FIFA Pertanyakan Tim Kecil versi Pemerintah
Selasa, 17 November 2015 - 15:14 WIB
FIFA Pertanyakan Tim Kecil versi Pemerintah
A
A
A
JAKARTA - Badan Sepak bola Dunia (FIFA) mempertanyakan ruang lingkup kerja tim kecil yang digagas Pemerintah RI untuk mengurai kebuntuan sepak bola nasional. Pemerintah melalui Kemenpora ngotot mengoperasikan tim kecil alih-alih bergabung bersama FIFA dan PSSI dalam tim Ad-hoc.
Hal itu terungkap setelah Juru Bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto dihubungi Manager of Member Association FIFA, James Johnson melalui sambungan telpon, Selasa (17/11/2015) waktu Indonesia. James, yang awal bulan ini berkunjung ke tanah air, meminta Kementrian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora) segera menyetorkan nama untuk mengisi unsur pemerintah dalam tim Ad-hoc.
"Belum ada rencana (gabung), karena Term of Reference-nya saja (kami) tidak tahu, sehingga tidak etis jika langsung gabung tanpa tahu ruang lingkup kerjanya seperti apa. Yang jelas pemerintah tidak halangi keberadaan Komite Ad Hoc," kata Gatot melalui pesan singkat yang juga diterima Sindonews.
Lebih jauh Gatot mengklaim, FIFA meminta pertimbangan Kemenpora dengan memasukan PSSI sebagai unsur dalam tim Ad-Hoc. Klaim itu agaknya mengejutkan mengingat FIFA dalam keterangannya di Jakarta, 3 November 2015 lalu, telah sepakat untuk memasukan unsur PSSI dalam tim Ad-hoc.
"Kemudian dia menanyakan bagaimana jika PSSI akan dimasukkan di Komite Ad Hoc, lalu saya jawab lebih baik FIFA menanyakan kami (Kemenpora) via surat saja, biar kami meresponnya resmi via surat juga. Dan dia (James Johnson) menyanggupinya segera akan kirim surat dari FIFA," lanjut Gatot.
Hingga saat ini, telah tiga nama masuk dalam Tim Ad-hoc FIFA. Nama-nama tersebut di antaranya Agum Gumelar, IGK Manila dan Raja Parlindungan Pane. (Baca juga : FIFA Bentuk Tim Ad Hoc, Menpora Melawan)
Hal itu terungkap setelah Juru Bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto dihubungi Manager of Member Association FIFA, James Johnson melalui sambungan telpon, Selasa (17/11/2015) waktu Indonesia. James, yang awal bulan ini berkunjung ke tanah air, meminta Kementrian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora) segera menyetorkan nama untuk mengisi unsur pemerintah dalam tim Ad-hoc.
"Belum ada rencana (gabung), karena Term of Reference-nya saja (kami) tidak tahu, sehingga tidak etis jika langsung gabung tanpa tahu ruang lingkup kerjanya seperti apa. Yang jelas pemerintah tidak halangi keberadaan Komite Ad Hoc," kata Gatot melalui pesan singkat yang juga diterima Sindonews.
Lebih jauh Gatot mengklaim, FIFA meminta pertimbangan Kemenpora dengan memasukan PSSI sebagai unsur dalam tim Ad-Hoc. Klaim itu agaknya mengejutkan mengingat FIFA dalam keterangannya di Jakarta, 3 November 2015 lalu, telah sepakat untuk memasukan unsur PSSI dalam tim Ad-hoc.
"Kemudian dia menanyakan bagaimana jika PSSI akan dimasukkan di Komite Ad Hoc, lalu saya jawab lebih baik FIFA menanyakan kami (Kemenpora) via surat saja, biar kami meresponnya resmi via surat juga. Dan dia (James Johnson) menyanggupinya segera akan kirim surat dari FIFA," lanjut Gatot.
Hingga saat ini, telah tiga nama masuk dalam Tim Ad-hoc FIFA. Nama-nama tersebut di antaranya Agum Gumelar, IGK Manila dan Raja Parlindungan Pane. (Baca juga : FIFA Bentuk Tim Ad Hoc, Menpora Melawan)
(bbk)