Terus Kuasai Klasemen, Kenapa Leicester City Sulit Dijinakkan?

Sabtu, 13 Februari 2016 - 02:08 WIB
Terus Kuasai Klasemen,...
Terus Kuasai Klasemen, Kenapa Leicester City Sulit Dijinakkan?
A A A
LEICESTER - Bukan cuma kerja keras atau taktik jitu, rasanya keberuntungan juga diperlukan untuk mengalahkan Leicester City. Lalu apa sebenarnya yang membuat sejumlah pelatih di Liga Inggris seolah kehabisan akal untuk menjinakkan The Foxes?

Dari 25 pertandingan, tim asuhan Claudio Ranieri sangat trengginas. Hanya dua kekalahan mereka alami dan 15 kemenangan menjadi bukti begitu menakutkan tim ini.

Seperti dilaporkan BBC, Sabtu (13/2/2016), soal formasi tak ada yang istimewa. Ranieri hanya menerapkan pola 4-4-2.

Tapi sejumlah klub begitu masuk lapangan, terlihat langsung tak berdaya. Mereka yang yakin bisa mematahkan Leicester justru keteteran. Semua tak lepas dari disiplinnya pada pemain Leicester memainkan pola tersebut.

Hal yang tak bisa dilupakan adalah bagaimana Ranieri bisa menyempurkan formasi saat latihan. Di samping itu kecedersan pemain ketika bertahan dan kehilangan bola patut diapresiasi.

Kemenangan menjadi tujuan utama dan inilah yang membuat Ranieri tak peduli soal penguasaan bola. Rata-rata penguasaan bola Leicester hanya 41%, yang terendah di antara tim yang sekarang menghuni lima posisi teratas klasemen.

Bukan hanya itu, jumlah umpan per pertandingan Leicester juga terendah kedua. Dari 336 umpan per pertandingan, akurasi hanya tercatat 69%.

Tapi hal ini berbanding terbalik dengan sisi pertahanan mereka. Leicester mempunyai pertahanan yang baik. Para pemain tidak mau memainkan bola terlalu lama. Begitu mendapatkan bola, pemain belakang langsung mengumpannya ke depan dan dengan kecepatan pemain tengah serta depan mengoyak pertahanan lawan.

Meredam atau mengalahkan Leicester mau tak mau semua tim harus menumpuk pemain di daerah pertahanan. Ini bisa menekan pemain Leicester mengembangkan permainan.

Soal serangan balik, sebenarnya banyak tim di Inggris yang menggunakan pola seperti itu. Dibandingkan West Ham dan Crystal Palace, penguasa klasemen ini terbilang sangat konsisten.

Kekompakan juga menjadi modal untuk meraih angka demi angka. Semua terjadi karena Ranieri tak banyak melakukan perubahan susunan pemain. Duet Danny Simpson dan Riyad Mahrez di sisi kanan mirip dengan duet Gary Neville dan David Beckham di masa kejayaan Manchester United. Keduanya bisa berbagi peran dengan amat baik dalam meyerang dan bertahan.

Dari lima pertandingan terakhir, Ranieri hanya menurunkan pemain yang sama dan hanya 21 kali mengubah susunan pemain dari 25 pertandingan - yang terendah di Liga. Ini membuat tim makin menyatu dan punya saling pengertian yang baik.
(bbk)
Berita Terkait
Mohamed Salah Gagal...
Mohamed Salah Gagal Penalti, Liverpool Keok di Markas Leicester City
Permalukan Leicester...
Permalukan Leicester City, Manchester United Ukir Tiga Kemenangan Beruntun
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Manchester City Gunduli Leicester City 3-1
Juergen Klopp Waspadai...
Juergen Klopp Waspadai Kedatangan Leicester City
Juergen Klopp Ingin...
Juergen Klopp Ingin Liverpool Waspadai Kebangkitan Leicester City
Hasil Liga Inggris Leicester...
Hasil Liga Inggris Leicester City vs Arsenal: The Gunners Jauhi Manchester City
Berita Terkini
Empat Tahun Persiapan...
Empat Tahun Persiapan Tim, Spanyol Akhirnya Tembus Final Piala Dunia 2026
14 menit yang lalu
William Saliba Cedera...
William Saliba Cedera Serius Saat Prancis Disingkirkan Spanyol
31 menit yang lalu
Mengapa Penalti Spanyol...
Mengapa Penalti Spanyol Tetap Sah Meski Lamine Yamal Diduga Handball?
37 menit yang lalu
Dituduh Untungkan Spanyol,...
Dituduh Untungkan Spanyol, Kenapa Wasit Ivan Barton Batalkan Tendangan Bebas Prancis?
51 menit yang lalu
Spanyol Berharap Jumpa...
Spanyol Berharap Jumpa Argentina di Final, Lamine Yamal: Saya Ingin Lawan Messi
1 jam yang lalu
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Tembus Final Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Kenapa Tulisan...
Ini Alasan Kenapa Tulisan Dokter Sulit untuk Dibaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved