Aremania Terima Hadiah Rp100 Juta Malah Bingung, Mengapa?

Senin, 25 Januari 2016 - 14:05 WIB
Aremania Terima Hadiah...
Aremania Terima Hadiah Rp100 Juta Malah Bingung, Mengapa?
A A A
MALANG - Aremania akhirnya menjadi suporter terbaik di Piala Jenderal Sudirman (PJS). Pendukung fanatik Arema Cronus ini menjadi yang terbaik di beberapa aspek, termasuk antusiasme sekaligus sportivitas, dan diganjar hadiah uang Rp100 juta.

Namun, justru hadiah uang itulah yang membuat Aremania sedikit kebingungan. Maklum, suporter biru tersebut tidak memiliki badan atau organisasi yang menaungi. Selama ini yang dikenal mengoordinasi suporter adalah Korwil atau koordinator wilayah.

Praktis, Aremania masih memerlukan waktu untuk menjaring aspirasi terkait pemanfaatan hadiah juara tersebut. Hingga kini masih banyak opini dan saran Aremania yang masuk dari berbagai penjuru dan membutuhkan waktu untuk menentukannya.

"Kami bersyukur Aremania menjadi suporter terbaik. Tapi sekarang kami harus sibuk memikirkan untuk apa uang hadiah tersebut. Tidak mungkin juga dibagi ke Aremania yang jumlahnya tak terhitung," ujar Cak No, penabuh drum Aremania yang juga turut ke Jakarta.

Aremania sendiri banyak melontarkan berbagai usulan, termasuk uang hadiah disumbangkan ke keluarga Aremania korban anarkisme di Sragen, beberapa waktu lalu. "Jelas harus ada kesepakatan dari semua korwil terkait pemanfaatan hadiah,"tambahnya.

Untuk menjadi suporter terbaik, perjalanan Aremania di Piala Jenderal Sudirman harus diwarnai tangis dan darah. Dua Aremania meninggal saat diserang suporter lain di Sragen, ketika hendak mendukung Arema Cronus di babak perempat final PJS di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Setelah itu Aremania juga harus menangis karena timnya disingkirkan Mitra Kukar di semifinal. Padahal pada leg kedua di Malang, lebih dari 40 ribu Aremania tumplek di Stadion Kanjuruhan. Situasi di Kanjuruhan inilah yang disebut sebagai salah satu kunci menjadi suporter terbaik.

Aremania tidak melakukan tindakan negatif dalam menyikapi kegagalan Singo Edan memenangi adu penalti. Sekalipun pertandingan saat itu berjalan sangat keras dan diwarnai kartu merah setelah pemain bersitegang, tak sampai memengaruhi situasi di tribun.

Respons positif menghadapi kekalahan timnya adalah aspek krusial yang ditekankan penyelenggara turnamen. Untuk aspek ini Aremania memang lulus ujian. Apalagi mereka juga sangat rajin menguntit timnya di mana pun berlaga
(aww)
Berita Terkait
Piala Sudirman 2023:...
Piala Sudirman 2023: China Tantang Korea Selatan di Final, Siapa Berjaya?
Sejarah Patung Jenderal...
Sejarah Patung Jenderal Sudirman yang Dibangun dengan Tangan Menghormat
LIVE di MNCTV! Saksikan...
LIVE di MNCTV! Saksikan Perjuangan Indonesia Hadapi China di Perempat Final Sudirman Cup 2023
Patung Jenderal Sudirman...
Patung Jenderal Sudirman Jadi Sasaran Vandalisme, PPSU Turun Tangan
Saksikan Langsung di...
Saksikan Langsung di RCTI+! Final Piala Sudirman 2023, China vs Korea Selatan
Hasil Undian Fase Grup...
Hasil Undian Fase Grup Piala Sudirman 2023
Berita Terkini
Tiga Kartu Merah Warnai...
Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Rekor Lama Terancam?
31 menit yang lalu
Korea Selatan vs Ceko:...
Korea Selatan vs Ceko: Taeguk Warriors Dijagokan Menang
1 jam yang lalu
Terkenal Fanatik, Suporter...
Terkenal Fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
3 jam yang lalu
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
3 jam yang lalu
Profil Julian Quinones,...
Profil Julian Quinones, Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved