Tercium Aroma Dendam dalam Kasus Neymar

Minggu, 21 Juni 2015 - 18:04 WIB
Tercium Aroma Dendam...
Tercium Aroma Dendam dalam Kasus Neymar
A A A
SANTIAGO - Aroma dendam tercium saat juru gedor Brazil, Neymar tidak mampu mengendalikan emosi saat bertemu dengan mantan pemain yang sempat membuatnya cedera pada ajang Piala Dunia 2014 lalu. Pada pertandingan babak kualifikasi Grup C Copa America 2015 yang mempertemukan Brazil kontra Kolombia, Neymar bertemu kembali dengan Juan Zuniga yang pernah membuatnya gagal melanjutkan perhelatan kompetisi terbesar sejagat, tahun lalu.

(Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Neymar Dihukum Berat)

Dendam Neymar tersebut ternyata berujung petaka, lantaran pemain Barcelona itu untuk kedua kalinya beruntun tidak bisa melanjutkan penampilannya dalam turnamen terbesar antar negara. Seperti diketahui Neymar mendapatkan kartu merah akibat terlibat keributan dengan para pemain Kolumbia sesudah wasit meniup peluit tanda laga berakhir. Insiden tersebut di awali Neymar yang menendang bola ke arah pemain Kolumbia, Pablo Armero sebagai luapan kekesalan atas kekalahan timnya sesudah wasit meniup peluit terakhir.

Tak terima dengan perlakuan Neymar, lantas salah seorang pemain Kolombia mendorong penyerang andalan skuat besutan Carlos Dunga tersebut. Akibatnya Neymar dan pemain Kolumbia, Carlos Bacca, mendapatkan kartu merah. Namun bila Bacca hanya dijatuhi hukuman dua kali larangan bertanding, Neymar justru mendapatkan hukuman lebih berat. Baru diketahui kemudian kenapa Neymar mendapatkan larangan bermain empat laga, karena sang pemain kedapatan menghina wasit di lorong menuju ruang ganti pemain.

Hukuman ini memastikan Neymar harus keluar dari kompetisi karena tidak akan tampil dalam seluruh pertandingan sisa di Copa America 2015. Ini kedua kalinya buat Neymar dipaksa berhenti lebih awal dari turnamen bergengsi, setelah Piala Dunia 2014 lalu. Di depan publik sendiri, Neymar juga tidak mampu melanjutkan kompetisi akibat cedera tulang punggung setelah dilanggar pemain Kolombia, Juan Zuniga di perempat final.

Setelahnya Zuniga bersikeras dia tidak bermaksud menyakiti Neymar dalam insiden tersebut dan mengajukan permintaan maaf. Neymar sendiri kabarnya sudah menerima permohonan maaf Zuniga, sementara itu, legenda sepak bola Brasil Ronaldo mengatakan Zuniga bermaksud untuk menyakiti Neymar. "Kita bisa lihat di TV ada niat dari pemain Kolombia untuk benar-benar menyebabkan luka," kata Ronaldo.

Tapi setelah insiden di Copa America, Neymar justru mencemooh Zuninga. "Bila Anda memanggil saya untuk meminta maaf, maka Anda adalah bajingan," ucap Neymar dilansir Marca. Ini berarti kedua kalinya Kolombia menjadi mimpi buruk buat Neymar.
(akr)
Berita Terkait
Agresivitas Kolombia...
Agresivitas Kolombia Menguap Diredam Venezuela
Bungkam 10 Pemain Bolivia,...
Bungkam 10 Pemain Bolivia, Paraguay Kuasai Klasemen Grup A
Hasil Babak I Copa America...
Hasil Babak I Copa America 2024: Jual Beli Serangan, Brasil vs Uruguay 0-0
Daftar Juara Copa America...
Daftar Juara Copa America Sepanjang Sejarah: Argentina Tersukses dengan Gelar ke-16!
Ambil Alih Tuan Rumah...
Ambil Alih Tuan Rumah Copa America 2021, Brasil Menuai Kritikan
Copa America 2021: Chile...
Copa America 2021: Chile Kudeta Paraguay Usai Kalahkan Bolivia
Berita Terkini
Gelandang Meksiko Gilberto...
Gelandang Meksiko Gilberto Mora Jadi Pemain Termuda di Piala Dunia 2026
50 menit yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jafar/Felisha Menang, Fajar/Fikri Tumbang
11 jam yang lalu
Adaptasi Cepat Jadi...
Adaptasi Cepat Jadi Modal Timnas Futsal U-17 Indonesia Menuju Spanyol
15 jam yang lalu
TC Timnas Futsal Indonesia...
TC Timnas Futsal Indonesia U-17 Digeber Jelang Beraksi di Spanyol
15 jam yang lalu
Dukung Skuad Garuda...
Dukung Skuad Garuda di POLYTRON Indonesia Open 2026, Ini Link Streaming VISION+
15 jam yang lalu
Deretan Laga Tim Nasional...
Deretan Laga Tim Nasional Dunia dalam Ajang Sportacular International Match, Live Streaming di VISION+
15 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved