Di Ambang Sejarah

Rabu, 01 Juli 2015 - 11:15 WIB
Di Ambang Sejarah
Di Ambang Sejarah
A A A
SANTIAGO - Impian Cile meraih gelar pertama sepanjang sejarah selangkah lagi tercapai. La Roja berpeluang mengakhiri penantian 99 tahun menyusul keberhasilan menembus final Copa America 2105.

Pertama kali mengikuti kompetisi internasional pada 1916 (Copa America), Cile akan melakoni final kelima seusai meraih kemenangan 2-1 atas Peru kemarin pagi. Argentina (1955), Uruguay (1956, 1987), dan Paraguay (1979) bergantian menghentikan ambisi mereka.

Kini, Cile berharap kegagalan tersebut tidak terulang pada pertandingan di Estadio Nacional, Minggu (5/6). “Masuk final adalah angan yang kami dambakan. Peru hampir merusak rencana kami. Mereka bermain baik dan paling menyulitkan. Tentu lawan di partai puncak nanti turut merepotkan. Kami mesti mempersiapkan diri semaksimal mungkin,” tandas Pelatih Cile Jorge Sampioli, dilansir El Grafico.

Sebelum tahun ini, Cile sebenarnya mendapat kesempatan emas merebut trofi pada 1955. Ketika itu mereka juga berstatus tuan rumah. Sayang, La Rojahanya menduduki peringkat 2 pada kompetisi yang menggunakan sistem grup. Kekalahan 0-1 pada pertandingan pamungkas kontra Argentina menjadi biang keterpurukan mereka.

Arturo Vidal dkk dijamin akan berusaha keras memperbaiki nasib. Pasalnya, mereka merupakan salah satu anggota CONMEBOL yang hampa prestasi. Cile menyandang predikat tidak diinginkan itu bersama Ekuador dan Venezuela. Catatan tersebut terasa kurang menyenangkan mengingat Bolivia dan Peru, yang di atas kertas lebih lemah dibandingkan Cile, pernah memenangkan Copa America.

“Kami antusias menatap final. Kami ingin memberi kebahagiaan bagi masyarakat Cile. Semoga kami bisa melakukannya,” kata gelandang Cile Jorge Valdivia. Eduardo Vargas menjadi pahlawan Cile dengan memborong gol kemenangan atas Peru. Namun, kontroversi mencuat setelah rekaman kamera menunjukkan striker Napoli itu mencetak gol pertama La Roja dalam posisi offside.

Kredibilitas Cile pun diragukan. Mereka dianggap dibantu ofisial karena berstatus penyelenggara turnamen. Cile sebelumnya dinilai mendapat pertolongan korps berbaju hitam pada perempat final versus Uruguay. Pasukan Sampioli menghadapi 10 orang Uruguay karena wasit mengusir Edinson Cavani yang terkena provokasi Gonzalo Jara.

“Sebenarnya hal seperti ini wajar. Tuan rumah acap diuntungkan. Selain gol offside, kami juga semestinya mendapat penalti. Entah apa pertimbangan wasit. Tapi, Peru harus tetap bangga terhadap perjuangan kami,” tandas striker Peru Jose Paolo Guerrero.

Harley ikhsan
(ftr)
Berita Terkait
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Barati Grassroot Football...
Barati Grassroot Football Fest Jaring Talenta Muda Pesepakbola
Download Football Manager...
Download Football Manager Gratis! Begini Caranya
Berita Terkini
Maroko Temani Brasil...
Maroko Temani Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Haiti Tersingkir
13 menit yang lalu
Brasil Lolos ke Fase...
Brasil Lolos ke Fase Gugur usai Hajar Skotlandia: Vinicius Bersinar, Neymar Comeback
20 menit yang lalu
Demam Piala Dunia, Patung...
Demam Piala Dunia, Patung Ikonik Yesus Sang Penebus di Brasil Diselimuti Jersey Samba
1 jam yang lalu
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup B Piala Dunia 2026: Ada Alajbegovic Sang Pencetak Gol Jarak Jauh Termuda
2 jam yang lalu
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
2 jam yang lalu
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved