Kompetisi Terhenti, Bobotoh Unjuk Rasa

Rabu, 03 Juni 2015 - 14:50 WIB
Kompetisi Terhenti,...
Kompetisi Terhenti, Bobotoh Unjuk Rasa
A A A
BANDUNG - Suporter fanatik Persib Bandung menggelar berencana menggelar aksi unjuk rasa‎ terkait berhentinya kompetisi tertinggi tanah air. Pasalnya dengan berhentinya kompetisi tersebut sudah cukup banyak pihak yang dirugikan.

Seperti diketahui, nasib sepak bola Indonesia memang tengah dalam kondisi muram. Bukan hanya kompetisi yang terhenti, namun Indonesia pun tengah disanksi FIFA lantaran sikap Menpora Imam Nahrawi yang tidak juga mencabut SK Pembekuan terhadap PSSI.

Salah satu pengurus Viking Persib Club (VPC), Dadan Koswara mengatakan aksi yang akan dilakukan, Kamis (4/6/2015), tepat pukul 10.00 WIB bukanlah untuk mendukung salah satu pihak yang tengah berkonflik, baik itu kubu Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) maupun PSSIselaku induk organisasi sepak bola tanah air. Bagi Gareng -sapaan akrab Dadan- aksi ini sebagai bentuk keprihatinan bobotoh atas carut marutnya persepak bolaan tanah air.

Rencananya, kata Gareng, ribuan bobotoh yang berasal dari seluruh distrik se-Jawa Barat akan melakukan long march dari Stadion Persib (Sidolig), Jalan Ahmad Yani Bandung menuju Gedung Sate yang berada di Jalan Dipenogoro Bandung.

Aspirasi tersebut akan ditunjukkan kepada seluruh anggota dewan, agar kisruh yang terjadi antara kubu Menpora dan‎ PSSI segera berakhir, sehingga kompetisi resmi yang dinantikan dapat kembali berjalan seperti semula.

"Setelah melakukan pertemuan dengan seluruh distrik se-Jawa Barat, kemarin malam (2/6), kita mengambil kesimpulan akan menyampaikan aspirasi kita agar‎ sepak bola kita jalan kembali. Pada intinya kita ingin ada sepak bola ada kompetisi, baik itu operatornya liga atau siapa. Jadi Menpora dan PSSI kembalilah ke jalan yang benar. Politik jangan dibawa ke ranah sepak bola," tegas Gareng saat ditemui di sapaan Sekretariat Viking, Gurame, Bandung, Rabu (3/6/2015).

Namun Gareng mengimbau selama aksi dilakukan, para bobotoh tidak melakukan tindakan anarkis ataupun menyerukan kata-kata rasis. "Aksi ini judulnya aksi damai. Tanpa anarkis, mabuk-mabukan, ataupun mengeluarkan kata-kata rasis. Kalau melakukan seperti itu, kita akan segera amankan," pungkasnya.
(bbk)
Berita Terkait
HUT PSSI ke-90, Menpora...
HUT PSSI ke-90, Menpora Berharap Sepak Bola Nasional Tak Jalan di Tempat
Skenario New Normal,...
Skenario New Normal, Bagaimana Nasib Sepak Bola Nasional?
Persikad Minta PSSI...
Persikad Minta PSSI Jatuhkan Sanksi untuk Pemain Tak Sportif
Akademisi Dorong Revolusi...
Akademisi Dorong Revolusi Pembinaan Talenta dan Potensi SDM Sepak Bola Nasional
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
PSSI-Kemenpora Siapkan...
PSSI-Kemenpora Siapkan Database Raksasa Statistik Pemain Muda
Berita Terkini
Sundulan Issa Diop Paksa...
Sundulan Issa Diop Paksa Laga Belanda vs Maroko Lanjut ke Extra Time
33 menit yang lalu
Gol Jonathan Tah Dibatalkan,...
Gol Jonathan Tah Dibatalkan, VAR Rampas Mimpi Jerman?
1 jam yang lalu
Menit ke-95! Martinelli...
Menit ke-95! Martinelli Tulis Rekor Baru Piala Dunia
2 jam yang lalu
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Profil Orlando Gill,...
Profil Orlando Gill, Pahlawan Paraguay yang Kubur Ambisi Jerman di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
5 Fakta Menarik Jerman...
5 Fakta Menarik Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Pecah Rekor Adu Penalti
3 jam yang lalu
Infografis
AS Unjuk Kekuatan dengan...
AS Unjuk Kekuatan dengan 12 Pesawat Pengebom Siluman Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved