Lupakan Cristiano Ronaldo, Sekarang Saatnya Era Gareth Bale
Kamis, 13 Oktober 2016 - 17:33 WIB
Lupakan Cristiano Ronaldo, Sekarang Saatnya Era Gareth Bale
A
A
A
MADRID - Era Cristiano Ronaldo sepertinya akan segera berakhir. Tumpuan Real Madrid lambat laun mulai beralih pada Gareth Bale. Pangeran Wales kini jadi jimat keberuntungan Los Blancos.
Publik tidak menampik jika Ronaldo jadi tulang punggung Madrid selama bertahun-tahun. Sejak direkrut dari Manchester United (MU) seharga 94 juta euro pada musim panas 2009, CR7 selalu jadi pilihan utama. Berkat jasanya Madrid kembali menjuarai La Liga 2011/2012.
Itu semua melahirkan anggapan Madrid sangat bergantung pada Ronaldo. Gelandang serang berumur 31 tahun itu wajib tampil jika Madrid ingin meraih hasil positif. Karena itu fans sering resah jika bintang asal Portugal tersebut absen karena cedera.
Namun, asumsi itu kini tidak berlaku lagi. Sekarang yang jadi kunci kemenangan Madrid bukan lagi Ronaldo, melainkan Bale. Itu berdasarkan statistik ketika winger berusia 27 tahun itu merumput.
Setiap kali Bale mencetak gol, Madrid hampir selalu keluar jadi pemenang. Itu terus terjadi sejak dia bergabung pada 2013 dari Tottenham Hotspur. Dibeli senilai 100 juta euro, Bale sudah mencetak gol di 46 laga pertamanya di Spanyol, dimana Madrid bisa menang 41 kali.
Di lima pertandingan lainnya, Madrid mencatat empat imbang dan sekali kalah ketika Bale merobek gawang lawan. Hasil negatif itu terjadi ketika Madrid yang semula unggul 2-0, malah tumbang 2-4 dari Real Sociedad di Anoeta pada 2014.
Musim ini Bale juga sudah mengemas tiga gol. Dia menyumbang dua gol waktu Madrid melibas Sociedad 3-0, 21 Agustus lalu. Kemudian menjebol gawang Eibar dimana laga berakhir 1-1. Semua itu jadi bukti kalau Bale Effect telah melanda Santiago Bernabeu.
Ini membuat pelatih Zinedine Zidane menggantungkan harapannya pada Bale saat Isco dkk menyambangi Real Betis di Estadio Benito Villamarin, dalam lanjutan La Liga, Minggu (16/10/2016).
Bale diharapkan dapat membantu Madrid menyudahi kutukan yang sedang melanda. Madrid sudah melewati empat laga beruntun, tiga di La Liga, dengan hasil imbang. Jika misi itu terpenuhi, Madrid bisa saja menguasai lagi klasemen sementara.
Publik tidak menampik jika Ronaldo jadi tulang punggung Madrid selama bertahun-tahun. Sejak direkrut dari Manchester United (MU) seharga 94 juta euro pada musim panas 2009, CR7 selalu jadi pilihan utama. Berkat jasanya Madrid kembali menjuarai La Liga 2011/2012.
Itu semua melahirkan anggapan Madrid sangat bergantung pada Ronaldo. Gelandang serang berumur 31 tahun itu wajib tampil jika Madrid ingin meraih hasil positif. Karena itu fans sering resah jika bintang asal Portugal tersebut absen karena cedera.
Namun, asumsi itu kini tidak berlaku lagi. Sekarang yang jadi kunci kemenangan Madrid bukan lagi Ronaldo, melainkan Bale. Itu berdasarkan statistik ketika winger berusia 27 tahun itu merumput.
Setiap kali Bale mencetak gol, Madrid hampir selalu keluar jadi pemenang. Itu terus terjadi sejak dia bergabung pada 2013 dari Tottenham Hotspur. Dibeli senilai 100 juta euro, Bale sudah mencetak gol di 46 laga pertamanya di Spanyol, dimana Madrid bisa menang 41 kali.
Di lima pertandingan lainnya, Madrid mencatat empat imbang dan sekali kalah ketika Bale merobek gawang lawan. Hasil negatif itu terjadi ketika Madrid yang semula unggul 2-0, malah tumbang 2-4 dari Real Sociedad di Anoeta pada 2014.
Musim ini Bale juga sudah mengemas tiga gol. Dia menyumbang dua gol waktu Madrid melibas Sociedad 3-0, 21 Agustus lalu. Kemudian menjebol gawang Eibar dimana laga berakhir 1-1. Semua itu jadi bukti kalau Bale Effect telah melanda Santiago Bernabeu.
Ini membuat pelatih Zinedine Zidane menggantungkan harapannya pada Bale saat Isco dkk menyambangi Real Betis di Estadio Benito Villamarin, dalam lanjutan La Liga, Minggu (16/10/2016).
Bale diharapkan dapat membantu Madrid menyudahi kutukan yang sedang melanda. Madrid sudah melewati empat laga beruntun, tiga di La Liga, dengan hasil imbang. Jika misi itu terpenuhi, Madrid bisa saja menguasai lagi klasemen sementara.
(mir)