Basna: Hidup Adalah Pilihan
Sabtu, 21 Januari 2017 - 17:05 WIB
Basna: Hidup Adalah Pilihan
A
A
A
MALANG - Rudolof Yanto Basna membuat pihak Arema FC kesal. Sikapnya yang meninggalkan klub saat akan tanda tangan kontrak untuk musim 2017, membuat Singo Edan meradang. Arema merasa 'dipermainkan' oleh mantan pemain Persib itu.
Ditelisik lebih jauh, ternyata apa yang dialami Arema FC pernah dirasakan Persipura Jayapura sebelum Basna bergabung Persib. Informasi yang digali media ini, Persipura sempat menjalin kesepakatan dengan Basna, namun pemain ini urung ke Papua dengan alasan kuliah di Yogyakarta.
Nyatanya, Basna berbelok ke Persib Bandung dan sempat disindir manajemen Persipura bahwa Yogyakarta terletak di Jawa Tengah, bukan Jawa Barat (Bandung). Persib Bandung juga gagal bernegosiasi perpanjangan kontrak dengan pemain ini karena permintaan kenaikan kontrak yang tak logis.
Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan Basna sebenarnya sangat berhasrat kembali memperkuat Persib. Namun, agen Basna meminta nilai kontrak tiga kali lipat. "Agennya bicara, terus dia akhirnya minta naik (nilai kontrak) tiga kali lipat. Dari mana aturannya? Yang benar saja," kata Umuh di Stadion Persib, Kota Bandung, Senin (16/1/2017). (Baca: Manajer Persib Geram, Agen Basna Naikkan Harga Tiga Kali Lipat).
Kabar yang beredar di Malang, Basna sejatinya sempat datang ke Arema, meski datang terlambat dengan alasan ketinggalan pesawat. Saat Arema minta penandatanganan kontrak, Jumat (20/1/2017), Basna menolak dengan dalih menunggu surat resmi dari Persib. Namun, saat Arema sudah mendapatkan surat tersebut, Basna menghilang saat akan tanda tangan kontrak, Sabtu (21/1/2017) pagi. (Baca juga: Kabur, Arema FC Batal Rekrut Yanto Basna).
Sebelum masalah dengan Arema merebak, Yanto Basna sempat mem-posting foto dalam akun Instagramnya (yanto_basna), Jumat (20/1/2016). Mengenakan kaus dan celana training, Basna yang mengenakan topi biru menulis kalimat. "Hidup adalah pilihan."
Ditelisik lebih jauh, ternyata apa yang dialami Arema FC pernah dirasakan Persipura Jayapura sebelum Basna bergabung Persib. Informasi yang digali media ini, Persipura sempat menjalin kesepakatan dengan Basna, namun pemain ini urung ke Papua dengan alasan kuliah di Yogyakarta.
Nyatanya, Basna berbelok ke Persib Bandung dan sempat disindir manajemen Persipura bahwa Yogyakarta terletak di Jawa Tengah, bukan Jawa Barat (Bandung). Persib Bandung juga gagal bernegosiasi perpanjangan kontrak dengan pemain ini karena permintaan kenaikan kontrak yang tak logis.
Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan Basna sebenarnya sangat berhasrat kembali memperkuat Persib. Namun, agen Basna meminta nilai kontrak tiga kali lipat. "Agennya bicara, terus dia akhirnya minta naik (nilai kontrak) tiga kali lipat. Dari mana aturannya? Yang benar saja," kata Umuh di Stadion Persib, Kota Bandung, Senin (16/1/2017). (Baca: Manajer Persib Geram, Agen Basna Naikkan Harga Tiga Kali Lipat).
Kabar yang beredar di Malang, Basna sejatinya sempat datang ke Arema, meski datang terlambat dengan alasan ketinggalan pesawat. Saat Arema minta penandatanganan kontrak, Jumat (20/1/2017), Basna menolak dengan dalih menunggu surat resmi dari Persib. Namun, saat Arema sudah mendapatkan surat tersebut, Basna menghilang saat akan tanda tangan kontrak, Sabtu (21/1/2017) pagi. (Baca juga: Kabur, Arema FC Batal Rekrut Yanto Basna).
Sebelum masalah dengan Arema merebak, Yanto Basna sempat mem-posting foto dalam akun Instagramnya (yanto_basna), Jumat (20/1/2016). Mengenakan kaus dan celana training, Basna yang mengenakan topi biru menulis kalimat. "Hidup adalah pilihan."
(sha)