Ducati Ungguli Yamaha, Seseorang Sarankan Saya Salaman dengan Rossi
Rabu, 25 Januari 2017 - 15:03 WIB
Ducati Ungguli Yamaha, Seseorang Sarankan Saya Salaman dengan Rossi
A
A
A
BOLOGNA - Di saat Casey Stoner dan Michele Pirro melakoni tes tertutup Ducati Corse di Sirkuit Sepang, Malaysia, mulai Rabu (25/1/2017). Dua rider pabrikan tim dari Borgo Paginale, Bologna tersebut, Jorge Lorenzo serta Andrea Dovizioso mempersiapkan diri menuju lokasi yang sama buat menjalani tes pramusim pertama MotoGP 2017.
Akan tetapi, debut di lintasan dalam balutan jersey Ducati pada musim 2017 belum juga dijalani, namun Jorge Lorenzo menegaskan ingin mengakhiri karier MotoGP di pabrikan Italia tersebut.
Lorenzo akhirnya diperkenalkan secara resmi di hadapan publik, dalam event launching livery Desmosedici GP17 di Bologna pada Jumat (20/1) pekan lalu. Dan pada 30 Januari, pembalap Spanyol itu akan menjalani tes pramusim resmi pertama.
Lalu, dua pekan kemudian, Lorenzo akan kembali mengendarai Ducati di Phillip Island pada tes pramusim kedua. Lantas dia akan menutup rangkaian tes pramusim di Losail sebelum seri pembuka Qatar digelar pada 26 Maret.
“Saya bergabung dengan Ducati untuk mengakhiri karier saya di sini. Walaupun Anda tidak pernah tahu apa yang terjadi dalam hidup, bahkan dalam balapan. Tapi niat saya adalah pensiun sebagai seorang Ducatista, dan jika memungkinkan, sebagai legenda,” sembur Lorenzo kepada La Gazzetta dello Sport yang dilaporkan oleh Motorsport.
Kendati terkesan enggan mengakui adanya kesulitan berbagi garasi dengan Valentino Rossi dalam dua tahun terakhir. Tampaknya itu menjadi sesuatu yang membuat Lorenzo memutuskan untuk berganti tim.
“Bertahan di Yamaha adalah opsi yang sangat bagus. Tapi dari sudut pandang finansial, serta paket tim dan performa motor, saya memilih Ducati,” beber Lorenzo.
“Saya memahami pentingnya Rossi bagi Yamaha. Bagian dari segalanya yang telah dia berikan kepada mereka. Kemenangan, gelar juara dan relevansi dari karakter dia pada pemasaran. Normal bagi sebuah pabrikan seperti Yamaha untuk fokus kepada dia. Tapi mereka selalu memberikan saya level teknis yang sama. Setiap kali kami memperpanjang kontrak, Yamaha dan terutama Lin Jarvis mengakui nilai saya,” kata Lorenzo menjelaskan.
Pembalap berusia 29 tahun itu menutup petualangan bersama Yamaha lewat kemenangan di seri terakhir Valencia. Dia juga bersalaman dengan Rossi di garasi tim. “Seseorang menyarankannya. Tapi itu adalah ide yang bagus,” ucapnya lagi.
“Sangat sulit untuk memiliki hubungan baik dengan rekan setim Anda, karena dia adalah rival utama. Jika dia mengalahkan Anda, maka tidak ada alasan. Tapi pada akhirnya ini baik (bersalaman tangan). Karena itu membantu Anda memahami bahwa dia seseorang seperti Anda, yang juga memiliki perasaan seperti Anda,” tutup pembalap yang punya julukan Porfuera dan X-Fuera tersebut.
Akan tetapi, debut di lintasan dalam balutan jersey Ducati pada musim 2017 belum juga dijalani, namun Jorge Lorenzo menegaskan ingin mengakhiri karier MotoGP di pabrikan Italia tersebut.
Lorenzo akhirnya diperkenalkan secara resmi di hadapan publik, dalam event launching livery Desmosedici GP17 di Bologna pada Jumat (20/1) pekan lalu. Dan pada 30 Januari, pembalap Spanyol itu akan menjalani tes pramusim resmi pertama.
Lalu, dua pekan kemudian, Lorenzo akan kembali mengendarai Ducati di Phillip Island pada tes pramusim kedua. Lantas dia akan menutup rangkaian tes pramusim di Losail sebelum seri pembuka Qatar digelar pada 26 Maret.
“Saya bergabung dengan Ducati untuk mengakhiri karier saya di sini. Walaupun Anda tidak pernah tahu apa yang terjadi dalam hidup, bahkan dalam balapan. Tapi niat saya adalah pensiun sebagai seorang Ducatista, dan jika memungkinkan, sebagai legenda,” sembur Lorenzo kepada La Gazzetta dello Sport yang dilaporkan oleh Motorsport.
Kendati terkesan enggan mengakui adanya kesulitan berbagi garasi dengan Valentino Rossi dalam dua tahun terakhir. Tampaknya itu menjadi sesuatu yang membuat Lorenzo memutuskan untuk berganti tim.
“Bertahan di Yamaha adalah opsi yang sangat bagus. Tapi dari sudut pandang finansial, serta paket tim dan performa motor, saya memilih Ducati,” beber Lorenzo.
“Saya memahami pentingnya Rossi bagi Yamaha. Bagian dari segalanya yang telah dia berikan kepada mereka. Kemenangan, gelar juara dan relevansi dari karakter dia pada pemasaran. Normal bagi sebuah pabrikan seperti Yamaha untuk fokus kepada dia. Tapi mereka selalu memberikan saya level teknis yang sama. Setiap kali kami memperpanjang kontrak, Yamaha dan terutama Lin Jarvis mengakui nilai saya,” kata Lorenzo menjelaskan.
Pembalap berusia 29 tahun itu menutup petualangan bersama Yamaha lewat kemenangan di seri terakhir Valencia. Dia juga bersalaman dengan Rossi di garasi tim. “Seseorang menyarankannya. Tapi itu adalah ide yang bagus,” ucapnya lagi.
“Sangat sulit untuk memiliki hubungan baik dengan rekan setim Anda, karena dia adalah rival utama. Jika dia mengalahkan Anda, maka tidak ada alasan. Tapi pada akhirnya ini baik (bersalaman tangan). Karena itu membantu Anda memahami bahwa dia seseorang seperti Anda, yang juga memiliki perasaan seperti Anda,” tutup pembalap yang punya julukan Porfuera dan X-Fuera tersebut.
(sbn)