Takut Dijual Lagi, Fans Ragu Dukung Madura United
Rabu, 27 Januari 2016 - 18:19 WIB
Takut Dijual Lagi, Fans Ragu Dukung Madura United
A
A
A
MADURA - Paham sebagai klub baru dari Pulau Madura, Madura United FC tak mengobral ambisi di persepakbolaan Indonesia. Klub yang baru diboyong dari Bekasi ini mengincar eksistensi sebagai target awal di musim pertamanya. Namun, publik sepak bola Madura masih ragu mendukungnya.
Eksistensi Madura United ini memang memiliki makna luas. Tak hanya menghadapi persaingan dengan tim-tim level teratas liga Indonesia, juga mengambil hati komunitas suporter asal Madura untuk memberikan dukungannya pada klub besutan Gomes de Oliviera.
Seperti diketahui, beberapa komunitas suporter masih ragu untuk memberikan dukungan secara total. Sebab bukan rahasia lagi jika Madura United adalah jelmaan Pelita Jaya dan sempat beberapa kali berubah nama sekaligus home base dalam beberapa musim terakhir.
Berstatus klub hasil pembelian memang masih menyisakan beban bagi manajemen Madura United. Beberapa kalangan suporter khawatir di masa mendatang Madura United bakal kembali dijual dan berpindah ke daerah lain ketika suporter sudah memberikan dukungan secara total. (Baca juga: PBR Jadi Madura United FC, Janji Lebih Profesional).
"Itu yang membuat kami belum benar-benar yakin (mendukung Madura United). Bayangkan saja pendukung Persipasi Bandung Raya, kadung susah-susah memberikan totalitas ternyata klub dijual dan hanya satu musim memakai nama Persipasi. Rata-rata suporter Madura berpikir seperti itu," ujar Irwan, salah satu suporter K-Conk Mania.
Sementara CEO Madura United FC Achsanul Qosasi sangat optimistis suporter nantinya akan memberikan dukungannya, walau sejauh ini masih terkesan ragu-ragu karena Madura United bukan klub yang lahir dan besar di Madura.
"Oleh karena itulah Madura United tidak memakai embel-embel nama lain seperti klub sebelumnya. Ini sebagai bukti bahwa Madura United menjadi milik masyarakat Madura sepenuhnya. Saya yakin nantinya suporter akan memahaminya dan memberikan dukungan secara total," kata Achsanul percaya diri.
"Kami akan sangat serius membentuk kekuatan, tapi kami menyadari tak bisa langsung menetapkan target yang terlalu tinggi. Sejauh bisa menjaga eksistensi di level kompetisi teratas, itu sudah menjadi awal yang bagus bagi Madura United."
Eksistensi Madura United ini memang memiliki makna luas. Tak hanya menghadapi persaingan dengan tim-tim level teratas liga Indonesia, juga mengambil hati komunitas suporter asal Madura untuk memberikan dukungannya pada klub besutan Gomes de Oliviera.
Seperti diketahui, beberapa komunitas suporter masih ragu untuk memberikan dukungan secara total. Sebab bukan rahasia lagi jika Madura United adalah jelmaan Pelita Jaya dan sempat beberapa kali berubah nama sekaligus home base dalam beberapa musim terakhir.
Berstatus klub hasil pembelian memang masih menyisakan beban bagi manajemen Madura United. Beberapa kalangan suporter khawatir di masa mendatang Madura United bakal kembali dijual dan berpindah ke daerah lain ketika suporter sudah memberikan dukungan secara total. (Baca juga: PBR Jadi Madura United FC, Janji Lebih Profesional).
"Itu yang membuat kami belum benar-benar yakin (mendukung Madura United). Bayangkan saja pendukung Persipasi Bandung Raya, kadung susah-susah memberikan totalitas ternyata klub dijual dan hanya satu musim memakai nama Persipasi. Rata-rata suporter Madura berpikir seperti itu," ujar Irwan, salah satu suporter K-Conk Mania.
Sementara CEO Madura United FC Achsanul Qosasi sangat optimistis suporter nantinya akan memberikan dukungannya, walau sejauh ini masih terkesan ragu-ragu karena Madura United bukan klub yang lahir dan besar di Madura.
"Oleh karena itulah Madura United tidak memakai embel-embel nama lain seperti klub sebelumnya. Ini sebagai bukti bahwa Madura United menjadi milik masyarakat Madura sepenuhnya. Saya yakin nantinya suporter akan memahaminya dan memberikan dukungan secara total," kata Achsanul percaya diri.
"Kami akan sangat serius membentuk kekuatan, tapi kami menyadari tak bisa langsung menetapkan target yang terlalu tinggi. Sejauh bisa menjaga eksistensi di level kompetisi teratas, itu sudah menjadi awal yang bagus bagi Madura United."
()