Inilah Perasaan Marquez Ketika Salip Rossi di Lap Ketiga GP Qatar
Kamis, 24 Maret 2016 - 17:44 WIB
Inilah Perasaan Marquez Ketika Salip Rossi di Lap Ketiga GP Qatar
A
A
A
DOHA - Marc Marquez berhasil mengunci podium ketiga di Grand Prix Qatar akhir pekan lalu. Keputusannya menyalip Valentino Rossi dinilai pembalap Repsol Honda sangat menentukan dalam upayanya mencari poin pertama musim ini.
Rossi yang memulai balapan dari posisi lima, sempat merangsek naik ke posisi empat di awal balapan yang berlangsung di Sirkuit Losail. Marquez yang membuntuti Jorge Lorenzo, malah terjun ke peringkat lima.
Namun saat memasuki lap ketiga, ia berhasil menyalip Rossi dan mengklaim posisi tiga balapan. Setelah itu, Marquez bersaing dengan Lorenzo dan Andrea Dovizioso hingga akhir. Marquez sempat merebut posisi dua, Sayang ia sedikit melebar di tikungan terakhir jelang finish dan harus puas tetap bertahan di peringkat tiga.
Seperti dikutip Marca, Kamis (24/3/2016), Marquez mengaku keputusannya menyalip Rossi adalah sesuatu yang penuh risiko. Namun tekadnya meraih poin di seri perdana membuatnya bisa menyalip pembalap yang menuduhnya berkonspirasi musim lalu dengan baik.
"Saya berharap tidak jadi yang terakhir (di antara Lorenzo dan Rossi). Saya mengatakannya dengan jujur. Ketika saya mendapatkannya, saya berkata mohon jangan terjadi lagi," ucap Marquez merujuk pada insidennya di Malaysia."
"Karena saya bisa, saya bisa melewatinya dan fokus pada balapan meski sampai lap terakhir kesulitan mengamankan podium. Itu adalah suatu keputusan untuk menyalip. Itu adalah satu-satunya titik di mana saya bisa dan itu cukup bagus. Saya pikir, dari sudut pandang TV, tidak ada isu subjek, siulan, atau apapun akan membuatnya jadi lebih baik," jelasnya.
Rossi yang memulai balapan dari posisi lima, sempat merangsek naik ke posisi empat di awal balapan yang berlangsung di Sirkuit Losail. Marquez yang membuntuti Jorge Lorenzo, malah terjun ke peringkat lima.
Namun saat memasuki lap ketiga, ia berhasil menyalip Rossi dan mengklaim posisi tiga balapan. Setelah itu, Marquez bersaing dengan Lorenzo dan Andrea Dovizioso hingga akhir. Marquez sempat merebut posisi dua, Sayang ia sedikit melebar di tikungan terakhir jelang finish dan harus puas tetap bertahan di peringkat tiga.
Seperti dikutip Marca, Kamis (24/3/2016), Marquez mengaku keputusannya menyalip Rossi adalah sesuatu yang penuh risiko. Namun tekadnya meraih poin di seri perdana membuatnya bisa menyalip pembalap yang menuduhnya berkonspirasi musim lalu dengan baik.
"Saya berharap tidak jadi yang terakhir (di antara Lorenzo dan Rossi). Saya mengatakannya dengan jujur. Ketika saya mendapatkannya, saya berkata mohon jangan terjadi lagi," ucap Marquez merujuk pada insidennya di Malaysia."
"Karena saya bisa, saya bisa melewatinya dan fokus pada balapan meski sampai lap terakhir kesulitan mengamankan podium. Itu adalah suatu keputusan untuk menyalip. Itu adalah satu-satunya titik di mana saya bisa dan itu cukup bagus. Saya pikir, dari sudut pandang TV, tidak ada isu subjek, siulan, atau apapun akan membuatnya jadi lebih baik," jelasnya.
(bbk)