Kisah Muhammad Ali Duel Lawan Richard Dunn Tukang Bangunan yang Melegenda
Senin, 05 Desember 2022 - 14:37 WIB
loading...
Kisah Muhammad Ali Duel Lawan Richard Dunn Tukang Bangunan yang Melegenda/TalkSport
A
A
A
Kisah Muhammad Ali duel lawan Richard Dunn seorang tukang bangunan yang merupakan kemenangan KO terakhir dengan menggunakan pukulan khusus dari Bruce Lee. Kemenangan KO terakhir Muhammad Ali itu terjadi saat melawan tukang bangunan pemberani asal Bradford, Inggris, bernama Richard Dunn.
Pada saat pertarungan yang digelar 24 Mei 1976, The Greatest berusia 34 tahun dan memasuki masa kekuasaan keduanya sebagai juara dunia kelas berat. Dua tahun sebelumnya, pada tahun 1974, Ali mengalahkan George Foreman untuk merebut kembali mahkotanya dalam 'Rumble in the Jungle'.
Setelah itu, Ali muncul sebagai pemenang dari pertarungan triloginya dengan Joe Frazier - 'Thrilla in Manila' - pada tahun 1975. Sang juara membuat tiga kali mempertahankan gelar dalam empat bulan melawan penantang yang lebih rendah. Yang ketiga ditetapkan untuk melawan juara Eropa di Munich, Jerman.
Baca Juga: Bakhodir Jalolov, Raja KO Tak Terkalahkan Ancam Top 10 Petinju Kelas Berat
Bernd August dari Jerman didapuk untuk tugas ini dan harus melewati satu pertarungan terakhir dengan juara Inggris dan Persemakmuran untuk mengamankan tempatnya sebagai penantang Ali berikutnya. Richard Dunn, bahkan tidak dapat sepenuhnya mendedikasikan dirinya untuk tinju, tetap dalam pekerjaannya sebagai tukang bangunan selama kariernya dan tidak mampu membayar rekan tanding.
Dia diremehkan saat melawan August karena telah mengalami sembilan kekalahan dalam kariernya, sementara sang juara asal Jerman itu hanya kalah dua kali sebelumnya. Namun, Dunn memiliki ide lain dan mengukir penampilan terbaiknya, menghentikan August dalam tiga ronde untuk merebut gelar Eropa dan mengambil kesempatan melawan Ali.
Pada saat pertarungan yang digelar 24 Mei 1976, The Greatest berusia 34 tahun dan memasuki masa kekuasaan keduanya sebagai juara dunia kelas berat. Dua tahun sebelumnya, pada tahun 1974, Ali mengalahkan George Foreman untuk merebut kembali mahkotanya dalam 'Rumble in the Jungle'.
Setelah itu, Ali muncul sebagai pemenang dari pertarungan triloginya dengan Joe Frazier - 'Thrilla in Manila' - pada tahun 1975. Sang juara membuat tiga kali mempertahankan gelar dalam empat bulan melawan penantang yang lebih rendah. Yang ketiga ditetapkan untuk melawan juara Eropa di Munich, Jerman.
Baca Juga: Bakhodir Jalolov, Raja KO Tak Terkalahkan Ancam Top 10 Petinju Kelas Berat
Bernd August dari Jerman didapuk untuk tugas ini dan harus melewati satu pertarungan terakhir dengan juara Inggris dan Persemakmuran untuk mengamankan tempatnya sebagai penantang Ali berikutnya. Richard Dunn, bahkan tidak dapat sepenuhnya mendedikasikan dirinya untuk tinju, tetap dalam pekerjaannya sebagai tukang bangunan selama kariernya dan tidak mampu membayar rekan tanding.
Dia diremehkan saat melawan August karena telah mengalami sembilan kekalahan dalam kariernya, sementara sang juara asal Jerman itu hanya kalah dua kali sebelumnya. Namun, Dunn memiliki ide lain dan mengukir penampilan terbaiknya, menghentikan August dalam tiga ronde untuk merebut gelar Eropa dan mengambil kesempatan melawan Ali.
Lihat Juga :