Buka Peluang ke 8 Besar, Pemain Barcelona Malah Ciut
Kamis, 07 Januari 2016 - 13:40 WIB
Buka Peluang ke 8 Besar, Pemain Barcelona Malah Ciut
A
A
A
BARCELONA - Kemenangan besar yang diperoleh di Copa del Rey ternyata membuat salah seorang pemain Barcelona ciut. Gerard Pique adalah pemain dimaksud di mana ia punya kenangan buruk di panggung Piala Raja ini pada 2007.
Barcelona tampil meyakinkan kala menjamu Espanyol di Camp Nou, Kamis (7/1/2016). Empat berbalas satu gol menjadi bukti kegaharan Lionel Messi Cs. Tapi semua itu buat Pique belum jadi jaminan kalau peluang mereka untuk terus melaju ke 8 Besar terbuka.
Pengalaman buruk di edisi 2007 belum lekang dari ingatan pemain belakang El Barca. Kala itu, Barcelona yang sudah unggul di leg pertama atas Getafe 5-2, tanpa ampun dipermalukan di leg kedua saat bertandang ke kandang Getafe. Empat gol tanpa balas membuat Pique pulang meratapi nasib.
"Tujuan kami hanya lolos ke babak selanjutnya. Untuk itu kami akan kembali melakoni laga kedua di Cornella (kandang Espanyol). Pertandingan derbie selalu ketat. Espanyol mempunyai pendekatan kepada pemain dan membatasi permainan. Ada juga wasit yang memberikan kompromi," paparnya seperti dilansir Footballespana, Kamis (7/1/2016).
Pique dalam sebuah pertandingan tidak hanya ditentukan oleh pemain kedua tim. "Wasit bisa juga jadi penentu hasil akhir pertandingan."
Sepanjang sejarah Copa del Rey, Barcelona tercatat sebagai klub paling banyak menjadi juara. Tercatat sudah 27 kali mereka mengangkat trofi dan tahun ini mereka tampil sebagai juara bertahan.
Barcelona tampil meyakinkan kala menjamu Espanyol di Camp Nou, Kamis (7/1/2016). Empat berbalas satu gol menjadi bukti kegaharan Lionel Messi Cs. Tapi semua itu buat Pique belum jadi jaminan kalau peluang mereka untuk terus melaju ke 8 Besar terbuka.
Pengalaman buruk di edisi 2007 belum lekang dari ingatan pemain belakang El Barca. Kala itu, Barcelona yang sudah unggul di leg pertama atas Getafe 5-2, tanpa ampun dipermalukan di leg kedua saat bertandang ke kandang Getafe. Empat gol tanpa balas membuat Pique pulang meratapi nasib.
"Tujuan kami hanya lolos ke babak selanjutnya. Untuk itu kami akan kembali melakoni laga kedua di Cornella (kandang Espanyol). Pertandingan derbie selalu ketat. Espanyol mempunyai pendekatan kepada pemain dan membatasi permainan. Ada juga wasit yang memberikan kompromi," paparnya seperti dilansir Footballespana, Kamis (7/1/2016).
Pique dalam sebuah pertandingan tidak hanya ditentukan oleh pemain kedua tim. "Wasit bisa juga jadi penentu hasil akhir pertandingan."
Sepanjang sejarah Copa del Rey, Barcelona tercatat sebagai klub paling banyak menjadi juara. Tercatat sudah 27 kali mereka mengangkat trofi dan tahun ini mereka tampil sebagai juara bertahan.
(bbk)