Presiden Honda Puas Rossi Dihukum dan Gagal di Valencia
Kamis, 07 Januari 2016 - 12:18 WIB
Presiden Honda Puas Rossi Dihukum dan Gagal di Valencia
A
A
A
TOKYO - Presiden Honda Racing Team, Shuhei Nakamoto ternyata masih memendam rasa jengkel menyusul insiden tendangan Valentino Rossi terhadap Marc Marquez di GP Malaysia 2015 lalu. Kendati masih tidak bisa menerima hal itu, Nakamoto puas dengan hukuman yang diganjar untuk Rossi.
Rossi dihukum penalti tiga poin yang mengharuskan Pembalap Italia itu memulai balapan dari posisi buncit di balapan pamungkas di GP Valencia 2015. Akibatnya, Rossi gagal bersaing dengan Jorge Lorenzo yang kemudian memenangkan gelar juara dunia.
"Insiden itu benar-benar tidak dapat diterima menurut pendapat saya. Tetapi Valentino sudah mendapatkan hukumannya, jadi aku pikir lebih baik untuk berhenti berbicara tentang hal itu," kata Nakamoto, dikutip Tuttomotori, Kamis (7/1/2016).
Dalam keyakinnya akan posisi Marquez sebagai 'korban' pada insiden di Sirkuit Sepang, Nakamoto menyebut bahwa pihaknya bisa saja membeberkan bukti berupa data telemetri versi Honda. Hanya saja, lanjut Nakamoto, hal itu urung dilakukan atas instruksi Dorna Sport selaku promotor.
"Dorna meminta kami untuk tidak menunjukkan hal itu dan kami memutuskan untuk membuat keputusan ini. Mungkin sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan," katanya.
"Dalam setiap kasus itu Dorna yang harus memutuskan apakah akan membuat publik atau tidak." tutup orang nomor satu di tim balap Honda.
Bos Honda lebih memilih untuk memikirkan kontrak para pembalap akan berakhir alih-alih harus memutuskan siapa pembalap yang akan tinggal berasama timnya. (Baca juga : Apa Makna Kata-kata Mutiara Lorenzo?)
Rossi dihukum penalti tiga poin yang mengharuskan Pembalap Italia itu memulai balapan dari posisi buncit di balapan pamungkas di GP Valencia 2015. Akibatnya, Rossi gagal bersaing dengan Jorge Lorenzo yang kemudian memenangkan gelar juara dunia.
"Insiden itu benar-benar tidak dapat diterima menurut pendapat saya. Tetapi Valentino sudah mendapatkan hukumannya, jadi aku pikir lebih baik untuk berhenti berbicara tentang hal itu," kata Nakamoto, dikutip Tuttomotori, Kamis (7/1/2016).
Dalam keyakinnya akan posisi Marquez sebagai 'korban' pada insiden di Sirkuit Sepang, Nakamoto menyebut bahwa pihaknya bisa saja membeberkan bukti berupa data telemetri versi Honda. Hanya saja, lanjut Nakamoto, hal itu urung dilakukan atas instruksi Dorna Sport selaku promotor.
"Dorna meminta kami untuk tidak menunjukkan hal itu dan kami memutuskan untuk membuat keputusan ini. Mungkin sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan," katanya.
"Dalam setiap kasus itu Dorna yang harus memutuskan apakah akan membuat publik atau tidak." tutup orang nomor satu di tim balap Honda.
Bos Honda lebih memilih untuk memikirkan kontrak para pembalap akan berakhir alih-alih harus memutuskan siapa pembalap yang akan tinggal berasama timnya. (Baca juga : Apa Makna Kata-kata Mutiara Lorenzo?)
(bbk)