Skuat Persib Bandung Butuh Dua Pekan untuk Pulih
Selasa, 21 Juli 2015 - 04:30 WIB
Skuat Persib Bandung Butuh Dua Pekan untuk Pulih
A
A
A
BANDUNG - Sedikitnya, butuh waktu dua pekan untuk mengembalikan kondisi fisik pemain Persib Bandung menuju level ideal. Menurut mantan pelatih fisik Maung Bandung Yaya Sunarya, Pelatih Djadjang Nurdjaman tidak akan sulit mengembalikan kondisi fisik pemainnya jika melihat hasil analisa musim lalu.
Menurut Yaya, dua pekan dinilai cukup untuk menggenjot pemain untuk disiapkan menghadapi pertandingan di kompetisi. Bahkan, kondisi fisik pemain ditargetkan bisa ke tingkat maksimal. Pria jebolan FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu menyatakan pemain tak akan kesulitan untuk melakukan program pemulihan, meski kompetisi berhenti lama.
“Memang, sebelum kompetisi berhenti, pemain bisa mencapai level maksimal. Tapi, menurut saya, walaupun akan ada program pengembalian kondisi karena kompetisi berhenti cukup lama, pemain tidak akan kesulitan melakukannya,” kata Yaya, yang juga pernah menjadi pelatih fisik tim nasional Indonesia, seperti dilansir laman resmi tim (persib.co.id).
Selain berdasarkan analisa musim lalu dan awal musim 2015, Yaya melihat banyak pemain yang masih beraktivitas menjaga kebugaran tubuh. Selain olahraga rutin, beberapa di antaranya masih bermain futsal maupun sepak bola. Bahkan, ada yang ikut kompetisi meski selevel tarkam. Itu tentunya akan sangat membantu pemain tetap menjaga kondisi fisik.
"Memang akan berbeda tentunya jika pemain itu total berhenti. Misalkan setelah selesai kompetisi tidak ada aktivitas olahraga atau berhenti bermain sepak bola. Tapi, tetap saja mereka bisa dengan cepat mengembalikan kondisi fisiknya,” ungkapnya.
Persib harus menyiapkan tim lebih dini jika ingin tampil di kompetisi yang siap digulirkan PSSI. Rencananya PSSI akan menggelar kompetisi pada Oktober mendatang. Rencana tersebut dicanangkan setelah PSSI memenangi gugatannya atas SK Kemenpora terkait pembekuan aktivitas PSSI di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Selain Kemenpora harus mencabut SK pembekuan PSSI, induk sepak bola Indonesia ini bisa kembali melakukan berbagai aktivitas persepakbolaan nasional.
Menurut Yaya, dua pekan dinilai cukup untuk menggenjot pemain untuk disiapkan menghadapi pertandingan di kompetisi. Bahkan, kondisi fisik pemain ditargetkan bisa ke tingkat maksimal. Pria jebolan FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu menyatakan pemain tak akan kesulitan untuk melakukan program pemulihan, meski kompetisi berhenti lama.
“Memang, sebelum kompetisi berhenti, pemain bisa mencapai level maksimal. Tapi, menurut saya, walaupun akan ada program pengembalian kondisi karena kompetisi berhenti cukup lama, pemain tidak akan kesulitan melakukannya,” kata Yaya, yang juga pernah menjadi pelatih fisik tim nasional Indonesia, seperti dilansir laman resmi tim (persib.co.id).
Selain berdasarkan analisa musim lalu dan awal musim 2015, Yaya melihat banyak pemain yang masih beraktivitas menjaga kebugaran tubuh. Selain olahraga rutin, beberapa di antaranya masih bermain futsal maupun sepak bola. Bahkan, ada yang ikut kompetisi meski selevel tarkam. Itu tentunya akan sangat membantu pemain tetap menjaga kondisi fisik.
"Memang akan berbeda tentunya jika pemain itu total berhenti. Misalkan setelah selesai kompetisi tidak ada aktivitas olahraga atau berhenti bermain sepak bola. Tapi, tetap saja mereka bisa dengan cepat mengembalikan kondisi fisiknya,” ungkapnya.
Persib harus menyiapkan tim lebih dini jika ingin tampil di kompetisi yang siap digulirkan PSSI. Rencananya PSSI akan menggelar kompetisi pada Oktober mendatang. Rencana tersebut dicanangkan setelah PSSI memenangi gugatannya atas SK Kemenpora terkait pembekuan aktivitas PSSI di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Selain Kemenpora harus mencabut SK pembekuan PSSI, induk sepak bola Indonesia ini bisa kembali melakukan berbagai aktivitas persepakbolaan nasional.
(sha)