Malu Jadi Pecundang, Djanur Hitung Kekuatan Persib Bandung
Selasa, 03 November 2015 - 03:11 WIB
Malu Jadi Pecundang, Djanur Hitung Kekuatan Persib Bandung
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman tidak ingin main-main jika tampil di Turnamen Piala Jenderal Soedirman. Kendati manajemen belum memutuskan akan tampil di turnamen tersebut, Djanur belum bisa memutuskan terkait siapa saja pemain yang akan dilibatkan.
Banyak faktor yang harus diperhitungkan, sehingga dirinya ogah gegabah dalam menentukan pilihan. Menjaga nama besar Persib menjadi alasan Djanur dirinya tidak asal pilih pemain. (Baca juga: Kontrak Bikin Persib Bandung Galau Sikapi Piala Jenderal Soedirman)
"Saya harus berhitung dulu. Saya tidak ingin asal-asalan. Malu dong, di turnamen (Piala Presiden) kita sebagai tim juara, malah nanti jadi pecundang. Jadi belum bisa ngomong apa-apa. Karena saya harus meeting dulu. Kebijakan apa yang akan diambil nanti. Kalau memang Pak Umuh (Manajer Persib) konsen ngomong seperti itu (menyerahkan keputusannya ke Pelatih), saya harus sanggup. Atau tidak harus ada dukungan dari pemain dan yang lain segala macamnya," ungkap Djanur.
Untuk itu, dalam waktu dekat dirinya akan segera melakukan pertemuan dengan manajemen PT Persib Bandung Bermartabat, agar persiapan dalam menghadapi turnamen Jenderal Soedirman dapat berjalan dengan lancar.
"Tapi saya juga tidak bisa melarang jika ada pemain yang ingin pergi. Karena di turnamen sebelumnya (Piala Presiden) kita dapat dari honor setiap pertandingannya. Ya, seperti tarkam lah," tandasnya.
Sebelumnya, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar telah menyerahkan sepenuhnya kepada Djanur terkait Piala Jenderal Soedirman. Meski begitu, Umuh tak menampik jika dirinya masih menginginkan komposisi skuad yang sama seperti kala menjalani turnamen Piala Presiden 2015 yang telah digelar beberapa waktu lalu.
"Termasuk Zulham (Zamrun), saya ingin dia tetap sama kita (Persib). Tapi dia sudah tidak ada kontrak dengan kita. Artinya kan dia bebas seperti pemain (Persib) lainnya. Mau ke mana pun bebas, karena tidak ada kontrak. Kecuali ada tandatangan kontrak sama kita, tidak boleh ke mana pun," jelasnya.
Banyak faktor yang harus diperhitungkan, sehingga dirinya ogah gegabah dalam menentukan pilihan. Menjaga nama besar Persib menjadi alasan Djanur dirinya tidak asal pilih pemain. (Baca juga: Kontrak Bikin Persib Bandung Galau Sikapi Piala Jenderal Soedirman)
"Saya harus berhitung dulu. Saya tidak ingin asal-asalan. Malu dong, di turnamen (Piala Presiden) kita sebagai tim juara, malah nanti jadi pecundang. Jadi belum bisa ngomong apa-apa. Karena saya harus meeting dulu. Kebijakan apa yang akan diambil nanti. Kalau memang Pak Umuh (Manajer Persib) konsen ngomong seperti itu (menyerahkan keputusannya ke Pelatih), saya harus sanggup. Atau tidak harus ada dukungan dari pemain dan yang lain segala macamnya," ungkap Djanur.
Untuk itu, dalam waktu dekat dirinya akan segera melakukan pertemuan dengan manajemen PT Persib Bandung Bermartabat, agar persiapan dalam menghadapi turnamen Jenderal Soedirman dapat berjalan dengan lancar.
"Tapi saya juga tidak bisa melarang jika ada pemain yang ingin pergi. Karena di turnamen sebelumnya (Piala Presiden) kita dapat dari honor setiap pertandingannya. Ya, seperti tarkam lah," tandasnya.
Sebelumnya, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar telah menyerahkan sepenuhnya kepada Djanur terkait Piala Jenderal Soedirman. Meski begitu, Umuh tak menampik jika dirinya masih menginginkan komposisi skuad yang sama seperti kala menjalani turnamen Piala Presiden 2015 yang telah digelar beberapa waktu lalu.
"Termasuk Zulham (Zamrun), saya ingin dia tetap sama kita (Persib). Tapi dia sudah tidak ada kontrak dengan kita. Artinya kan dia bebas seperti pemain (Persib) lainnya. Mau ke mana pun bebas, karena tidak ada kontrak. Kecuali ada tandatangan kontrak sama kita, tidak boleh ke mana pun," jelasnya.
(aww)