Sukses Lewati Fase Sulit, Arema Bidik Gelar SoJC 2015
Sabtu, 01 Agustus 2015 - 15:22 WIB
Sukses Lewati Fase Sulit, Arema Bidik Gelar SoJC 2015
A
A
A
BANYUWANGI - Dua laga pembuka Sunrise of Java Cup (SoJC) 2015 dilalui Arema Cronus dengan hasil sempurna. Singo Edan memenangi laga kontra Bali United 2-1, Kamis (30/7/2015) dan Garuda All Star (3-1), sehari setelahnya. Hasil itu menempatkan Cristian Gonzalez dkk memuncaki klasemen sementara dengan enam poin.
Kini, Arema menatap gelar yang aka ditentukan pada laga pemungkas kontra Persewangi Banyuwangi pada di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Senin (3/8/2015). Beruntung, Singo Edan memiliki waktu recovery yang cukup panjang, yakni istirahat dua hari.
Masa recovery dua hari sangat berharga bagi Arema yang memiliki stok pemain terbatas. Apalagi salah satu winger andalan, Dendi Santoso, kemungkinan absen di laga terakhir karena cedera engkel kala menghadapi Garuda All Star. Paling tidak, pelatih lebih leluasa mengatur komposisi terbaik jika semua pemain fit.
"Dua tahap terberat sudah kami lalui dan tinggal konsentrasi di pertandingan terakhir. Kami akan memanfaatkan masa recovery sebaik-baiknya agar kondisi pemain lebih bugar saat lawan Persewangi nanti," tutur Pelatih Arema Cronus Suharno, Sabtu (1/8/2015).
Walau hanya membutuhkan hasil imbang, Arema tidak ingin mengendurkan tensi. Sebaliknya, Suharno menargetkan timnya menutup turnamen dengan penampilan dan hasil terbaik, sekaligus menjadi juara. "Harus bisa lebih baik lagi," tegasnya.
Suharno memberikan apresiasi pada komitmen dan fighting spirit tim selama di Banyuwangi. Dia mengatakan semua pemain Arema memiliki karakter haus prestasi dan memenangi semua pertandingan, walau berangkat dalam kondisi kurang menguntungkan.
"Saya kagum dengan tekad pemain selama di sini. Tim dalam kondisi sangat terbatas karena beberapa pemain absen, persiapan juga tak sepenuhnya maksimal. Tapi mereka membuktikan punya daya juang untuk memenangkan setiap pertandingan," puji pelatih berusia 56 tahun ini.
Hasil dua pertandingan menurutnya menjadi penambah motivasi untuk membawa pulang trofi SoJC 2015 ke Malang. Kendati demikian, dirinya masih enggan berbicara status juara karena menilai laga terakhir lawan Persewangi tidak akan mudah.
Ahmad Bustomi, gelandang senior Arema mengatakan dia dan pemain lainnya tidak berpikir kondisi yang ada di tim. Ketika memutuskan berangkat ke Banyuwangi, hanya ada satu tekad yang diusungnya, yakni membawa Arema ke posisi sebaik mungkin.
"Kami hanya ingin bermain bagus dan memenangkan pertandingan, apa pun kondisinya. Tidak ada alasan untuk bermain setengah-setengah dan semoga kami bisa mengakhiri turnamen ini dengan gelar juara," ujar Bustomi.
Kini, Arema menatap gelar yang aka ditentukan pada laga pemungkas kontra Persewangi Banyuwangi pada di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Senin (3/8/2015). Beruntung, Singo Edan memiliki waktu recovery yang cukup panjang, yakni istirahat dua hari.
Masa recovery dua hari sangat berharga bagi Arema yang memiliki stok pemain terbatas. Apalagi salah satu winger andalan, Dendi Santoso, kemungkinan absen di laga terakhir karena cedera engkel kala menghadapi Garuda All Star. Paling tidak, pelatih lebih leluasa mengatur komposisi terbaik jika semua pemain fit.
"Dua tahap terberat sudah kami lalui dan tinggal konsentrasi di pertandingan terakhir. Kami akan memanfaatkan masa recovery sebaik-baiknya agar kondisi pemain lebih bugar saat lawan Persewangi nanti," tutur Pelatih Arema Cronus Suharno, Sabtu (1/8/2015).
Walau hanya membutuhkan hasil imbang, Arema tidak ingin mengendurkan tensi. Sebaliknya, Suharno menargetkan timnya menutup turnamen dengan penampilan dan hasil terbaik, sekaligus menjadi juara. "Harus bisa lebih baik lagi," tegasnya.
Suharno memberikan apresiasi pada komitmen dan fighting spirit tim selama di Banyuwangi. Dia mengatakan semua pemain Arema memiliki karakter haus prestasi dan memenangi semua pertandingan, walau berangkat dalam kondisi kurang menguntungkan.
"Saya kagum dengan tekad pemain selama di sini. Tim dalam kondisi sangat terbatas karena beberapa pemain absen, persiapan juga tak sepenuhnya maksimal. Tapi mereka membuktikan punya daya juang untuk memenangkan setiap pertandingan," puji pelatih berusia 56 tahun ini.
Hasil dua pertandingan menurutnya menjadi penambah motivasi untuk membawa pulang trofi SoJC 2015 ke Malang. Kendati demikian, dirinya masih enggan berbicara status juara karena menilai laga terakhir lawan Persewangi tidak akan mudah.
Ahmad Bustomi, gelandang senior Arema mengatakan dia dan pemain lainnya tidak berpikir kondisi yang ada di tim. Ketika memutuskan berangkat ke Banyuwangi, hanya ada satu tekad yang diusungnya, yakni membawa Arema ke posisi sebaik mungkin.
"Kami hanya ingin bermain bagus dan memenangkan pertandingan, apa pun kondisinya. Tidak ada alasan untuk bermain setengah-setengah dan semoga kami bisa mengakhiri turnamen ini dengan gelar juara," ujar Bustomi.
(sha)