Dalam Tekanan, Klinsmann Ratapi Nasib Buruk
Kamis, 23 Juli 2015 - 14:32 WIB
Dalam Tekanan, Klinsmann Ratapi Nasib Buruk
A
A
A
ATLANTA - Tim nasional Amerika Serikat (As) gagal mempertahankan gelar juara Piala emas Concacaf setelah disingkirkan Jamaika pada laga semifinal di Georgia Dome, Atlanta, Rabu (22/7/2015) atau Kamis (23/7/2015) WIB. Pelatih AS Juergen Klinsmann menyebut timnya kurang beruntung setelah menyerah 1-2.
Jamaika tampil efektif dalam laga tersebut. The Reggae Boyz unggul dua gol hingga babak pertama berakhir, melalui sundulan Darren Mattocks yang menyambar sepakan tendangan bebas Kemar Lawrence pada menit ke-31 dan sepakan bola mati dari Giles Barnes (35). Uncle Sam's Army, membalasnya di babak kedua (menit ke-47) lewat Michael Bradley.
Secara statistik, AS unggul penguasaan bola hingga 60% berbanding 40%. Clint Dempsey dkk juga menciptakan 20 tembakan ke gawang, dengan 10 tepat sasaran. Sedangkan Jamaika hanya 10 sepakan dengan tiga tepat sasaran.
Sejumlah peluang emas banyak diciptakan AS, termasuk aksi striker Aron Johannsson yang memanfaatkan kesalahan pemain belakang Jamaika. Backpass yang tidak sempurna membuat Johannsson berkesempatan berhadap-hadapan dengan kiper Jamaika Ryan Thompson. Namun, sepakannya bergulir ke samping tiang gawang. Thompson memang tampil gemilang di laga itu dengan melakukan sembilan kali penyelamatan.
"Kami kalah di laga ini akibat dua set piece yang membuat kami kebobolan, sesederhana itu," kata Klinsmann dilansir espnfc.com. "Kami punya banyak peluang untuk menempatkan tiga, empat, lima go di sana. Tapi, pemain tak melakukan itu, dan itulah mengapa pada akhirnya kami kalah. Sangat disayangkan, tapi itu kenyataan. Kami harus menelan pil pahit itu. Keberuntungan tidak berpihak pada kami."
Hasil ini menjadi kejutan besar bagi Klinsmann yang ingin memastikan timnya lolos ke final dan mematok target juara untuk mendapat tiket langsung ke Piala Konfederasi 2017 di Rusia. Itu sebabnya, mantan pelatih dan pemain timnas Jerman itu memboyong sebagian besar pemain veteran di Piala Emas 2015. Dengan kekalahan ini, AS harus melakukan playoff dengan pemenang Piala Emas 2015 antara Meksiko vs Jamaika, untuk meraih tiket ke Rusia.
Namun, alih-alih ke final Klinsmann justru harus menelan kekalahan dari tim kuda hitam. Kini, Klinsmann wajib membangkitkan motivasi tim dengan merebut posisi ketiga kontra Panama di PPL Park, Chester, Sabtu (25/7/2015). (Baca juga: Jamaika Cetak Sejarah, Tantang Meksiko di Final)
Kontrak Klinsmann di timnas AS hingga Piala Dunia 2018. Namun, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) kerap membuat keputusan memangkas kontrak kerja di tengah jalan, seperti yang terjadi pada Bob Bradley yang dipecat setelah kalah di final Piala Emas 2011 yang membuka jalan Klinsmann menduduki kursi pelatih AS.
Jamaika tampil efektif dalam laga tersebut. The Reggae Boyz unggul dua gol hingga babak pertama berakhir, melalui sundulan Darren Mattocks yang menyambar sepakan tendangan bebas Kemar Lawrence pada menit ke-31 dan sepakan bola mati dari Giles Barnes (35). Uncle Sam's Army, membalasnya di babak kedua (menit ke-47) lewat Michael Bradley.
Secara statistik, AS unggul penguasaan bola hingga 60% berbanding 40%. Clint Dempsey dkk juga menciptakan 20 tembakan ke gawang, dengan 10 tepat sasaran. Sedangkan Jamaika hanya 10 sepakan dengan tiga tepat sasaran.
Sejumlah peluang emas banyak diciptakan AS, termasuk aksi striker Aron Johannsson yang memanfaatkan kesalahan pemain belakang Jamaika. Backpass yang tidak sempurna membuat Johannsson berkesempatan berhadap-hadapan dengan kiper Jamaika Ryan Thompson. Namun, sepakannya bergulir ke samping tiang gawang. Thompson memang tampil gemilang di laga itu dengan melakukan sembilan kali penyelamatan.
"Kami kalah di laga ini akibat dua set piece yang membuat kami kebobolan, sesederhana itu," kata Klinsmann dilansir espnfc.com. "Kami punya banyak peluang untuk menempatkan tiga, empat, lima go di sana. Tapi, pemain tak melakukan itu, dan itulah mengapa pada akhirnya kami kalah. Sangat disayangkan, tapi itu kenyataan. Kami harus menelan pil pahit itu. Keberuntungan tidak berpihak pada kami."
Hasil ini menjadi kejutan besar bagi Klinsmann yang ingin memastikan timnya lolos ke final dan mematok target juara untuk mendapat tiket langsung ke Piala Konfederasi 2017 di Rusia. Itu sebabnya, mantan pelatih dan pemain timnas Jerman itu memboyong sebagian besar pemain veteran di Piala Emas 2015. Dengan kekalahan ini, AS harus melakukan playoff dengan pemenang Piala Emas 2015 antara Meksiko vs Jamaika, untuk meraih tiket ke Rusia.
Namun, alih-alih ke final Klinsmann justru harus menelan kekalahan dari tim kuda hitam. Kini, Klinsmann wajib membangkitkan motivasi tim dengan merebut posisi ketiga kontra Panama di PPL Park, Chester, Sabtu (25/7/2015). (Baca juga: Jamaika Cetak Sejarah, Tantang Meksiko di Final)
Kontrak Klinsmann di timnas AS hingga Piala Dunia 2018. Namun, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) kerap membuat keputusan memangkas kontrak kerja di tengah jalan, seperti yang terjadi pada Bob Bradley yang dipecat setelah kalah di final Piala Emas 2011 yang membuka jalan Klinsmann menduduki kursi pelatih AS.
(sha)