PSSI Minta Bantuan FIFA dan AFC untuk Ketemu Jokowi
Jum'at, 05 Juni 2015 - 21:33 WIB
PSSI Minta Bantuan FIFA dan AFC untuk Ketemu Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) meminta bantuan kepada FIFA dan AFC untuk berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Hal ini terkait sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Indonesia.
Seperti diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia per 30 Mei 2015. Sanksi itu membuat Indonesia diasingkan dari sepak bola internasional.
Tim nasional Indonesia dan klub-klub dari Indonesia tidak diperbolehkan untuk mengikuti turnamen yang diselenggarakan oleh negara-negara yang bernaung di bawah FIFA. Hingga kini belum jelas kapan sanksi ini dicabut.
"Kami sudah berkomunikasi dengan FIFA dan AFC untuk mengundang mereka berbicara dengan Presiden Joko Widodo. Kami sedang mencari waktu yang tepat," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Azwan Karim, Jumat (5/6).
Disertakannya FIFA dan AFC diakui Azwan lantaran pihaknya mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Padahal, Azwan menilai komunikasi bisa jadi solusi untuk permasalahan sanksi tersebut. "Masalahnya, komunikasinya susah," pungkasnya.
Untuk diketahui, FIFA baru akan mencabut sanksi itu jika pengelolaan sepak bola di Indonesia kembali diserahkan sepenuhnya kepada PSSI. Saat ini, PSSI tengah dibekukan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga.
Tindakan itu dinilai FIFA merupakan sebuah intervensi pemerintah kepada pengelolaan sepak bola. Padahal, menurut statuta FIFA, pengelolaan sepak bola harus dikelola secara independen oleh asosiasi sepak bola di negara tersebut.
Seperti diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia per 30 Mei 2015. Sanksi itu membuat Indonesia diasingkan dari sepak bola internasional.
Tim nasional Indonesia dan klub-klub dari Indonesia tidak diperbolehkan untuk mengikuti turnamen yang diselenggarakan oleh negara-negara yang bernaung di bawah FIFA. Hingga kini belum jelas kapan sanksi ini dicabut.
"Kami sudah berkomunikasi dengan FIFA dan AFC untuk mengundang mereka berbicara dengan Presiden Joko Widodo. Kami sedang mencari waktu yang tepat," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Azwan Karim, Jumat (5/6).
Disertakannya FIFA dan AFC diakui Azwan lantaran pihaknya mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Padahal, Azwan menilai komunikasi bisa jadi solusi untuk permasalahan sanksi tersebut. "Masalahnya, komunikasinya susah," pungkasnya.
Untuk diketahui, FIFA baru akan mencabut sanksi itu jika pengelolaan sepak bola di Indonesia kembali diserahkan sepenuhnya kepada PSSI. Saat ini, PSSI tengah dibekukan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga.
Tindakan itu dinilai FIFA merupakan sebuah intervensi pemerintah kepada pengelolaan sepak bola. Padahal, menurut statuta FIFA, pengelolaan sepak bola harus dikelola secara independen oleh asosiasi sepak bola di negara tersebut.
(bbk)