Baru Jadi Pembalap Yamaha, Vinales Curiga Rossi Punya Rahasia
Jum'at, 20 Januari 2017 - 07:00 WIB
Baru Jadi Pembalap Yamaha, Vinales Curiga Rossi Punya Rahasia
A
A
A
MADRID - Maverick Vinales menyatakan dirinya amat antusias menyambut Kejuaraan Dunia Balap GP Motor musim 2017 bersama tim baru dan rekan anyarnya. Apa katanya di sesi peresmian tim Yamaha Factory Racing yang berlangsung di markas Telefonica Movistar, Madrid, Spanyol, Kamis (19/1/2017)?
Ya, resmi berstatus sebagai pembalap Yamaha, rupanya membuat Maverick Vinales begitu gembira. Dia merasa sangat termovitasi untuk memberikan yang terbaik bagi tim.
Jelas ini merupakan momen yang tak akan terlupakan dalam diri Vinales. Yamaha bukanlah tim balap sembarangan di MotoGP. Pabrikan asal Iwata, Jepang itu sangat berpengalaman, kompetitif dan sarat prestasi, serta terutama merupakan rival berat Honda.
“Rasanya luar biasa. Saya sudah merasa sangat baik di dalam tim. Saya menjalani salah satu hari istimewa bersama seluruh keluarga Yamaha. Jadi, saya merasa sangat termotivasi,” ucap Vinales seperti dilaporkan Motorsport.
“Bergabung dengan Yamaha adalah target saya. Tahun ini saya akan bekerja sangat keras. Saya akan melakukan segalanya untuk menjadi Maverick terbaik yang saya bisa,” tegasnya.
Kendati status resmi pembalap Yamaha disandang Vinales pada awal Januari lalu, tapi sebenarnya dia telah bersama tim saat tes akhir musim di Valencia. Dalam tes selama dua hari, pembalap Spanyol ini mencuri perhatian karena tampil impresif.
“Tahun lalu ketika saya mengikuti Yamaha, saya tahu motor ini sangat cepat. Ketika saya di atas motor Yamaha, saya hanya mencoba mengendarai seperti yang saya tahu lakukan,” ujar Vinales.
“Motor sangat baik. Saya sangat cepat. Saya juga cukup terjejut bisa tampil cepat hanya dalam beberapa hari,” tambah pembalap yang beberapa hari lalu baru merayakan ulang tahunnya yang ke-22 itu.
_4.jpg)
Boleh dibilang, Vinales telah cukup mengenal atmosfer rivalitas di kelas bergengsi. Namun, rupanya dia tetap merasa tidak mudah menjalani perubahan dari Moto2 ke MotoGP. Selain faktor motor dan, keberadaan elektronik memberikan nuansa berbeda.
“Tidak pernah mudah untuk pindah, apakah itu kategori atau pabrikan. Banyak hal (berubah). Jauh lebih sulit dari Moto2 ke MotoGP, karena banyak hal, terutama elektronik yang sulit bagi saya,” ungkapnya.
_3.jpg)
“Juga banyak pekerjaan di dalam garasi. Biasanya saya cukup bekerja keras, dan tahun lalu adalah tahun yang baik. Saya berharap tahun ini bisa melakukan yang saya pikirkan. Akan menjadi sangat sulit, tapi kami akan bertarung,” beber pembalap juara dunia kelas Moto3 musim 2013 tersebut.
Lalu, apa rasanya menjadi rekan setim Valentino Rossi? Vinales pun tak ragu melontarkan pujian akan sosok The Doctor, yang walau tak lagi muda, tapi masih mampu kompetitif.
5.jpg)
“Bagaimana dia masih bisa menetapkan level selama bertahun-tahun. Pastinya ada beberapa rahasia. Saya merasa level MotoGP lebih tinggi setiap tahunnya, tapi Valentino selalu ada di sana untuk menang,” tandasnya.
Ah, kira-kira apa ya rahasia dari seorang Valentino Rossi? “Salah satu rahasia dari Valentino adalah bahwa dia bekerja dengan sangat tenang, dia tidak menguji banyak hal. Tetapi hal-hal yang dia coba tadi, dilakukannya dengan sungguh-sungguh dan ketika dia membuang itu (karena tidak cocok atau tidak bagus), karena dia sudah tahu serta yakin.”
Ketika ditanya tentang waktu tes akhir musim Sepang 2016 dan benarkah Rossi mengungguli catatan waktunya, Vinales malah tertawa dan berkata: "Saya tidak bisa mengatakan catatan waktu kami di tes Sepang (tertawa). Saya meninggalkan sedikit kesan buruk dengan Sepang kemarin, karena pada menit terakhir saya tidak bisa mencoba satu ban lagi, padahal waktu masih banyak."
Ya, resmi berstatus sebagai pembalap Yamaha, rupanya membuat Maverick Vinales begitu gembira. Dia merasa sangat termovitasi untuk memberikan yang terbaik bagi tim.
Jelas ini merupakan momen yang tak akan terlupakan dalam diri Vinales. Yamaha bukanlah tim balap sembarangan di MotoGP. Pabrikan asal Iwata, Jepang itu sangat berpengalaman, kompetitif dan sarat prestasi, serta terutama merupakan rival berat Honda.
“Rasanya luar biasa. Saya sudah merasa sangat baik di dalam tim. Saya menjalani salah satu hari istimewa bersama seluruh keluarga Yamaha. Jadi, saya merasa sangat termotivasi,” ucap Vinales seperti dilaporkan Motorsport.
“Bergabung dengan Yamaha adalah target saya. Tahun ini saya akan bekerja sangat keras. Saya akan melakukan segalanya untuk menjadi Maverick terbaik yang saya bisa,” tegasnya.
Kendati status resmi pembalap Yamaha disandang Vinales pada awal Januari lalu, tapi sebenarnya dia telah bersama tim saat tes akhir musim di Valencia. Dalam tes selama dua hari, pembalap Spanyol ini mencuri perhatian karena tampil impresif.
“Tahun lalu ketika saya mengikuti Yamaha, saya tahu motor ini sangat cepat. Ketika saya di atas motor Yamaha, saya hanya mencoba mengendarai seperti yang saya tahu lakukan,” ujar Vinales.
“Motor sangat baik. Saya sangat cepat. Saya juga cukup terjejut bisa tampil cepat hanya dalam beberapa hari,” tambah pembalap yang beberapa hari lalu baru merayakan ulang tahunnya yang ke-22 itu.
_4.jpg)
Boleh dibilang, Vinales telah cukup mengenal atmosfer rivalitas di kelas bergengsi. Namun, rupanya dia tetap merasa tidak mudah menjalani perubahan dari Moto2 ke MotoGP. Selain faktor motor dan, keberadaan elektronik memberikan nuansa berbeda.
“Tidak pernah mudah untuk pindah, apakah itu kategori atau pabrikan. Banyak hal (berubah). Jauh lebih sulit dari Moto2 ke MotoGP, karena banyak hal, terutama elektronik yang sulit bagi saya,” ungkapnya.
_3.jpg)
“Juga banyak pekerjaan di dalam garasi. Biasanya saya cukup bekerja keras, dan tahun lalu adalah tahun yang baik. Saya berharap tahun ini bisa melakukan yang saya pikirkan. Akan menjadi sangat sulit, tapi kami akan bertarung,” beber pembalap juara dunia kelas Moto3 musim 2013 tersebut.
Lalu, apa rasanya menjadi rekan setim Valentino Rossi? Vinales pun tak ragu melontarkan pujian akan sosok The Doctor, yang walau tak lagi muda, tapi masih mampu kompetitif.
5.jpg)
“Bagaimana dia masih bisa menetapkan level selama bertahun-tahun. Pastinya ada beberapa rahasia. Saya merasa level MotoGP lebih tinggi setiap tahunnya, tapi Valentino selalu ada di sana untuk menang,” tandasnya.
Ah, kira-kira apa ya rahasia dari seorang Valentino Rossi? “Salah satu rahasia dari Valentino adalah bahwa dia bekerja dengan sangat tenang, dia tidak menguji banyak hal. Tetapi hal-hal yang dia coba tadi, dilakukannya dengan sungguh-sungguh dan ketika dia membuang itu (karena tidak cocok atau tidak bagus), karena dia sudah tahu serta yakin.”
Ketika ditanya tentang waktu tes akhir musim Sepang 2016 dan benarkah Rossi mengungguli catatan waktunya, Vinales malah tertawa dan berkata: "Saya tidak bisa mengatakan catatan waktu kami di tes Sepang (tertawa). Saya meninggalkan sedikit kesan buruk dengan Sepang kemarin, karena pada menit terakhir saya tidak bisa mencoba satu ban lagi, padahal waktu masih banyak."
(sbn)