Pemerintah Batalkan 'Ide Gila' Menyulap Senayan Jadi Sirkuit MotoGP

Selasa, 03 Mei 2016 - 19:52 WIB
Pemerintah Batalkan...
Pemerintah Batalkan 'Ide Gila' Menyulap Senayan Jadi Sirkuit MotoGP
A A A
JAKARTA - Ide gila pemerintah yang bermaksud menyulap kawasan Senayan, kususnya Stadion Gelora Bung Karno, untuk menggelar MotoGP di Indonesia, dipastikan batal. Pemerintah pesimis dengan ide yang semula mengemuka tersebut.

Rencana untuk mendisfungsi kawasan Senayan menjadi sirkuit mengemuka setelah pemerintah kesulitan mencari lintasan yang siap menggelar MotoGP. Pada saat itu, operator MotoGP Dorna Sport menilai Sirkuit Sentul yang berlokasi di Bogor belum siap menggelar balapan karena perlu renovasi.

Lantaran dikelola oleh pihak swasta, Sirkuit Sentul tidak bisa menerima bantuan dana langsung yang bersumber dari APBN. Rencana untuk menggelar balapan di Indonesia pun memaksa pemerintah mengeluarkan ide gila dengan menyulap GBK dan sekitarnya menjadi sirkuit dalam kota.

Namun setelah rapat Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di kantor Kementerian Sekretartiat Negara, Selasa, (3/5/2016), ide tersebut dimentahkan. Usai rapat, disepakati bahwa rencana menyulap Senayan menjadi sirkuit tak akan lagi dilanjutkan.

"Terkait dengan rencana semula yang pernah mengemuka tentang penggunaan kawasan GBK Senayan, dengan kondisi persiapan menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018 di kawasan GBK Senayan, akhirnya diputuskan untuk tidak merencanakan penggunan kawasan GBK Senayan bagi penyelenggaraan MotoGP 2017," demikian keterangan tertulis Kemenpora, Selasa (3/5/2016).

Dengan keputusan tersebut, hampir dipastikan pemerintah hanya akan fokus pada Sirkuit Sentul dalam rencana membawa MotoGP 2017 ke tanah air. Sayangnya, sirkuit tersebut juga terus mencari dana mengingat renovasi akan digenjot tanpa dukungan APBN.

Lewat laporan yang sama, Kemenpora juga menjelaskan bahwa kemungkinan yang diusulkan untuk penyelenggaraan MotoGP 2017, 2018 dan 2019 adalah di Sentul, Bogor. Syaratnya, tidak membebani APBN baik untuk renovasi maupun pembangunan infrastruktur di lingkungan sekitar sirkuit.

Pemerintah hanya bisa menggunakan APBN sebatas untuk membayar commitment fee sebesar 7 juta Euro atau sekitar Rp 106 miliar untuk tahun 2017, yang harus dibayarkan paling lambat bulan Agustus 2017.
(mir)
Berita Terkait
Menpora Erick Thohir...
Menpora Erick Thohir Dukung MotoGP Mandalika Majukan Perekonomian Lewat Sport Tourism
MotoGP Mandalika Bukti...
MotoGP Mandalika Bukti Industri Olahraga RI Melaju, Dampak Ekonomi Rp4,8 Triliun
Menpora Jamin Efisiensi...
Menpora Jamin Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Ajang Internasional
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Soal Nasib MotoGP Mandalika...
Soal Nasib MotoGP Mandalika 2021, Menpora Tunggu Keputusan Dorna Sports
Morbidelli Punya Jurus...
Morbidelli Punya Jurus Rahasia Kuasai GP Indonesia di Sirkuit Mandalika
Berita Terkini
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
42 menit yang lalu
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
2 jam yang lalu
Piala Dunia 2026: Jersey...
Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
4 jam yang lalu
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
5 jam yang lalu
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026 dan Sikap Santai Infantino: Kenapa Dulu Coret Indonesia?
6 jam yang lalu
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved