Sriwijaya FC Butuh Rp8 Miliar untuk Hidupi Pemain
Rabu, 03 Juni 2015 - 12:30 WIB
Sriwijaya FC Butuh Rp8 Miliar untuk Hidupi Pemain
A
A
A
PALEMBANG - Keputusan manajemen Sriwijaya FC untuk mempertahankan tim membawa konsekuensi membengkaknya pengeluaran. Direktur keuangan PT.Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Yulizar menyatakan, memerlukan uang sekitar Rp 8 miliar untuk membiayai kebutuhan tim.
"Dengan keputusan kita tetap mempertahankan tim. Pastinya kami membutuhkan biaya lagi. Kira-kira sekitar Rp 8 miliar,"kata Yulizar.
Dilanjutkannya, uang itu diperlukan membayar gaji pemain dan pelatih sampai Desember. Setelah bulan itu, semua kontrak pemain telah rampung. "Semuannya kebutuhan biaya gaji pemain dan pelatih hingga bulan Desember. Bagaimana pun caranya kita harus mendapatkan uang itu dari para sponsor,"ucapnya.
Sebelumnya manajemen mematok uang sebesar Rp35 miliar merupakan biaya tim selama satu musim pada kompetisi QNB League 2015. Kendati demikian manajemen sebelumnya telah mengeluarkan uang sebanyak Rp20 miliar."Jadi semuanya kita butuh 28 miliar rupiah walapun kompetisi tidak berjalan. Karena kita memiliki banyak pemain-pemain bintang,"ungkapnya.
Sedangkan untuk kontrak manajemen tetap menggunakan ikatan kerja terhitung satu musim. Setelah rampung musim 2015, para pemain Laskar Wong Kito mendapatkan kontrak baru.
"Gaji pemain sesuai dengan kesepakatan 10 persen bagi yang tinggal di rumah dan 25 persen memilih tetap latihan. Tetapi kalau kondisi persepakbolaan di Indonesia kembali pulih, gaji para pemain otomatis kembali normal di bayarkan 100 persen,"pungkasnya.
"Dengan keputusan kita tetap mempertahankan tim. Pastinya kami membutuhkan biaya lagi. Kira-kira sekitar Rp 8 miliar,"kata Yulizar.
Dilanjutkannya, uang itu diperlukan membayar gaji pemain dan pelatih sampai Desember. Setelah bulan itu, semua kontrak pemain telah rampung. "Semuannya kebutuhan biaya gaji pemain dan pelatih hingga bulan Desember. Bagaimana pun caranya kita harus mendapatkan uang itu dari para sponsor,"ucapnya.
Sebelumnya manajemen mematok uang sebesar Rp35 miliar merupakan biaya tim selama satu musim pada kompetisi QNB League 2015. Kendati demikian manajemen sebelumnya telah mengeluarkan uang sebanyak Rp20 miliar."Jadi semuanya kita butuh 28 miliar rupiah walapun kompetisi tidak berjalan. Karena kita memiliki banyak pemain-pemain bintang,"ungkapnya.
Sedangkan untuk kontrak manajemen tetap menggunakan ikatan kerja terhitung satu musim. Setelah rampung musim 2015, para pemain Laskar Wong Kito mendapatkan kontrak baru.
"Gaji pemain sesuai dengan kesepakatan 10 persen bagi yang tinggal di rumah dan 25 persen memilih tetap latihan. Tetapi kalau kondisi persepakbolaan di Indonesia kembali pulih, gaji para pemain otomatis kembali normal di bayarkan 100 persen,"pungkasnya.
(aww)