Inilah Cara Jitu Klopp Bakar Semangat Pemain Liverpool
Jum'at, 15 April 2016 - 15:00 WIB
Inilah Cara Jitu Klopp Bakar Semangat Pemain Liverpool
A
A
A
LIVERPOOL - Liverpool beruntung memiliki pelatih sekelas Juergen Klopp. Pria berkacamata tersebut tak hanya jago soal mengasah bakat para pemainnya. Klopp juga pandai dalam mengangkat mental pasukannya dan itu terlihat ketika Liverpool mengalahkan Borrussia Dortmund di leg kedua babak perempat final Liga Europa, Jumat (15/4/2016) dini hari WIB.
Pada laga tersebut, Liverpool sempat tertinggal 0-2 di babak pertama. Gawang mereka yang dikawal Simon Mignolet dijebol oleh Henrikh Mkhitaryan dan Pierre-Emerick Aubameyang. Hasil ini menipiskan peluang Liverpool untuk lolos ke semifinal sebab mereka sedang kalah aggregat 1-3.
Namun Klopp tidak melihat ini sebagai bencana. Saat memasuki masa istirahat, ia memberikan motivasi ekstra ke para pemainnya. Klopp seperti menularkan semangat fans Liverpool yang memadati Stadion Anfield.
"Saya katakan pada para pemain, sebelumnya Liverpool pernah tertinggal 0-3 saat melawan AC Milan di final Liga Champions. Setelah itu Liverpool bisa mengejarnya dan memenangkan pertandingan. Dalam situasi yang tidak mungkin, kalian (pemain Liverpool) pasti bisa melakukannya. Memang lebih mudah mengatakan daripada melakukannya. Tapi para pemain punya potensi yang besar," ucap Klopp yang dikutip dari Daily Mail.
Kalimat penyemangat yang dilontarkan Klopp terbukti ampuh di babak kedua. Pada menit 48, Divock Origi sukses memperkecil ketertinggalan.
Dortmund kembali menjauh lewat gol Marco Reus menit 57. Namun hasil itu tidak merontokan semangat juang The Reds. Mereka terus mencari cara agar dapat membalikan keadaan. Meski sulit, Liverpool akhirnya berhasil mewujudkan ambisi berkat gol Philippe Coutinho menit 66, Mamadou Sakho menit 77 dan Dejan Lovren menit 90+1.
"Saat Divock Origi mencetak gol, saya melihat sesuatu yang luar biasa terjadi di dalam stadion. Saat orang mengira laga akan berakhir imbang, namun kami tidak berpikir demikian. Inilah Liverpool dan saya bangga berada di dalamnya," tegas eks pelatih Dortmund tersebut.
"Ini malam yang benar-benar indah. Ini salah satu pertandingan terbaik di sepak bola Eropa. Hasil laga ini memang sulit dipercaya. Dengan perasaan bangga, saya ucapkan selamat pada para pemain," tambahnya.
Sayang, Klopp belum bisa menunjukkan kejeniusannya di ajang Liga Premier, Piala FA dan Capital One Cup. Meski demikian, pekerjaannya sungguh mengagumkan sebab ia bisa memaksimalkan pemain-pemain yang ditinggalkan pendahulunya, Brendan Rodgers.
Pada laga tersebut, Liverpool sempat tertinggal 0-2 di babak pertama. Gawang mereka yang dikawal Simon Mignolet dijebol oleh Henrikh Mkhitaryan dan Pierre-Emerick Aubameyang. Hasil ini menipiskan peluang Liverpool untuk lolos ke semifinal sebab mereka sedang kalah aggregat 1-3.
Namun Klopp tidak melihat ini sebagai bencana. Saat memasuki masa istirahat, ia memberikan motivasi ekstra ke para pemainnya. Klopp seperti menularkan semangat fans Liverpool yang memadati Stadion Anfield.
"Saya katakan pada para pemain, sebelumnya Liverpool pernah tertinggal 0-3 saat melawan AC Milan di final Liga Champions. Setelah itu Liverpool bisa mengejarnya dan memenangkan pertandingan. Dalam situasi yang tidak mungkin, kalian (pemain Liverpool) pasti bisa melakukannya. Memang lebih mudah mengatakan daripada melakukannya. Tapi para pemain punya potensi yang besar," ucap Klopp yang dikutip dari Daily Mail.
Kalimat penyemangat yang dilontarkan Klopp terbukti ampuh di babak kedua. Pada menit 48, Divock Origi sukses memperkecil ketertinggalan.
Dortmund kembali menjauh lewat gol Marco Reus menit 57. Namun hasil itu tidak merontokan semangat juang The Reds. Mereka terus mencari cara agar dapat membalikan keadaan. Meski sulit, Liverpool akhirnya berhasil mewujudkan ambisi berkat gol Philippe Coutinho menit 66, Mamadou Sakho menit 77 dan Dejan Lovren menit 90+1.
"Saat Divock Origi mencetak gol, saya melihat sesuatu yang luar biasa terjadi di dalam stadion. Saat orang mengira laga akan berakhir imbang, namun kami tidak berpikir demikian. Inilah Liverpool dan saya bangga berada di dalamnya," tegas eks pelatih Dortmund tersebut.
"Ini malam yang benar-benar indah. Ini salah satu pertandingan terbaik di sepak bola Eropa. Hasil laga ini memang sulit dipercaya. Dengan perasaan bangga, saya ucapkan selamat pada para pemain," tambahnya.
Sayang, Klopp belum bisa menunjukkan kejeniusannya di ajang Liga Premier, Piala FA dan Capital One Cup. Meski demikian, pekerjaannya sungguh mengagumkan sebab ia bisa memaksimalkan pemain-pemain yang ditinggalkan pendahulunya, Brendan Rodgers.
(bep)