Krisis Sepak Bola Indonesia Berlanjut, Ini Curhat CEO Arema Cronus

Jum'at, 18 September 2015 - 16:02 WIB
Krisis Sepak Bola Indonesia...
Krisis Sepak Bola Indonesia Berlanjut, Ini Curhat CEO Arema Cronus
A A A
MALANG - CEO Arema Cronus Iwan Budianto mencurahkan isi hatinya mengenai berlarutnya krisis sepak bola Indonesia yang lama kelamaan membuat dirinya kehilangan gairah. Iwan sendiri merasa frustrasi karena pengelolaan klub seakan tiada ujung atau tujuan pasti karena kondisi tersebut.

"Arema sejak kompetisi terhenti berupaya keras mempertahankan eksistensi tim. Tujuannya jelas, yakni tidak sampai menganggur hingga ada kompetisi baru. Tapi situasi tak kunjung berubah dan kabar soal kompetisi masih gelap. Ini membuat frustrasi," tutur Iwan.

Iwan yang surut semangat, mengaku terus dimotivasi manajemen Arema lainnya dan membuatnya tetap bertahan hingga kini. Dia mengakui situasi seperti ini tak memberikan tantangan berarti untuk klub. "Klub pasti butuh tantangan agar bersemangat melakukan pengelolaan, wujudnya ya kompetisi," tegasnya.

Keprihatinan juga dirasakan Persela Lamongan. Dengan metode pengelolaan seperti sekarang, bukan saja pemain yang merasakan imbasnya. Manajemen juga pada akhirnya bisa putus asa karena tidak jelasnya visi sepak bola Indonesia karena kegaduhan PSSI-Menpora.

"Tak bisa seterusnya kami memanggil pemain, membentuk tim, kemudian membubarkannya kembali. Ini menyulitkan manajemen dalam mengelola klub. Semua tentu merasakan hal sama. Belum lagi kalau kami harus mengeluarkan biaya ekstra," kata Debby Kurniawan, CEO Persela Lamongan.

Persela yang kini kembali menganggur, sempat mengumpulkan tim di Piala Presiden. Tapi itu hanya berlaku beberapa pekan saja, karena setelah tersingkir dari Grup B, pemain kembali dirumahkan. Tak heran jika performa tim pun sangat labil karena dipersiapkan secara instant.

"Kompetisi harus menjadi proyeksi utama. Tidak cukup hanya dengan turnamen, karena pengelolaan klub profesional juga butuh sponsor atau sumber dana. Kepercayaan sponsor hanya bisa maksimal kalau ada ISL. Kalau hanya turnamen, sulit menarik sponsor untuk mendanai klub," demikian Debby.

Sejauh ini, menurutnya semangat mengelola tim tak terlalu turun drastis karena sempat ada kegiatan Piala Presiden. Tapi dia tak menampik bahwa ada kemungkinan klub sampai pada titik jenuh jika situasi seperti ini terus berlanjut tanpa kepastian.
(aww)
Berita Terkait
Asisten Pelatih Arema...
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia
Pelatih Wajib Punya...
Pelatih Wajib Punya Lisensi AFC Pro, Arema Pastikan Joko Susilo Tetap Jadi Juru Taktik
Piala Presiden 2024,...
Piala Presiden 2024, Warisan Jokowi Selamatkan Sepak Bola Nasional
Hasil Arema FC vs Borneo...
Hasil Arema FC vs Borneo FC: Singo Edan Menangi Leg Pertama Final Piala Presiden 2022
Joel Cornelli, Calon...
Joel Cornelli, Calon Pelatih Arema FC yang Berpengalaman di Liga Brasil
Arema FC Manfaatkan...
Arema FC Manfaatkan Jeda Kompetisi untuk Dongkrak Mental Pemain
Berita Terkini
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
59 menit yang lalu
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
4 jam yang lalu
Ketum dan Bendahara...
Ketum dan Bendahara Federasi Sepak Bola Argentina Ditangkap FBI?
5 jam yang lalu
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Top Sprinter Kalahkan Haaland
7 jam yang lalu
Timnas Putri Indonesia...
Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF 2026 usai Sikat Laos 5-0
14 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved