Enggak Punya Jenderal Jadi Penyebab Performa Persib Anjlok

Senin, 10 Oktober 2016 - 18:07 WIB
Enggak Punya Jenderal...
Enggak Punya Jenderal Jadi Penyebab Performa Persib Anjlok
A A A
BANDUNG - Tidak memiliki jenderal di semua lini jadi penyebab anjloknya performa Persib Bandung dalam beberapa laga Indonesia Soccer Championship (ISC). Setidaknya itu adalah kesimpulan yang disampaikan pelatih Djadjang Nurdjaman menyoal tiga kekalahan beruntun yang dialami Maung Bandung.

Setelah sebelumnya digebuk 0-3 oleh Sriwijaya FC, Pangeran Biru juga tak berdaya saat melawat ke kandang Bali United. Kekalahan 0-1 dari tim Kota Dewata ternyata berlanjut saat Persib bertandang ke markas Madura United dan kekalahan 1-2 harus mereka terima.

Salah satu yang menonjol dari permainan Persib dalam beberapa laga terakhir adalah seringnya pemain dilanda kepanikan. Hal itu berujung pada kesalahan elementer yang justru menguntungkan bagi lawan.

Tidak ada sosok jenderal di setiap lini disinyalir jadi salah satu penyebab seringnya skuad Persib berada dalam kepanikan. "Ada juga pengaruh karena itu (tidak ada jenderal di setiap lini)," kata Djanur di Stadion Persib, Kota Bandung, Senin (10/10/2016).

Seorang jenderal di setiap lini jelas berpengaruh untuk performa tim. Di lini belakang misalnya, tak ada sosok yang jadi motivator dan penenang bagi pemain lain membuat pertahanan kadang menjadi keropos.

Tak jarang, serangan lawan justru dihentikan buru-buru yang berbuah tendangan penalti maupun tendangan bebas di area pertahanan. Bahkan sesekali pelanggaran akibat panik itu juga berujung pada hadiah kartu kuning.

"Sekarang enggak ada pemain yang begitu. Sekarang siapa coba pemainnya (yang bisa menjadi jenderal di setiap lini)," cetusnya.

Apa yang jadi penyebab seringnya pemain Persib panik saat diserang lawan? Jawabannya adalah faktor mental dan kematangan bermain. Ia mencontohkan dua pemain di lini belakang yaitu Yanto Basna dan Jajang Sukmara. Mereka masih belum stabil saat menggalang pertahanan.

"Basna wajar sebagai pemain muda belum matang. Dia segala sesuatunya oke, tapi masih belum matang. Sehingga kadang main bagus, kadang enggak. Jajang juga walaupun harusnya sudah matang, tapi belum matang," jelasnya.

Hal serupa juga terjadi di lini tengah dan depan. Pemainnya sering buru-buru dalam melakukan serangan. Alhasil, serangan yang dilakukan banyak terbuang percuma.

Meski begitu, Djanur berusaha akan membenahi berbagai kekurangan yang ada. Ia pelan-pelan akan menempa skuadnya agar memiliki jenderal di setiap lini. Minimal, para pemain memiliki ketenangan dalam mengawal pertahanan dan melakukan penyerangan.
(bbk)
Berita Terkait
Highlight Semifinal...
Highlight Semifinal Leg Kedua Championship Series Liga 1 2023-2024 : Persib Bandung ke Final usai Singkirkan Bali United
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League Bandung: Mojang Priangan dan Akademi Persib Raih Tiket ke Kudus
Luis Milla Resmi Latih...
Luis Milla Resmi Latih Persib Menggantikan Robert Rene Alberts
Lebaran di Indonesia,...
Lebaran di Indonesia, Kiper Persib Ketagihan Makan Rendang
Kapten U-17 Persib Bandung...
Kapten U-17 Persib Bandung Berharap Ada Akademi seperti Aspire di Indonesia, Prabowo: Doakan Saja
Berita Terkini
Visa Ditolak AS, Wasit...
Visa Ditolak AS, Wasit Somalia Omar Artan Panen Duit FIFA
1 jam yang lalu
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
3 jam yang lalu
Isak-Gyokeres Mengamuk,...
Isak-Gyokeres Mengamuk, Swedia Gilas Tunisia dan Rebut Takhta Grup F
3 jam yang lalu
Papan Tulis Sakti Jepang...
Papan Tulis Sakti Jepang Bikin Belanda Mandek
4 jam yang lalu
Fans Jepang Punguti...
Fans Jepang Punguti Sampah Usai Jepang Imbangi Belanda 2-2
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved