Ban Michelin Banyak Dikritik Pembalap MotoGP, Begini Pembelaan Taramasso

loading...
Ban Michelin Banyak Dikritik Pembalap MotoGP, Begini Pembelaan Taramasso
MotoGP 2020 tidak dapat diprediksi seperti musim sebelumnya. Ini tidak hanya disebabkan oleh keadaan darurat kesehatan (Covid-19) yang melanda dunia, tetapi juga tentang absennya Marc Marquez / Foto: GPOne
PARIS - MotoGP 2020 tidak dapat diprediksi seperti musim sebelumnya. Ini tidak hanya disebabkan oleh keadaan darurat kesehatan (Covid-19) yang melanda dunia, tetapi juga tentang absennya Marc Marquez yang memengaruhi pertarungan di lintasan pacuan kuda besi.

Dalam lima balapan pertama MotoGP musim ini, sebanyak 11 pembalap berbeda berhasil mengisi podium. Empat pembalap di antaranya keluar sebagai pemenang.

Ketidakpastian adalah bagian dari kejuaraan balap motor di kelas elite musim ini yang bakal dikenang. Pasalnya, tanpa kehadiran Marquez, yang kemungkinan bakal absen beberapa seri membuat MotoGP sulit memprediksi siapa yang bakal menjadi juara dunia. (Baca juga: Level MotoGP Jeblok, Benarkah?)

Bukan hanya absennya juara MotoGP yang mengganggu keseimbangan setiap akhir pekan. Ban Michelin baru juga menjadi perhatian para penikmat balap mengingat tak sedikit pembalap yang mengeluhkan mengenai penggunaan ban asal Prancis tersebut.



Sulit juga menuduh Michelin hanya memanjakan satu tim saja. Karena, semua pada akhirnya tergantung pada kemampuan untuk menyesuaiman pengaturan berdasarkan trek dan gaya membalap. (Baca juga: Kalender MotoGP 2021 Bocor, GP Mandalika Digelar Oktober)

"Pada 2016 Michelin kembali ke MotoGP. Ban telah berubah dan apa yang terjadi sekarang sepertinya sudah terjadi. Ada 9 pemenang berbeda musim itu, sekarang ada empat pembalap menjadi pemenang dari lima balapan pertama," tutur Manajer Motorsport Michelin, Piero Taramasso dikutip dari PaddockGP, Selasa (1/9/2020).

"Kami telah memperkenalkan ban baru, yang berperilaku berbeda dari yang sebelumnya, jadi setiap pembalap harus bekerja di setiap trek untuk menemukan set-up yang tepat dan siapa pun yang berhasil akan menang," tambah Taramasso.



"Kami beralih dari 9 pemenang pada 2016 menjadi 5 pada 2017 dan kemudian menjadi 3 pada 2018. Situasi telah stabil karena kami telah menggunakan ban yang sama selama 3 setengah tahun. Saya tidak terkejut bahwa beberapa pengendara sekarang merasa sedikit kesal. Anda harus bekerja di setiap trek, Anda tidak dapat menemukan pengaturan ajaib yang berfungsi di mana-mana. Setiap trek memiliki karakteristik yang berbeda, seperti konfigurasi dan level grip yang normal. Siapapun yang menemukan cara untuk membuat ban bekerja di setiap lintasan akan menjadi orang yang memenangkan kejuaraan," pungkas Taramasso.
(sha)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top