Sriwijaya FC Susul Bubar, Ini Curhat sang Manajer
Selasa, 16 Juni 2015 - 17:17 WIB
Sriwijaya FC Susul Bubar, Ini Curhat sang Manajer
A
A
A
PALEMBANG - Manajer Sriwijaya FC (SFC) Robert Heri tidak tahan lagi dengan memburuknya konflik sepak bola di Tanah Air. Alhasil, manajemen Laskar Wong Kito memberikan batasan waktu selama satu pekan tim bisa dibubarkan.
''Kami (manajemen) tidak tahan lagi melihat konflik sekarang ini. Dalam waktu dekat SFC akan kami bubarkan,''tegas Robert dihubungi melalui Selasa, (16/6).
Dilanjutkannya, tim terlihat tidak tahu arah apa yang harus dilakukan selama kekosongan kompetisi ini. Sedangkan konflik antara Menpora dan PSSI terus menjadi-jadi sehingga seperti tidak ada benang merah kisruh akan mereda.
"Konflik terus saja terjadi malah semakin memanas. Kami berpikir akan ada kejelasan dan kompetisi tidak lama lagi berjalan. Kalau seperti ini, wajar kami bubarkan saja tim,"tegas Robert.
Selain itu, pertimbangan manajemen untuk membubarkan Laskar Wong Kito terkait gaji yang terus digelontorkan kepada pelatih dan pemain. Manajemen mengaku rugi besar kalau hanya memberikan uang tanpa ada kompensasi dari para pemain tersebut.
"Jelas kami juga rugi besar terus memberikan gaji sebesar 25 persen hingga Desember nanti. Sedangkan tidak ada yang dilakukan oleh pemain. Itu yang menjadi pertimbangan kami yang nantinya bisa saja membubarkan tim ini,"ungkapnya.
Terakhir Robert juga memberikan izin kepada para pemain yang ingin mencari kehidupan mengikuti liga antar kampung alias tarkam. Atau hijrah ke luar negeri bergabung bersama klub luar. Hal itu wajar saja dilakukan pemain untuk menyambung kehidupannya.
"Kita persilakan kalau pemain ingin berlaga di luar kooridor SFC sekarang ini. Karena mereka juga butuh mengembangkan sayap dan menjadi solusi sendiri terkait konflik yang ada sekarang,"pungkasnya.
''Kami (manajemen) tidak tahan lagi melihat konflik sekarang ini. Dalam waktu dekat SFC akan kami bubarkan,''tegas Robert dihubungi melalui Selasa, (16/6).
Dilanjutkannya, tim terlihat tidak tahu arah apa yang harus dilakukan selama kekosongan kompetisi ini. Sedangkan konflik antara Menpora dan PSSI terus menjadi-jadi sehingga seperti tidak ada benang merah kisruh akan mereda.
"Konflik terus saja terjadi malah semakin memanas. Kami berpikir akan ada kejelasan dan kompetisi tidak lama lagi berjalan. Kalau seperti ini, wajar kami bubarkan saja tim,"tegas Robert.
Selain itu, pertimbangan manajemen untuk membubarkan Laskar Wong Kito terkait gaji yang terus digelontorkan kepada pelatih dan pemain. Manajemen mengaku rugi besar kalau hanya memberikan uang tanpa ada kompensasi dari para pemain tersebut.
"Jelas kami juga rugi besar terus memberikan gaji sebesar 25 persen hingga Desember nanti. Sedangkan tidak ada yang dilakukan oleh pemain. Itu yang menjadi pertimbangan kami yang nantinya bisa saja membubarkan tim ini,"ungkapnya.
Terakhir Robert juga memberikan izin kepada para pemain yang ingin mencari kehidupan mengikuti liga antar kampung alias tarkam. Atau hijrah ke luar negeri bergabung bersama klub luar. Hal itu wajar saja dilakukan pemain untuk menyambung kehidupannya.
"Kita persilakan kalau pemain ingin berlaga di luar kooridor SFC sekarang ini. Karena mereka juga butuh mengembangkan sayap dan menjadi solusi sendiri terkait konflik yang ada sekarang,"pungkasnya.
(aww)