Legenda Persib: Banyak yang Dirugikan oleh Menpora
Rabu, 03 Juni 2015 - 09:11 WIB
Legenda Persib: Banyak yang Dirugikan oleh Menpora
A
A
A
BANDUNG - Mantan pemain Persib Bandung era 1980-an, Giantoro, mempertanyakan sikap Menpora Imam Nahrawi yang membekukan PSSI. Apalagi pembekuan berujung dengan turunnya sanksi FIFA terhadap Indonesia.
"Semua pihak banyak yang dirugikan oleh langkah Menpora. Mulai dari pemain, pelatih, pedagang, semua banyak yang dirugikan," kata Giantoro, Selasa (2/6/2015).
Dampak nyata yang dirasakan adalah tidak berjalannya kompetisi akibat tidak mendapat restu dari pemerintah, dalam hal ini Kemenpora. Akibatnya, insan sepakbola kini banyak yang menganggur dan kehilangan sumber pendapatannya.
Setelah kondisi yang terjadi, ia belum melihat langkah nyata yang dilakukan Menpora dan para pihak terkait. "Saya melihat belum ada satu pun langkah nyata yang dilakukan," cetusnya.
Salah satu program yang akan dijalankan adalah digulirkannya turnamen oleh Tim Transisi bentukan Kemenpora. Tapi hal itu justru menimbulkan pertanyaan baru.
"Permasalahannya kalau PSSI-nya dibekukan, arah (turnamen) ini mau ke mana? Harusnya (turnamen) itu agar kita bisa berkompetisi di luar Indonesia pada akhirnya. Kalau ini dilakukan, mau ke mana ujung pangkalnya," tuturnya.
Ia pun meminta Menpora dan jajarannya datang dengan solusi nyata dan jelas untuk membangun sepakbola Indonesia. Menpora, PSSI, dan semua pihak terkait harus duduk bersama menuntaskan persoalan yang ada. Sehingga nantinya tidak ada lagi pihak yang dirugikan.
Selain itu, harus ada tujuan dan target yang ingin dicapai hingga nanti sanksi FIFA dicabut. "Misalnya sekarang melakukan pembinaan pemain usia dini sehingga saat nanti lepas dari sanksi Indonesia bisa berprestasi (saat bisa berlaga di event internasional," jelas Giantoro.
"Semua pihak banyak yang dirugikan oleh langkah Menpora. Mulai dari pemain, pelatih, pedagang, semua banyak yang dirugikan," kata Giantoro, Selasa (2/6/2015).
Dampak nyata yang dirasakan adalah tidak berjalannya kompetisi akibat tidak mendapat restu dari pemerintah, dalam hal ini Kemenpora. Akibatnya, insan sepakbola kini banyak yang menganggur dan kehilangan sumber pendapatannya.
Setelah kondisi yang terjadi, ia belum melihat langkah nyata yang dilakukan Menpora dan para pihak terkait. "Saya melihat belum ada satu pun langkah nyata yang dilakukan," cetusnya.
Salah satu program yang akan dijalankan adalah digulirkannya turnamen oleh Tim Transisi bentukan Kemenpora. Tapi hal itu justru menimbulkan pertanyaan baru.
"Permasalahannya kalau PSSI-nya dibekukan, arah (turnamen) ini mau ke mana? Harusnya (turnamen) itu agar kita bisa berkompetisi di luar Indonesia pada akhirnya. Kalau ini dilakukan, mau ke mana ujung pangkalnya," tuturnya.
Ia pun meminta Menpora dan jajarannya datang dengan solusi nyata dan jelas untuk membangun sepakbola Indonesia. Menpora, PSSI, dan semua pihak terkait harus duduk bersama menuntaskan persoalan yang ada. Sehingga nantinya tidak ada lagi pihak yang dirugikan.
Selain itu, harus ada tujuan dan target yang ingin dicapai hingga nanti sanksi FIFA dicabut. "Misalnya sekarang melakukan pembinaan pemain usia dini sehingga saat nanti lepas dari sanksi Indonesia bisa berprestasi (saat bisa berlaga di event internasional," jelas Giantoro.
(rus)