Ketika Profesionalitas Dipaksa Kalah oleh Urusan Perut

Selasa, 23 Juni 2015 - 15:09 WIB
Ketika Profesionalitas...
Ketika Profesionalitas Dipaksa Kalah oleh Urusan Perut
A A A
SURABAYA - Klub Indonesia Super League terpaksa mengizinkan pemainnya mengikuti pertandingan sepak bola tarkam alias turnamen antarkampung di tengah mati surinya kompetisi musim ini. Kondisi lah yang memaksa profesionalitas seorang pemain kalah oleh urusan perut.

Persela Lamongan, Persegres Gresik United, dan Persebaya Surabaya adalah klub vakum yang pemainnya banyak mengikuti tarkam. Manajemen ketiga klub tersebut tidak mempersoalkan para pemain mengais rezeki di laga tarkam. Klub hanya bisa mengingatkan agar pemain berhati-hati dan tidak perlu mengambil risiko besar saat mengikuti tarkam.

"Menurut saya itu langkah yang logis karena pemain sudah tidak menerima gaji dari klub. Sedangkan mereka tetap bertanggungjawab menghidupi keluarganya. Pemain terang-terangan kalau mereka ikut tarkam, seperti Zaenal Arifin, Bijahil Chalwa, Dhanu Rosadhe dan pemain lain," tutur Didik Ludiyanto, asisten pelatih Persela Lamongan.

Diakuinya, klub maupun pelatih tidak lagi memiliki power ketika tidak ada lagi ikatan profesional antara pemain dan klub. Pelatih pada akhirnya hanya bisa memberikan wejangan bahwa bermain di tarkam penuh risiko dan karir sebagai pesepakbola profesional masih panjang.

"Kami sebagai pelatih tidak ingin karir pemain terancam hanya karena cedera di pertandingan tarkam. Saya rasa pemain sudah mengetahui bagaimana posisi mereka dan apa yang harus dilakukan. Semoga ikut tarkam bisa meringankan beban mereka,"tandas Didik.

Persegres juga mengetahui pasti banyak pemainnya bertebaran di turnamen amatir untuk mengais rezeki. Manajemen mengaku tidak bisa membatasi gerak pemain yang menanggalkan profesionalismenya karena memang klub sementara belum bisa menghidupi pemain.

"Mungkin kalau kompetisi berjalan dan pemain tetap gajian, kami bisa melarang mereka ikut tarkam.
Tapi karena kondisinya seperti ini, jadi kami tidak memiliki daya untuk melarang mereka. Kami sendiri berharap situasi ini tidak berlarut-larut," jelas Sekretaris Hendry Febri.

Selain Persegres, Persebaya Surabaya, dan Arema Cronus yang timnya masih eksis juga tak melarang pemainnya ikut tarkam. Striker Arema Cristian Gonzalez bahkan sempat mengikuti tarkam di Jakarta untuk menyeimbangkan keuangan.
(aww)
Berita Terkait
Tokoh Sepak Bola Nasional,...
Tokoh Sepak Bola Nasional, Andi Darussalam Tabusalla Meninggal Dunia
Nostalgia Sepak Bola...
Nostalgia Sepak Bola 'Kampung' di atas Gedung Pasar Utara Jakarta
Tim Ismed Sofyan Mengaum,...
Tim Ismed Sofyan Mengaum, Raih Gelar Bintang Muda 2025 dan Bawa Hadiah Rp100 Juta
Profil Alistair Smith,...
Profil Alistair Smith, Rekrutan Anyar PSSI Pengembang Kurikulum Sepak Bola
5 Wasit Sepak Bola dengan...
5 Wasit Sepak Bola dengan Bayaran Tertinggi, Nomor 1 Digaji Rp9,6 Miliar
Football Institute Beber...
Football Institute Beber Data Perwasitan di Indonesia
Berita Terkini
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
5 menit yang lalu
Messi Pemersatu, Ronaldo...
Messi Pemersatu, Ronaldo Biang Masalah Portugal
1 jam yang lalu
Hary Tanoesoedibjo Harap...
Hary Tanoesoedibjo Harap Atlet Maksimalkan Kemampuan di IIO 2026
1 jam yang lalu
IIO 2026 Resmi Dimulai,...
IIO 2026 Resmi Dimulai, Hary Tanoesoedibjo: Ini Komitmen POBSI Memajukan Biliar Indonesia
1 jam yang lalu
The Championships Wimbledon...
The Championships Wimbledon 2026 Tengah Berlangsung, Nonton Live Streaming di VISION+
1 jam yang lalu
Mengenal Michael Olise,...
Mengenal Michael Olise, Raja Assist dan Otak Serangan Prancis
3 jam yang lalu
Infografis
Kaya Emas, Pulau Ini...
Kaya Emas, Pulau Ini Berpotensi Diambil Alih oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved