Ini Alasan Komisi X Batalkan Raker dengan Menpora

Rabu, 24 Juni 2015 - 19:02 WIB
Ini Alasan Komisi X...
Ini Alasan Komisi X Batalkan Raker dengan Menpora
A A A
JAKARTA - Komisi X DPR RI akhirya membatalkan rapat kerja (raker) dengan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi. Pembatalan tersebut terpaksa dilakukan setelah wakil rakyat menilai Imam Nahrawi tidak mempunyai niat baik dalam menyelesaikan kisruh sepak bola nasional.

Sedianya, Komisi X akan menggelar raker dengan Menpora yang dijadwalkan usai rapat intern pada pukul 12.00 WIB. Namun, melihat perkembangan terakhir di mana Menpora mengundang Djohar Arifin untuk menyelesaikan konflik membuat Komisi X mengurungkan niat melakukan raker.

"Kita batalkan Raker dengan Menpora usai rapat intern kami pukul 12.00 WIB. Raker sendiri seharusnya dimulai pukul 1 siang," ujar anggota Komisi X Ridwan Hisjam, Rabu (24/6/2015).

Ridwan menambahkan, berdasarkan pasal 98 ayat 6 UU no 17 tahun 2014 Jo UU no 42 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD menyatakan bahwa keputusan dan kesimpulan Raker komisi atau gabungan komisi bersifat mengikat antara DPR dan Pemerintah serta wajib dilaksanakan Pemerintah.

"Kita anggap Menpora tidak memiliki niat baik dan mengabaikan Raker yang kita lakukan bersama pada 10 Juni 2015 lalu. Kita kecewa hingga batas waktu yang ditentukan pada 23 Juni 2015, Menpora tidak melakukan pertemuan dengan PSSI hasil KLB Surabaya 2015 yang diakui FIFA dan berdasarkan hasil penetapan PTUN Jakarta No 91/G/2015/PTUN. JKT tanggal 25 Mei yang menunda keberlakukan SK Menpora RI No 01307 tahun 2015 yang harus dipatuhi oleh semua pihak," tambah Ridwan.

Walau membatalkan raker, Ridwan menjelaskan pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan pemimpin DPR RI untuk menanyakan perkembangan surat pemimpin DPR RI kepada Presiden RI nomor PW/08304/DPR-RI/V/2015 tanggal 28 Mei 2015 yang meminta Presiden untuk memerintahkan Menpora untuk segera mengakhiri kisruh permasalahan sepak bola nasional.

"Kita akan terus mendesak Menpora untuk melaksanakan keputusan raker pada 5 Februari, 6 April, dan 10 Juni kemarin. Apabila tidak dilaksanakan Komisi X akan mempertimbangkan persetujuan terkait pembahasan RAPBN TA 2016 yang diajukan Menpora," urai Ridwan tegas.
(bbk)
Berita Terkait
Skenario New Normal,...
Skenario New Normal, Bagaimana Nasib Sepak Bola Nasional?
HUT PSSI ke-90, Menpora...
HUT PSSI ke-90, Menpora Berharap Sepak Bola Nasional Tak Jalan di Tempat
Kanal Bola Apresiasi...
Kanal Bola Apresiasi Kemenpora dan PSSI Sosialisasikan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola
Covid-19 buat PSSI Jalan...
Covid-19 buat PSSI Jalan di Tempat, Sponsor Berhenti, dan Tidak Ada Pemasukan
APBN Mendukung Sepakbola...
APBN Mendukung Sepakbola Nasional, Ada Rp127,10 Miliar Mengalir ke PSSI
PSSI-Kemenpora Siapkan...
PSSI-Kemenpora Siapkan Database Raksasa Statistik Pemain Muda
Berita Terkini
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
2 jam yang lalu
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
3 jam yang lalu
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
3 jam yang lalu
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
3 jam yang lalu
An Se-young Juara Indonesia...
An Se-young Juara Indonesia Open 2026, Rekor Susy Susanti Terancam
5 jam yang lalu
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Juara, Viktor Lai Taklukkan Istora di Final Indonesia Open 2026
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved