Madrid Salahkan United Atas Gagalnya Transfer De Gea
Jum'at, 04 September 2015 - 15:33 WIB
Madrid Salahkan United Atas Gagalnya Transfer De Gea
A
A
A
MADRID - Presiden Real Madrid, Florentino Perez meganggap masalah utama gagalnya transfer David De Gea adalah lantaran Ed Woodward yang mewakili Manchester United untuk melakukan negosiasi, sama sekali tidak berbobot dan minim pengalaman. Menurut Perez, cara mereka untuk melakukan negosiasi sama sekali tidak menunjukan kalau mereka adalah sebuah tim besar. Bahkan Perez mengungkapkan kalau kesalahan United dalam melakukan negosiasi untuk memboyong pemain bintang bukan kali pertama terjadi.
Manchester United dan Real Madrid memang menjadi klub paling di sorot pada bursa transfer awal musim 2015 lantaran drama tarik ulur transfer David De Gea. De Gea yang sudah lama dikabarkan bakal kembali ke kampung halamannya, nyatanya batal meninggalkan markas Setan Merah setelah berkas-berkas transfer pemain asal Spanyo tersebut baru dikirimkan pasca jendela transfer Liga Spanyol ditutup.
''Saya rasa yang kurang dari mereka (Manchester United) adalah pengalaman. Ini pernah terjadi sebelumnya denga Fabio Coentrao, persis sama. Ini juga pernah terjadi pada Ander Herrera dan Athtletic Bilbao,'' ungkap Perez seperti dilansir Dailymail.
Menurut Perez, kegagalan sebuah klub dalam mendatangkan atau menjual pemain bintang sebenarnya bukanlah hal yang aneh. Tapi sayangnya, United menggunakan cara-cara yang menurutnya sama sekali tidak bisa digunakan saat ingin menjual seorang pemain bintang.
''Kami juga pernah gagal mendapatkan pemain, seperti Franck Ribery dan Patrick Vieira. Tapi yang menjadi tidak wajar adalah bagaimana seseorang mencoba untuk melakukan transfer pemain dan baru memulai proses tersebut 12 jam sebelumnya,'' jelas Perez.
''Ini jelas karena kurangnya pengalaman orang yang diberi kepercayaan dalam posisi tersebut. Kami pernah bekerjasama dengan United sebelumnya, saat itu yang diberi kepercayaan adalah Peter Kenyon, David Gil dan Sir Alex Ferguson,'' sambungnya.
Real Madrid pastinya merasa kecewa lantaran gagal mendapatkan De Gea yang merupakan kandidat uatama penjaga gawang utama mereka. Namun yang merasa kerugian besar atas gagalnya transfer tersebut adalah Setan Merah. Dengan kontrak De Gea yang akan kadaluarsa pada musim depan, United harus rela melepas penjaga gawang terbaikya secara cuma-cuma.
Manchester United dan Real Madrid memang menjadi klub paling di sorot pada bursa transfer awal musim 2015 lantaran drama tarik ulur transfer David De Gea. De Gea yang sudah lama dikabarkan bakal kembali ke kampung halamannya, nyatanya batal meninggalkan markas Setan Merah setelah berkas-berkas transfer pemain asal Spanyo tersebut baru dikirimkan pasca jendela transfer Liga Spanyol ditutup.
''Saya rasa yang kurang dari mereka (Manchester United) adalah pengalaman. Ini pernah terjadi sebelumnya denga Fabio Coentrao, persis sama. Ini juga pernah terjadi pada Ander Herrera dan Athtletic Bilbao,'' ungkap Perez seperti dilansir Dailymail.
Menurut Perez, kegagalan sebuah klub dalam mendatangkan atau menjual pemain bintang sebenarnya bukanlah hal yang aneh. Tapi sayangnya, United menggunakan cara-cara yang menurutnya sama sekali tidak bisa digunakan saat ingin menjual seorang pemain bintang.
''Kami juga pernah gagal mendapatkan pemain, seperti Franck Ribery dan Patrick Vieira. Tapi yang menjadi tidak wajar adalah bagaimana seseorang mencoba untuk melakukan transfer pemain dan baru memulai proses tersebut 12 jam sebelumnya,'' jelas Perez.
''Ini jelas karena kurangnya pengalaman orang yang diberi kepercayaan dalam posisi tersebut. Kami pernah bekerjasama dengan United sebelumnya, saat itu yang diberi kepercayaan adalah Peter Kenyon, David Gil dan Sir Alex Ferguson,'' sambungnya.
Real Madrid pastinya merasa kecewa lantaran gagal mendapatkan De Gea yang merupakan kandidat uatama penjaga gawang utama mereka. Namun yang merasa kerugian besar atas gagalnya transfer tersebut adalah Setan Merah. Dengan kontrak De Gea yang akan kadaluarsa pada musim depan, United harus rela melepas penjaga gawang terbaikya secara cuma-cuma.
(rus)