganggap dirinya sebagai koki lantaran hobi memasak tersebut mencetak podium pertamanya dengan finis ketiga di GP Prancis.
Pada 2016, kemenangan pertamanya di Kejuaraan Dunia tiba di Assen, dan dengan enam podium (termasuk dua kemenangan), ia mengakhiri musim ketiganya di Moto3 di tempat keempat secara keseluruhan dengan 145 poin. Pada 2017, Bagnaia pindah ke Moto2 dengan Sky Racing Team VR46 dan memenangkan penghargaan Rookie of the Year terbaik, mengakhiri musim pertamanya di kategori tersebut dengan empat podium.
Satu tahun kemudian, Bagnaia sukses memenangkan kejuaraan dunia Moto2 setelah merebut delapan kemenangan dari 12 podium dalam satu musim. Keberhasilan itu membuatnya promosi ke MotoGP setelah dipinang Pramac Racing Team.
Setelah bagian pertama musim yang didedikasikan untuk beradaptasi dengan kategori baru, Pecco mulai bersinar pada akhir 2019, mencapai tempat keempatdi GP Australia. Pada 2020, lagi-lagi bersama tim satelit Italia Ducati, pembalap asal Turin itu mencetak podium pertamanya (tempat kedua) di MotoGP Misano.
Pecco sapaan akrabnya lantas direkrut VR46 Riders (tim besutan Valentino Rossi). Setelah finis kedua di akhir Kejuaraan PreGP 125, Bagnaia berpartisipasi dalam Kejuaraan Spanyol 2011 dan 2012 di kategori 125cc dan Moto3. Dia menyelesaikan kedua musim dengan kemenangan dan tempat ketiga di klasemen akhir masing-masing.
Selang satu tahun kemudian, Pecco melakukan debut Kejuaraan Dunia Moto3 pada tahun 2013 bersama Tim Italia sebelum bergabung dengan SKY Racing Team VR46 yang baru dibentuk pada tahun berikutnya. Pada 2015, dengan Tim Aspar, pembalap yang menganggap dirinya sebagai koki lantaran hobi memasak tersebut mencetak podium pertamanya dengan finis ketiga di GP Prancis.
Pada 2016, kemenangan pertamanya di Kejuaraan Dunia tiba di Assen, dan dengan enam podium (termasuk dua kemenangan), ia mengakhiri musim ketiganya di Moto3 di tempat keempat secara keseluruhan dengan 145 poin. Pada 2017, Bagnaia pindah ke Moto2 dengan Sky Racing Team VR46 dan memenangkan penghargaan Rookie of the Year terbaik, mengakhiri musim pertamanya di kategori tersebut dengan empat podium.
Satu tahun kemudian, Bagnaia sukses memenangkan kejuaraan dunia Moto2 setelah merebut delapan kemenangan dari 12 podium dalam satu musim. Keberhasilan itu membuatnya promosi ke MotoGP setelah dipinang Pramac Racing Team.
Setelah bagian pertama musim yang didedikasikan untuk beradaptasi dengan kategori baru, Pecco mulai bersinar pada akhir 2019, mencapai tempat keempatdi GP Australia. Pada 2020, lagi-lagi bersama tim satelit Italia Ducati, pembalap asal Turin itu mencetak podium pertamanya (tempat kedua) di MotoGP Misano.
Lihat Juga :