Mantan Pemain Persib Ini Jadi Juragan Kos dan Kuliner
Senin, 06 Juli 2015 - 11:53 WIB
Mantan Pemain Persib Ini Jadi Juragan Kos dan Kuliner
A
A
A
Pemutusan kontrak oleh manajemen Persib Bandung memaksa Dedi Kusnandar banting setir untuk merintis bisnis kos-kosan dan kuliner. Keputusan mantan pemain Persebaya itu menjadi pengusaha agar tetap mendapatkan penghasilan selama terhentinya kompetisi musim ini.
"Ya, kondisinya kan seperti sekarang ini. Mau ga mau saya harus mutar otak untuk tetap berpenghasilan. Jujur saja kita pemain pasti kehilangan kesempatan untuk terus mengembangkan sayap di sepak bola. Alhamdulillah, ada rezekinya untuk bangun kos-kosan dan bisa tetap kumpul sama keluarga,"ungkapnya.
Mantan kapten timnas U-23 yang akrab disapa Dado itu membangun kamar kos yang terletak di depan kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Dia membangun 10 kamar kost yang harganya berkisar Rp 10-15 juta per kamar.
Rencananya, lanjut Dado, dirinya akan menambah kamar kostnya menjadi 16 kamar. Hal itu dilakukannya unuk menopang hidupnya ke depan sambil menunggu permasalahan sepak bola di Indonesia selesai dan kompetisi bisa bergulir lagi.
Bukan hanya itu, ia pun mengaku, berencana untuk membuka usaha di bidang kuliner. Dia mengikuti langkah Tony Sucipto dan Sigit Hermawan yang baru membuka kedai pujasera.
"Ke depannya saya mau buka kafe-kafe masih di sekitar Jatinangor. Tadinya, sebelum puasa udah mau launching tapi karena konsep makanannya belum matang jadi diundur. Paling nanti, ya setelah lebaran aja launching-nya, namanya Dado De Ceker,''ujar Dado.
Untuk tetap menjaga performanya di lapangan hijau, ia pun mengisi waktu dengan mengikuti event Liga Ngabuburit bersama dengan tiga mantan Persib lainnya, yakni Dias Angga, M Agung Pribadi dan M Natshir dalam tim 21 Champions.
"Ya, kondisinya kan seperti sekarang ini. Mau ga mau saya harus mutar otak untuk tetap berpenghasilan. Jujur saja kita pemain pasti kehilangan kesempatan untuk terus mengembangkan sayap di sepak bola. Alhamdulillah, ada rezekinya untuk bangun kos-kosan dan bisa tetap kumpul sama keluarga,"ungkapnya.
Mantan kapten timnas U-23 yang akrab disapa Dado itu membangun kamar kos yang terletak di depan kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Dia membangun 10 kamar kost yang harganya berkisar Rp 10-15 juta per kamar.
Rencananya, lanjut Dado, dirinya akan menambah kamar kostnya menjadi 16 kamar. Hal itu dilakukannya unuk menopang hidupnya ke depan sambil menunggu permasalahan sepak bola di Indonesia selesai dan kompetisi bisa bergulir lagi.
Bukan hanya itu, ia pun mengaku, berencana untuk membuka usaha di bidang kuliner. Dia mengikuti langkah Tony Sucipto dan Sigit Hermawan yang baru membuka kedai pujasera.
"Ke depannya saya mau buka kafe-kafe masih di sekitar Jatinangor. Tadinya, sebelum puasa udah mau launching tapi karena konsep makanannya belum matang jadi diundur. Paling nanti, ya setelah lebaran aja launching-nya, namanya Dado De Ceker,''ujar Dado.
Untuk tetap menjaga performanya di lapangan hijau, ia pun mengisi waktu dengan mengikuti event Liga Ngabuburit bersama dengan tiga mantan Persib lainnya, yakni Dias Angga, M Agung Pribadi dan M Natshir dalam tim 21 Champions.
(aww)