Hary Tanoesoedibjo: Menpora Layak Diganti

Minggu, 05 Juli 2015 - 16:49 WIB
Hary Tanoesoedibjo:...
Hary Tanoesoedibjo: Menpora Layak Diganti
A A A
JOMBANG - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menilai kinerja Imam Nahrawi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) buruk sehingga layak diganti. Menurut pria yang akrab disapa HT itu langkah Menpora dalam menangani sepak bola Indonesia sudah salah kaprah.

"Saya sangat menyesalkan apa yang terjadi di sepak bola Indonesia. Kalau ndak suka dengan pengurusnya, jangan organisasinya yang dimatikan," kata Hary Tanoesoedibjo seusai safari politik di Ponpes Tebuireng, Jombang, Minggu (5/7/2015).

Matinya kompetisi akibat kisruh sepak bola nasional berimbas terhadap eksistensi pemangku kepentingan sepak bola, seperi klub, pemain, pelatih, juga suporter. Sejumlah klub kolaps bahkan membubarkan diri. Sedangkan pemain kehilangan mata pencaharian utama, begitupun pelatih. Sementara suporter kehilangan tontonan berkualitas karena Indonesia sudah diisolasi FIFA dari pergaulan spak bola dunia. Menurut HT, untuk membangun kembali sepak bola nasional tentunya memerlukan dana yang sangat besar.

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) itu menyayangkan kondisi sepak bola tanah air yang terus berpolemik. HT menegaskan, jika memang Menpora dinilai tidak mampu mengemban amanat memberi dukungan pembinaan olahraga, maka jika Presiden RI Joko Widodo merencanakan reshuffle, Menpora pantas untuk diganti.

"Benar, reshuffle kabinet adalah hak Presiden. Tapi, kalau memang menterinya tidak bagus ya harus diganti," ujar HT.

Menurut HT, Indonesia butuh pemimpin yang mumpuni mulai dari yang paling atas hingga pada tingkatan pelaksana. Mumpuni artinya memiliki integritas dan juga kapasitas. Indonesia ini perlu solusi dan membutuhkan orang-orang yang memberikan jalan keluar dari masalah, bukan malah berpolemik dan menciptakan kegaduhan.

Ketika ditanya siapa yang layak menggantikan Imam Nahrawi, CEO MNC Group itu enggan menyebutkan nama yang pantas mengisi jabatan Menpora itu, karena memilih menteri sepenuhnya hak prerogatif Presiden. "Soal menteri kewenangan Presiden. Tapi, kalau ada yang tidak layak ya harus diganti," tegasnya.
(sha)
Berita Terkait
Skenario New Normal,...
Skenario New Normal, Bagaimana Nasib Sepak Bola Nasional?
HUT PSSI ke-90, Menpora...
HUT PSSI ke-90, Menpora Berharap Sepak Bola Nasional Tak Jalan di Tempat
Kanal Bola Apresiasi...
Kanal Bola Apresiasi Kemenpora dan PSSI Sosialisasikan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola
Covid-19 buat PSSI Jalan...
Covid-19 buat PSSI Jalan di Tempat, Sponsor Berhenti, dan Tidak Ada Pemasukan
APBN Mendukung Sepakbola...
APBN Mendukung Sepakbola Nasional, Ada Rp127,10 Miliar Mengalir ke PSSI
PSSI-Kemenpora Siapkan...
PSSI-Kemenpora Siapkan Database Raksasa Statistik Pemain Muda
Berita Terkini
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League Kudus: Scorpion FC U-15 dan Samba Persada Women U-18 Jadi Juara
3 jam yang lalu
UPH dan BINUS Berbagi...
UPH dan BINUS Berbagi Gelar di Campus League 2026 Regional Jakarta, Tatap The Nationals
3 jam yang lalu
Marco Bezzecchi Juara...
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Italia 2026
7 jam yang lalu
Depak Brasil, FA7 Indonesia...
Depak Brasil, FA7 Indonesia Tembus Babak Final IFA7 World Championship 2026
11 jam yang lalu
Paris Mencekam, Ratusan...
Paris Mencekam, Ratusan Suporter PSG Diamankan Polisi dalam Perayaan Gelar Liga Champions
13 jam yang lalu
PSG Juara Liga Champions...
PSG Juara Liga Champions 2026, Bawa Pulang Hadiah Rp447 Miliar
18 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Asnawi Kurang...
3 Alasan Asnawi Kurang Layak Jadi Kapten Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved