Lolos ke Perempat Final, Greysia/Nitya Benahi Tiga Hal
Kamis, 13 Agustus 2015 - 20:05 WIB
Lolos ke Perempat Final, Greysia/Nitya Benahi Tiga Hal
A
A
A
JAKARTA - Indonesia mengirim lima wakil ke perempat final setelah Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari membekuk perlawanan pasangan Jepang, Shizuka Matsuo/Mami Naito 21-11, 16-21, 21-13 di babak ketiga Total BWF World Championship 2015, Kamis (13/8/2015) di Istora Senayan, Jakata. Menghadapi pasangan Malaysia, Amelia Alicia Anscelly/Soong Fie Cho, pasangan ganda putri terbaik Indonesia mengaku masih bermasalah pada mental bertanding.
Berhadapan dengan Matsuo/Naito di hadapan pendukung sendiri, Greysia/Nitya sempat unggul di gim pertama 21-11 sebelum takluk 16-21 di gim selanjutnya. Di gim ketiga, tiket delapan besar dikunci pasangan Indonesia usai merebut kemenangan 21-13.
Seusai pertandingan, Nitya mengakui penampilannya bersama Greysia masih menemui sejumlah kendala. Salah satunya kelengahan dalam bertanding di gim kedua.
"Main tadi dari gim pertama sudah enak, udah dapat feel-nya, terus di gim kedua sebenarnya kami juga udah nerapin seperti yang pertama, cuma kami agak lengah. Tetapi jujur saja, lawan kelihatan mainnya udah mulai pede, jadi mereka yang bangkit. Abis itu baru kami mulai lebih menyerang ketimbang di gim pertama," papar Nitya.
Sebagai persiapan laga besok, tambah Greysia, masalah mental, keyakinan, dan kepercayaan adalah fokus utamanya. Sebab tiga hal itu sangat penting untuk menunjang strategi di atas lapangan.
"Kami mau review lagi hari ini apa aja yang harus diperbaiki. Paling utama sih kami mau bangkitin kepercayaan diri, mental dan keyakinan di lapangan. Sebab kalau itu sudah ada, pasti pertahanan dan strategi bisa berjalan lebih baik lagi," jelas Greysia.
Menanggapi lawan berikutnya berasal dari Malaysia, Anscelly/Fie Cho, Greysia mengaku tak ingin menganggap enteng. Sebab memikirkan hal tersebut malah membuat konsentrasi terpecah.
"Ini yang sudah kami persiapkan jauh sebelumnya, beberapa kali udah ada yang bertanya, mungkin akan lawan ini-itu, makanya saya bilang balik lagi ini Kejuaraan Dunia, ini pertandingan yang mana lawan juga ingin menang. Tidak ada yang namanya unggulan dan underdog, apalagi khususnya yang levelnya udah sama," tambahnya.
"Nah yang Malaysia ini kan lagi bangkit, setelah itu mereka berpartner di SEA Games dan segala macamnya, otomatis kepercayaan dirinya agak naik. Itu yang mesti diantisipasi. Kami tidak mau mikir jauh ke depan, tapi mikir satu per satu, kaya hari ini untuk besok, dan besok untuk selanjutnya," pungkasnya.
Berhadapan dengan Matsuo/Naito di hadapan pendukung sendiri, Greysia/Nitya sempat unggul di gim pertama 21-11 sebelum takluk 16-21 di gim selanjutnya. Di gim ketiga, tiket delapan besar dikunci pasangan Indonesia usai merebut kemenangan 21-13.
Seusai pertandingan, Nitya mengakui penampilannya bersama Greysia masih menemui sejumlah kendala. Salah satunya kelengahan dalam bertanding di gim kedua.
"Main tadi dari gim pertama sudah enak, udah dapat feel-nya, terus di gim kedua sebenarnya kami juga udah nerapin seperti yang pertama, cuma kami agak lengah. Tetapi jujur saja, lawan kelihatan mainnya udah mulai pede, jadi mereka yang bangkit. Abis itu baru kami mulai lebih menyerang ketimbang di gim pertama," papar Nitya.
Sebagai persiapan laga besok, tambah Greysia, masalah mental, keyakinan, dan kepercayaan adalah fokus utamanya. Sebab tiga hal itu sangat penting untuk menunjang strategi di atas lapangan.
"Kami mau review lagi hari ini apa aja yang harus diperbaiki. Paling utama sih kami mau bangkitin kepercayaan diri, mental dan keyakinan di lapangan. Sebab kalau itu sudah ada, pasti pertahanan dan strategi bisa berjalan lebih baik lagi," jelas Greysia.
Menanggapi lawan berikutnya berasal dari Malaysia, Anscelly/Fie Cho, Greysia mengaku tak ingin menganggap enteng. Sebab memikirkan hal tersebut malah membuat konsentrasi terpecah.
"Ini yang sudah kami persiapkan jauh sebelumnya, beberapa kali udah ada yang bertanya, mungkin akan lawan ini-itu, makanya saya bilang balik lagi ini Kejuaraan Dunia, ini pertandingan yang mana lawan juga ingin menang. Tidak ada yang namanya unggulan dan underdog, apalagi khususnya yang levelnya udah sama," tambahnya.
"Nah yang Malaysia ini kan lagi bangkit, setelah itu mereka berpartner di SEA Games dan segala macamnya, otomatis kepercayaan dirinya agak naik. Itu yang mesti diantisipasi. Kami tidak mau mikir jauh ke depan, tapi mikir satu per satu, kaya hari ini untuk besok, dan besok untuk selanjutnya," pungkasnya.
(bbk)