Cetak Sejarah, Federer Beri Sinyal Bakal Pensiun
Senin, 30 Januari 2017 - 09:35 WIB
Cetak Sejarah, Federer Beri Sinyal Bakal Pensiun
A
A
A
MELBOURNE - Keberhasilan jadi juara Australia Terbuka 2017 sepertinya membuat Roger Federer puas akan prestasi kariernya. Petenis asal Swiss mulai memberi sinyal bakal pensiun tahun depan.
Federer berhasil mengemas trofi grand slam ke-18 setelah mengalahkan Rafael Nadal di final Australia Terbuka 2017. Bertanding di Rod Laver Arena, Melbourne, Minggu (29/1/2017), petenis berusia 35 tahun menang dalam pertarungan lima set 6-4, 3-6, 6-1, 3-6, 6-3.
Keberhasilan itu membuatnya jadi petenis putra dengan koleksi trofi grand slam terbanyak sepanjang masa. Torehan 18 trofi petenis berjuluk FedEx mengalahkan raihan Pete Sampras yang mengoleksi 14 trofi, Nadal (14), Roy Emerson (12) dan Novak Djokovic (12). (Baca Juga: Federer Pertajam Rekor Grand Slam Terbanyak)
Tak cuma itu, keberhasilan Federer menjuarai Australia Terbuka jadi petenis tertua yang memenangi grand slam. Jelas, prestasi yang sulit dilampaui petenis lainnya di era terbuka saat ini.
Untuk itu, Federer mulai mengirim sinyal bakal pensiun dari lapangan tenis. Dalam pidato kemenangannya, Ia berujar yang mirip kalimat perpisahan kepada para penggemarnya.
"Saya berharap bisa kembali melihat anda tahun depan, tapi jika tidak, ini jadi perjalanan luar biasa dan saya tidak bisa lebih senang setelah menang malam hari ini," ucap Federer seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (30/1/2017).
"Mengetahui bahwa saya banyak meninggalkan hal dalam tenis, jika saya cedera, jika saya absen tahun depan, siapa yangt tahu apa yang akan terjadi. Anda tidak akan pernah tahu kapan gelar grand slam berikutnya akan datang. Anda tak pernah tahu apakah akan dapat kesempatan seperti ini lagi," tutupnya.
Pernyataan Federer dilangsung ditanggapi penggemarnya. Kebanyakan dari mereka merasa tak rela idolanya bakal menghilang dari lapangan permainan untuk selamanya.
"Tidak. Kutipan ini membuat saya takut," ucap pengguna Twitter bernama Ramos.
"Tidak ingin terlalu banyak membaca kalimat ini, tapi ingin memastikan Fed mengatakan "jika" dan dia sudah membuktikannya di Australia Terbuka," timpal netizen bernama Kelyn Song.
"Dia akan menangkan Wimbledon dan baru akan memutuskan pensiun. Semua hal baik akan tiba pada akhirnya. Saya takut ini akan jadi tur terakhirnya," seru pengguna bernama Jackson Koko Jasolla.
Federer berhasil mengemas trofi grand slam ke-18 setelah mengalahkan Rafael Nadal di final Australia Terbuka 2017. Bertanding di Rod Laver Arena, Melbourne, Minggu (29/1/2017), petenis berusia 35 tahun menang dalam pertarungan lima set 6-4, 3-6, 6-1, 3-6, 6-3.
Keberhasilan itu membuatnya jadi petenis putra dengan koleksi trofi grand slam terbanyak sepanjang masa. Torehan 18 trofi petenis berjuluk FedEx mengalahkan raihan Pete Sampras yang mengoleksi 14 trofi, Nadal (14), Roy Emerson (12) dan Novak Djokovic (12). (Baca Juga: Federer Pertajam Rekor Grand Slam Terbanyak)
Tak cuma itu, keberhasilan Federer menjuarai Australia Terbuka jadi petenis tertua yang memenangi grand slam. Jelas, prestasi yang sulit dilampaui petenis lainnya di era terbuka saat ini.
Untuk itu, Federer mulai mengirim sinyal bakal pensiun dari lapangan tenis. Dalam pidato kemenangannya, Ia berujar yang mirip kalimat perpisahan kepada para penggemarnya.
"Saya berharap bisa kembali melihat anda tahun depan, tapi jika tidak, ini jadi perjalanan luar biasa dan saya tidak bisa lebih senang setelah menang malam hari ini," ucap Federer seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (30/1/2017).
"Mengetahui bahwa saya banyak meninggalkan hal dalam tenis, jika saya cedera, jika saya absen tahun depan, siapa yangt tahu apa yang akan terjadi. Anda tidak akan pernah tahu kapan gelar grand slam berikutnya akan datang. Anda tak pernah tahu apakah akan dapat kesempatan seperti ini lagi," tutupnya.
Pernyataan Federer dilangsung ditanggapi penggemarnya. Kebanyakan dari mereka merasa tak rela idolanya bakal menghilang dari lapangan permainan untuk selamanya.
"Tidak. Kutipan ini membuat saya takut," ucap pengguna Twitter bernama Ramos.
"Tidak ingin terlalu banyak membaca kalimat ini, tapi ingin memastikan Fed mengatakan "jika" dan dia sudah membuktikannya di Australia Terbuka," timpal netizen bernama Kelyn Song.
"Dia akan menangkan Wimbledon dan baru akan memutuskan pensiun. Semua hal baik akan tiba pada akhirnya. Saya takut ini akan jadi tur terakhirnya," seru pengguna bernama Jackson Koko Jasolla.
(bep)