Sriwijaya FC Lepas 3 Legiun Asing Demi Pacho
Selasa, 01 Desember 2015 - 19:08 WIB
Sriwijaya FC Lepas 3 Legiun Asing Demi Pacho
A
A
A
PALEMBANG - Sriwijaya FC rela melepas 3 legiung asing untuk mendapatkan Emmanuel ''Pacho'' Kenmogne dari Persija Jakarta. Pacho disiapkan untuk menggantikan Osas Saha yang gagal bersinar di Piala Jenderal Sudirman.
Pemain kelahiran Kamerun 2 September 1980 ini, memiliki naluri gol sangat mumpuni. Dalam karirnya di liga domestik Indonesia pada 5 Mei 2013, bergabung bersama Persija, Pacho mengoleksi 14 gol.
Macan Kemayoran yang saat itu nyaris terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL) tertolong hingga naik ke papan tengah klasemen. Pada Desember 2013 Pacho pindah ke Persebaya Surabaya dan mengoleksi 25 gol. Ketajaman Pacho membuat manajemen Laskar Wong Kito terpincut untuk memboyongnya ke Palembang.
''Kami ingin mencari striker bertipe goal getter itu ada pada Pacho. Apa salahnya kita usahakan dia bisa memperkuat tim,”kata Asisten Manajer SFC Achmad Haris.
Dilanjuitkannya, ia sangat tahu kalau sulit untuk membujuk Pacho agar mau memperkuat tim. Karena Pacho sendiri adalah pemain yang baru berhasil direkrut kembali oleh Macan Kemayoran. Artinya manajemen Persija Jakarta tidak mungkin merelakan pemain anyarnya dibujuk klub lain.
''Antisipasi klub untuk memagari para pemain pasti dilakukan manajemen mereka. Namun semuanya tentu tergantung kepada pemain mau atau tidak,”ujar Haris.
Ternyata perburuan manajemen tidak hanya sebatas Pacho saja. Haris mengungkapkan ada beberapa opsi lain masih di simpan rapat-rapat apabila Pacho menolak menggunakan jersey Laskar Wong Kito di pergelaran turnamen selanjutnya. ''Tidak apa-apa kalau Pacho tidak mau. Karena kami juga ada pilihan nama-nama lain,”ungkapnya.
Selain itu, Haris juga mengumumkan satu pemain asing lainnya tidak akan diperpanjang kontraknya di turnamen mendatang. Dia adalah playmaker asal Italia Raffaele Simone Quintieri. Sebagai pemain asing, kualitas Simone hampir sama dengan pemain lokal dimiliki tim hingga manajemen memberikan keputusan mendepaknya.
''Kita juga lepas satu lagi pemain asing, dia adalah Simone. Selama memperkuat tim di Turnamen Piala Jenderal Sudirman hanya satu kali dia diturunkan pelatih. Kualitasnya ternyata lebih bagus pemain junior yang kita miliki,”keluh Haris.
Haris juga menyadari di tim terjadi kekosongan kuota pemain asing pasca ditinggal bek Abdoulaye Maiga asal Malidan melepas Osas Saha striker asal Nigeria. Asisten Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan sepakat apabila melepas beberapa pemain asing karena kontribusi yang minim.
''Kami tidak keberatan kalau Pacho mau ke SFC. Dia striker yang memiliki kecepatan dan naluri tajam. Kita yang usulkan kepada manajemen untuk melepas dua pemain asing yang tidak memiliki kontribusi tersebut,”ujar Hartono.
Pemain kelahiran Kamerun 2 September 1980 ini, memiliki naluri gol sangat mumpuni. Dalam karirnya di liga domestik Indonesia pada 5 Mei 2013, bergabung bersama Persija, Pacho mengoleksi 14 gol.
Macan Kemayoran yang saat itu nyaris terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL) tertolong hingga naik ke papan tengah klasemen. Pada Desember 2013 Pacho pindah ke Persebaya Surabaya dan mengoleksi 25 gol. Ketajaman Pacho membuat manajemen Laskar Wong Kito terpincut untuk memboyongnya ke Palembang.
''Kami ingin mencari striker bertipe goal getter itu ada pada Pacho. Apa salahnya kita usahakan dia bisa memperkuat tim,”kata Asisten Manajer SFC Achmad Haris.
Dilanjuitkannya, ia sangat tahu kalau sulit untuk membujuk Pacho agar mau memperkuat tim. Karena Pacho sendiri adalah pemain yang baru berhasil direkrut kembali oleh Macan Kemayoran. Artinya manajemen Persija Jakarta tidak mungkin merelakan pemain anyarnya dibujuk klub lain.
''Antisipasi klub untuk memagari para pemain pasti dilakukan manajemen mereka. Namun semuanya tentu tergantung kepada pemain mau atau tidak,”ujar Haris.
Ternyata perburuan manajemen tidak hanya sebatas Pacho saja. Haris mengungkapkan ada beberapa opsi lain masih di simpan rapat-rapat apabila Pacho menolak menggunakan jersey Laskar Wong Kito di pergelaran turnamen selanjutnya. ''Tidak apa-apa kalau Pacho tidak mau. Karena kami juga ada pilihan nama-nama lain,”ungkapnya.
Selain itu, Haris juga mengumumkan satu pemain asing lainnya tidak akan diperpanjang kontraknya di turnamen mendatang. Dia adalah playmaker asal Italia Raffaele Simone Quintieri. Sebagai pemain asing, kualitas Simone hampir sama dengan pemain lokal dimiliki tim hingga manajemen memberikan keputusan mendepaknya.
''Kita juga lepas satu lagi pemain asing, dia adalah Simone. Selama memperkuat tim di Turnamen Piala Jenderal Sudirman hanya satu kali dia diturunkan pelatih. Kualitasnya ternyata lebih bagus pemain junior yang kita miliki,”keluh Haris.
Haris juga menyadari di tim terjadi kekosongan kuota pemain asing pasca ditinggal bek Abdoulaye Maiga asal Malidan melepas Osas Saha striker asal Nigeria. Asisten Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan sepakat apabila melepas beberapa pemain asing karena kontribusi yang minim.
''Kami tidak keberatan kalau Pacho mau ke SFC. Dia striker yang memiliki kecepatan dan naluri tajam. Kita yang usulkan kepada manajemen untuk melepas dua pemain asing yang tidak memiliki kontribusi tersebut,”ujar Hartono.
(aww)