Gagal Raih Angka, Barcelona Dihantui Kutukan 2003/2004
Senin, 18 April 2016 - 12:48 WIB
Gagal Raih Angka, Barcelona Dihantui Kutukan 2003/2004
A
A
A
BARCELONA - Barcelona kembali gagal meraih angka penuh untuk keempat kalinya secara beruntun di Liga Spanyol. Ini bisa merusak misi El Azulgrana untuk mempertahankan singgasananya.
Periode kelam Barcelona terus berlanjut setelah menyerah 1-2 dari Valencia di Camp Nou. Itu menjadi tiga kekalahan berturut-turut armada Luis Enrique di kompetisi domestik. Ini pertama kalinya terjadi sejak Februari 2003. Jika tambah kompetisi lain, mereka baru meraih satu kemenangan dari enam pertandingan.
Ini sangat ironis mengingat Barcelona sempat melewati 38 partai disemua kompetisi tanpa kekalahan. Sekarang, Lionel Messi dkk hanya meraih satu angka dari seharunya 12 angka. Itu bisa membuat mereka tertimpa kutukan 2003/2004, seperti yang dialami Real Madrid.
Pada periode 2003/2004 Madrid difavoritkan jadi juara. Los Blancos sempat memuncaki klasemen pada pertengahan musim, dan unggul delapan angka dari Valencia. Tapi, Madrid malah menelan tujuh kekalahan dari 10 laga terakhir. Mereka anjlok dari posisi pertama ke urutan empat, dan Valencia yang akhirnya keluar sebagai kampiun.
Barcelona hampir pasti mengalami kutukan serupa. Pada jordana ke-29, Blaugrana melumat Getafe 6-0 hingga unggul delapan angka dari Atletico Madrid. Tapi, setelah itu Barcelona ditahan Villarreal (2-2), lalu dikalahkan Madrid (1-2), Real Sociedad (0-1) dan Valencia (1-2).
Barcelona dan Atletico kini meraup 76 angka. Barcelona masih di puncak karena unggul produktivitas, yakni 88 gol (+59) berbanding 57 gol (+41) milik Atletico. Tapi, yang perlu diingat, keduanya hanya memimpin satu angka dari Madrid.
Menurut statistik selama 15 tahun terakhir, tidak pernah ada tim yang menjuarai Liga Spanyol setelah menyia-nyiakan keunggulan delapan angka. Artinya, potensi Barcelona terus terperosok cukup besar. Dan, perlu diingat, Barcelona selalu sulit naik lagi ke posisi pertama setelah dikudeta pesaingnya.
Periode kelam Barcelona terus berlanjut setelah menyerah 1-2 dari Valencia di Camp Nou. Itu menjadi tiga kekalahan berturut-turut armada Luis Enrique di kompetisi domestik. Ini pertama kalinya terjadi sejak Februari 2003. Jika tambah kompetisi lain, mereka baru meraih satu kemenangan dari enam pertandingan.
Ini sangat ironis mengingat Barcelona sempat melewati 38 partai disemua kompetisi tanpa kekalahan. Sekarang, Lionel Messi dkk hanya meraih satu angka dari seharunya 12 angka. Itu bisa membuat mereka tertimpa kutukan 2003/2004, seperti yang dialami Real Madrid.
Pada periode 2003/2004 Madrid difavoritkan jadi juara. Los Blancos sempat memuncaki klasemen pada pertengahan musim, dan unggul delapan angka dari Valencia. Tapi, Madrid malah menelan tujuh kekalahan dari 10 laga terakhir. Mereka anjlok dari posisi pertama ke urutan empat, dan Valencia yang akhirnya keluar sebagai kampiun.
Barcelona hampir pasti mengalami kutukan serupa. Pada jordana ke-29, Blaugrana melumat Getafe 6-0 hingga unggul delapan angka dari Atletico Madrid. Tapi, setelah itu Barcelona ditahan Villarreal (2-2), lalu dikalahkan Madrid (1-2), Real Sociedad (0-1) dan Valencia (1-2).
Barcelona dan Atletico kini meraup 76 angka. Barcelona masih di puncak karena unggul produktivitas, yakni 88 gol (+59) berbanding 57 gol (+41) milik Atletico. Tapi, yang perlu diingat, keduanya hanya memimpin satu angka dari Madrid.
Menurut statistik selama 15 tahun terakhir, tidak pernah ada tim yang menjuarai Liga Spanyol setelah menyia-nyiakan keunggulan delapan angka. Artinya, potensi Barcelona terus terperosok cukup besar. Dan, perlu diingat, Barcelona selalu sulit naik lagi ke posisi pertama setelah dikudeta pesaingnya.
(mir)