Persela Ingatkan Pemain yang Kerap Umbar Amarah di Lapangan
Sabtu, 16 April 2016 - 19:10 WIB
Persela Ingatkan Pemain yang Kerap Umbar Amarah di Lapangan
A
A
A
LAMONGAN - Persela Lamongan tak ingin dirugikan oleh sikap pemainnya di lapangan. Laskar Joko Tingkir akan memberikan treatment khusus kepada pemain yang kerap mengumbar amarah secara berlebihan saat berlaga, yang berpotensi merusak skema permainan tim.
Dalam beberapa pertandingan Persela kerap dirugikan oleh pemainnya sendiri. Skema permainan tim dirusak oleh aspek emosional pemain secara berlebihan. Salah satunya seperti yang ditunjukkan Victor Pae, bek yang baru bergabung musim ini dan menunjukkan temperamennya.
Sebelum memasuki musim kompetisi, pemain asal Papua ini sudah mendapatkan dua kartu merah dan perbuatan di luar batas. Pertama, dia terkena kartu merah dan menampar wasit di Piala Gubernur Kaltim 2016 lalu sehingga timnya mengalami kekalahan.
Kedua, pemain ini kembali tidak mengontrol emosinya di pertandingan ujicoba kontra Persegres Gresik United. Pada laga di Stadion Surajaya yang berakhir imbang tanpa gol tersebut dia juga diganjar kartu merah.
Melihat potensi merugikan yang ditunjukkan Pae, staf pelatih pun memberikan perlakuan dan penanganan khusus. Asisten Pelatih Persela Didik Ludiyanto mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan eks pemain Persija Jakarta tersebut secara personal.
"Kami perlu memberikan pengarahan kepada semua pemain, terutama Victor Pae, agar tidak terlalu mengumbar emosi di lapangan. Sebab itu akan sangat merugikan tim apabila jumlah pemain harus berkurang," jelas Didik Ludiyanto.
Dia juga mengakui Persela sudah memberi peringatan untuk Victor Pae agar di pertandingan berikutnya tidak bertindak di luar batas, apalagi ketika sudah bermain di kompetisi. Didik berharap peringatan tersebut benar-benar dipahami Pae.
"Tentu saja untuk kasus semacam ini harus ditangani dengan komunikasi yang baik. Jadi tak hanya memberi peringatan, tapi juga dengan pengarahan yang baik. Siapa tahu itu hanya emosi sesaat saja dan bukan karakter bawaan si pemain," sambung dia.
Dia mengingatkan, tindakan di luar batas akan semakin merugikan ketika terjadi di kompetisi karena sanksi bakal lebih berat. Victor Pae beruntung karena kejadian di Piala Gubernur Kaltim silam tak mendatangkan sanksi apa pun.
Jika insiden semacam itu terjadi di kompetisi reguler, maka dipastikan Pae akan mendapatkan sanksi yang cukup berat. "Saya optimistis para pemain kooperatif dan bisa diajak komunikasi dengan baik. Bagaimana pun kepentingan tim adalah nomor satu," tandas dia.
Dalam beberapa pertandingan Persela kerap dirugikan oleh pemainnya sendiri. Skema permainan tim dirusak oleh aspek emosional pemain secara berlebihan. Salah satunya seperti yang ditunjukkan Victor Pae, bek yang baru bergabung musim ini dan menunjukkan temperamennya.
Sebelum memasuki musim kompetisi, pemain asal Papua ini sudah mendapatkan dua kartu merah dan perbuatan di luar batas. Pertama, dia terkena kartu merah dan menampar wasit di Piala Gubernur Kaltim 2016 lalu sehingga timnya mengalami kekalahan.
Kedua, pemain ini kembali tidak mengontrol emosinya di pertandingan ujicoba kontra Persegres Gresik United. Pada laga di Stadion Surajaya yang berakhir imbang tanpa gol tersebut dia juga diganjar kartu merah.
Melihat potensi merugikan yang ditunjukkan Pae, staf pelatih pun memberikan perlakuan dan penanganan khusus. Asisten Pelatih Persela Didik Ludiyanto mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan eks pemain Persija Jakarta tersebut secara personal.
"Kami perlu memberikan pengarahan kepada semua pemain, terutama Victor Pae, agar tidak terlalu mengumbar emosi di lapangan. Sebab itu akan sangat merugikan tim apabila jumlah pemain harus berkurang," jelas Didik Ludiyanto.
Dia juga mengakui Persela sudah memberi peringatan untuk Victor Pae agar di pertandingan berikutnya tidak bertindak di luar batas, apalagi ketika sudah bermain di kompetisi. Didik berharap peringatan tersebut benar-benar dipahami Pae.
"Tentu saja untuk kasus semacam ini harus ditangani dengan komunikasi yang baik. Jadi tak hanya memberi peringatan, tapi juga dengan pengarahan yang baik. Siapa tahu itu hanya emosi sesaat saja dan bukan karakter bawaan si pemain," sambung dia.
Dia mengingatkan, tindakan di luar batas akan semakin merugikan ketika terjadi di kompetisi karena sanksi bakal lebih berat. Victor Pae beruntung karena kejadian di Piala Gubernur Kaltim silam tak mendatangkan sanksi apa pun.
Jika insiden semacam itu terjadi di kompetisi reguler, maka dipastikan Pae akan mendapatkan sanksi yang cukup berat. "Saya optimistis para pemain kooperatif dan bisa diajak komunikasi dengan baik. Bagaimana pun kepentingan tim adalah nomor satu," tandas dia.
(sha)