Perangi Doping, Stepanova Tuding Presiden IOC Cuma Omong Kosong

Selasa, 16 Agustus 2016 - 16:14 WIB
Perangi Doping, Stepanova...
Perangi Doping, Stepanova Tuding Presiden IOC Cuma Omong Kosong
A A A
MOSKOW - Atlet Rusia, Yuliya Stepanova menuding Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach hanya omong kosong untuk memerangi doping di seluruh dunia. Bach cuma memanfaatkan situasi untuk mengangkat pamor.

Stepanova sempat mendapatkan 'keistimewaan' di tengah-tengah terbongkarnya skandal doping di Rusia. Ia mendapatkan kesempatan tampil di event internasional, namun dengan syarat. Ia diminta bekerjasama oleh IOC untuk membongkar skandal di negerinya.

Belakangan Stepanova dan sang suami, Vitaly Stepanov merasa IOC hanya memanfaatkan mereka. Tidak ada dukungan dan merasa kalau Bach hanya ingin menarik keuntungan dari kasus doping Rusia.

"Thomas Bach tidak tahu apa-apa soal situasi ini. Dia tidak pernah membuat upaya menyelesaikan masalah ini (skandal doping)," ucap Stepanova dilansir Insidethegames, Selasa (16/8/2016).

"Saya akui, saya merupakan bagian dari skandal doping Rusia. Namun saya memutuskan untuk mengetahui lebih banyak dan berbicara yang sebenarnya. Tapi, sekali lagi Bach sama sekali tak mengerti dengan kondisi kami. Jelas sekali mereka hanya mengambil keuntungan dari posisi kami," ungkap Stepanova.

Sayangnya, upaya Stepanova untuk bekerjasama dengan IOC berbuah pahit. Ia tetap saja dilarang tampil di Olimpiade 2012, meski Federasi Atletik Internasional (IAAF) merekomendasikan.

"Saya tidak tahu, apa sikap Bach itu etis? Tapi orang-orang ini (Bach dan pejabat olah raga lainnya) harus mengakui kesalahan dan meminta maaf. Saya hanya berharap dia mau mengakui kesalahan dan meminta maaf," keluh atlet nomor lari 800 meter itu.

Padahal, lanjutnya, untuk mau bekerjasama dengan IOC, Stepanova dan suami menempuh risiko tinggi. Mereka dicap sebagai pengkhianat. "Kami mengambil risiko itu."
(bbk)
Berita Terkait
Olimpiade London 2012,...
Olimpiade London 2012, Skandal Doping Terbesar dalam Sejarah
5 Jenis Doping Petinju...
5 Jenis Doping Petinju Top Dunia yang Guncang Ring Tinju
Vonis Ringan Kasus Doping...
Vonis Ringan Kasus Doping Rusia Kekalahan bagi Dunia Olahraga
Agen Jacobs Bantah Terseret...
Agen Jacobs Bantah Terseret Penyelidikan Ahli Gizi
Di Tengah Ancaman Sanksi...
Di Tengah Ancaman Sanksi WADA, Tiga Turnamen di Bali Jalan Terus
3 Efek Negatif Doping...
3 Efek Negatif Doping Bagi Petinju: Dari Aspek Kesehatan hingga Konsekuensi Sosial
Berita Terkini
Celuk Open 2026, Turnamen...
Celuk Open 2026, Turnamen Tenis yang Gaungkan Wellness
27 menit yang lalu
Indonesia Lampaui Target...
Indonesia Lampaui Target di Kejuaraan Tinju Asia U-19 & U-23 2026, Raih 7 Medali
2 jam yang lalu
Resmi Kolaborasi dengan...
Resmi Kolaborasi dengan MNC Group untuk Piala AFF 2026, Reza Arap: Saya Merasa Sangat Terhormat
2 jam yang lalu
Timnas Spanyol Harus...
Timnas Spanyol Harus Lihat! Botol Minum Pickford Bikin Messi dan Pemain Argentina Geleng-geleng Kepala
4 jam yang lalu
PB POBSI Tegaskan Penguatan...
PB POBSI Tegaskan Penguatan Organisasi Daerah Kunci Prestasi Biliar Nasional Menuju PON 2028
5 jam yang lalu
Link Nonton F1 Belgian...
Link Nonton F1 Belgian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
5 jam yang lalu
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved